Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Cerita


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Erva sudah benar benar sehat dan pagi ini akan pergi ke kampus. Seperti biasanya, Erva membawa mobil sendiri karena tidak ingin merepotkan orang lain..ia juga bisa bebas kemanapun mau pergi.


Ting...


Baru saja sampai kampus, ponsel nya sudah berdering...bukan telpon tetapi pesan masuk.


Erva menghentikan langkah kakinya, dan melihat siapa yang mengirimkannya pesan, siapa tau pesan dari Mona yang memang belum kelihatan batang hidungnya.


[Makan siang bareng ya, aku jemput]


Erva menggeleng tidak habis pikir dengan laki laki yang berprofesi Dokter itu, bisa bisa nya ngajakin makan siang...apa enggak sibuk?


[Bukannya kemarin ajakannya makan malam Pak Dokter??]


Yah, Erva masih mengingat dengan apa yang dikatakan oleh Anjar beberapa hari yang lalu, tetapi... ajakan nya adalah makan malam,. bukan makan siang.


Dan lagi sudah bagus beberapa hari ini anjar tidak menghubunginya, Erva pikir Anjar sudah lupa dengan apa yang dikatakan atau malahan sama sekali tidak mengingatnya tetapi kenapa pagi-pagi begini laki-laki itu sudah mengirimkan pesan.

__ADS_1


Tidak mau membalas pesan dengan iya saja karena Erva masih mengingat ajakan untuk makan malam kemarin, bukan makan siang dan juga Eva ingin mengetahui bagaimana reaksi Anjar setelah membaca pesan yang dikirimkannya.


[Kamu masih punya utang sama aku kan? Kalau iya jangan banyak tanya... siang ini aku jemput kuliah hanya sampai jam 10.00 juga. Dan aku tidak menerima penolakan.]


Astaga ini namanya bukan ajakan tetapi sudah mengancam padahal tanpa diancam pun Erva akan menerima ajakan makan siang bukan seperti yang dipikirkan oleh Dokter gila itu.


[Terserah, tapi aku bawa mobil Mas, gimana??"]


Tidak lucu juga kalau pergi memakai mobil masing masing dengan tujuan yang sama, apalagi Anjar mau menjemput nya.


[Tinggalkan saja mobil kamu, nanti ada orang suruhan aku untuk mengantarkan pulang.]


[Terserah Mas Dokter yang gila dan dingin saja, lagian aku tidak bisa menolak kan??]


Erva membawa lagi pesan dari Dokter Anjar, lalu ia tersenyum sendiri karena tau pasti saat ini Anjar sedang mengumpatnya.


[Kau?? berani dek?? awas saja]

__ADS_1


Tidak membalas lagi, Erva memilih untuk memasukkan ponsel ke dalam tas, dan melanjutkan lagi langkah kaki nya untuk menuju ke kelas.


"Beby...."


Deg


Baru saja satu langkah maju , Erva sudah berhenti lagi. Gadis itu memejamkan mata, manakala mendengar suara seseorang memanggil nya.


Bukan ingin GeEr , tetapi memang tidak ada orang lain lagi sini, dan hanya Erva lah...dan juga...Erva tau betul suara itu milik siapa.


"Aku mau bicara...please...kali ini dengarkan aku dulu....."


Erva memejamkan mata, ingin menjauh dari laki laki itu seperti nya tidak mungkin. Dan, untuk membuktikan kalau dirinya memang sudah move on melupakan semua nya, ia tidak boleh terlihat jelas menghindari Keenan.


Erva membalikkan badan, dan ternyata Keenan sudah berada di belakang nya tersenyum manis.


"Bisa kita bicara?? ada banyak cerita yang akan aku sampaikan sama kamu.", pinta Keenan dengan wajah memelas dan berharap kalau Erva akan menyetujui nya.

__ADS_1


Erva mengangguk, ia akan memberikanmu kesempatan pada Keenan untuk bercerita.... meskipun Erva sendiri tidak tahu dengan apa yang akan diucapkan oleh Keenan.


__ADS_2