Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Lagi panas panasnya


__ADS_3

"Gue duluan", ucap Erva.


Padahal masih berada di kelas, tapi mengapa Erva sudah buru buru ingin keluar, membuat Mona menggeleng.. bingung dengan kelakuan sahabatnya.


"Eh mau kemana?? tunggu woi!!!!"


Mona mengikuti Erva keluar, ia penasaran dengan tingkah Erva yang tiba-tiba pergi dengan terburu buru.


"Kepo!!"


Tidak ingin menjelaskan kepada Mona, sahabat nya itu pasti akan kepo maksimal.... tetapi... pastinya Mona akan tau dengan sendirinya., tanpa di beri tau lagi.


"Hah?? kepo?? gue....?"


Mona menunjuk dirinya sendiri...ia tersenyum karena memang kepo sedari. Ia mengikuti dimana Erva keluar dari kelas...hingga kini tiba di parkiran.


"OMG"


Mona menutup mulut nya sendiri... manakala ia melihat seseorang yang tidak asing lagi di matanya.


"Dokter Anjar??? astaga??"

__ADS_1


Tidak percaya, tetapi memang nyatanya begitu....Mona melihat Dokter Anjar yang sudah berdiri di samping mobil dengan Erva yang kini menghampiri laki laki itu.


Mona yang usil, ia menghampiri Erva dan ikut nimbrung di sana.


"Oh ini...pantesan buru buru keluar....", ucap Mona meledek sahabatnya.


"Diam deh!! sana pulang... ganggu!!", usir Erva yang juga tidak mau kalau dengan Mona..


"Haishhh ...mentang mentang sudah ada yang tampan..oke deh...gue pulang bye..."


Mona pergi dari sana, padahal ia ingin sekali mengganggu Erva dengan Dokter Anjar, tetapi... tidak jadi .. belum belum sudah takut dengan tatapan tajam mata Dokter Anjar yang mengarah ke padanya.


"Ehmmm...mau disini saja??"


Erva kaget, ia yang sebenarnya sedang mengagumi makhluk Tuhan yang satu itu tiba tiba di kaget kan dengan suara deheman dari Dokter Anjar.


"Ya enggak lah, mau di mana...tak ambil mobil dulu."


Jarak mobil Erva dengan saat ini ia berdiri memang tidak lah jauh, tetapi juga sama saja masih berjalan tidak bisa sulapan yang tau tau datang sendiri.


Dan memang siang ini mereka sudah janjian ketemu untuk makan siang, yang belum ditentukan di mana tempat nya.

__ADS_1


Anjar membuka pintu mobil sebelah kiri, lalu meminta Erva untuk masuk ke dalam nya tanpa banyak basa basi.


"Masuk!!"


"Ha??"


Erva pun melongo dengan sikap Anjar yang memang cuek dan tidak ada romantis romantis nya. Meskipun tidak ada hubungan yang spesial.... setidaknya kan bisa bersikap hangat... tidak dingin.


Makan apa orang itu tadi?? dingin banget....mbokyo romantis dikit kek...atau basa basi.... atau gimana ..irit banget ngomong nya.


Erva masuk, dengan mengerucutkan bibir nya. Entahlah...rasanya aneh saja..yah meskipun antara dirinya dan Dokter Anjar tidak ada hubungan tetapi... diantara laki laki yang mendekati dan mengajak jalan Erva...hanya Dokter Anjar lah yang bersikap dingin, seolah olah tidak perduli.


"Mobil kamu nanti biar orang suruhanku yang bawa dek, mau nanya itu kan??"


Erva menoleh, ia lalu mengangguk...."Tau aja Dokter..."


"Dokter?? mau aku turunin di sini?? dan enggak jadi makan?? kita bukan di Rumah Sakit loh!!!"


"Lupa... kirain...Mas enggak ingat..."


Padahal sengaja Erva memanggil Dokter Anjar dengan sebutan itu, ingin tau saja bagaimana reaksinya...orang kok dingin banget...padahal cuaca lagi panas panasnya.

__ADS_1


__ADS_2