Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Tidak Tau Alasannya


__ADS_3

Erva mendengus kesal, setalah membaca pesan yang dikirimkan oleh Keenan tadi. Entah lah .. perasaan nya semakin tidak menentu saja.


Apalagi setelah mendengar cerita dari Mami Arin kemarin, dan juga sekarang yang Keenan malahan menunda kepulangan nya.


Sungguh, drama apa lagi yang dibuat oleh laki laki itu. Bukan Erva tidak percaya, tetapi....rasanya janggal sekali..apalagi seminar itu sudah ada jadwalnya, dan tidak mungkin mundur lagi, mengingat siapa yang menjadi narasumber nya.


Tetapi, mengapa Keenan mengatakan masih ada urusan yang harus di selesaikan, urusan apa?? apa menyangkut pekerjaan atau urusan pribadi??


Entahlah, mungkin kalau Keenan sengaja berbohong....ia adalah gadis yang sangat bodoh, yang bisa bisanya tertipu dengan seorang Keenan.


Tidak ingin memperburuk suasana hatinya, Erva akhirnya pergi ke kamar mandi, mandi dan langsung ke sekolah.


Kebetulan juga, hari ini adalah hari terakhir ia melaksanakan ujian kenaikan kelas.


Seperti biasa, Romi sudah ada di bawah, meminta sarapan dan juga menjemput Erva


Erva, sudah berulang kali menolak untuk diantar dan dijemput oleh Romi, dengan alasan tidak ingin membuat Keenan salah paham, tetapi nyatanya...laki laki itu tidak perduli sama sekali.


"Aku pakai mobil sensi saja ya??"


Kalau tidak mengatakannya itu, sudah pasti Romi akan membawa Erva masuk ke dalam mobil nya, seperti yang beberapa hari ini Romi lakukan.


Yah, setelah ia mengetahui semua nya tentang kebusukan Keenan, laki laki itu semakin gencar untuk mendekati Erva, bahkan ia sama sekali tidak perduli dengan status Erva saat ini. Karena laki laki yang sudah mengikat Erva juga telah berkhianat, bahkan sudah merencanakan untuk menikah setalah kembali ke Jakarta.


Memang gila!!! dan Romi tidak sampai hati untuk memberitahukan kepada Erva, biarlah...laki laki brengseekkk itu yang mengatakannya sendiri.


"Why??"

__ADS_1


Romi mengeryitkan alisnya, ia juga sampai meletakkan sendok nya di atas piring ketika mendengar apa yang barusan di ucapkan oleh Erva.


"Aku nanti sehabis pulang sekolah tidak langsung pulang Rom..."


Romi menggeleng, ia memang belum tau kalau Keenan membatalkan kepulangan nya hari ini, meskipun Romi tau kalau Mamahnya Amira baru saja meninggal.


Dan yang ada di dalam pikiran Romi, Erva akan menjemput laki laki brengseekkk itu. Dan akan menghabiskan waktu dengan dia.


Brengseekkk memang Dokter gila itu?? tidak puas hanya dengan satu wanita saja!!


Romi kesal, marah dan juga jangkel dengan Dokter Keenan itu, tetapi....sayang sekali. .. ia juga tidak tega untuk memberitahukan kepada Erva.


"Mau menjemput Dokter Keenan??"


Tanya Romi yang ekspresi wajah nya dibuat sebiasa mungkin, meskipun itu tidak sejalan dengan apa yang di pikirkan.


"Aku mau jenguk Meisya di Rumah Sakit.."


"Oh ..iya, tidak apa .... nanti aku antar, lagipula aku dan Meisya juga kenal...."


Sedikit lega, ternyata Erva tidak menjemput Keenan, tetapi... kenapa tidak menjemput nya?? Apa Keenan tidak mau dijemput Erva, atau jangan jangan...


Ada banyak pertanyaan yang mengganjal di benak Romi saat ini dan semuanya terasa aneh. Terlihat berbeda saat pergi dan sampai hari ini.


"Ayok Rom..", ajak Erva.


Ia tau kalau Romi akan mengatakan sesuatu, dan Erva sendiri tidak mau menjawab perihal yang berurusan dengan Keenan.

__ADS_1


Romi mengangguk, kebetulan sekali ia juga sudah selesai ...dan segera keluar rumah untuk masuk ke mobil.


Sepanjang perjalanan, Romi melihat ke arah Erva yang hanya diam saja tanpa bicara, padahal ... selama Romi kenal Erva, gadis cantik itu bahkan selalu cerewet jika bersama dengan nya, tapi kenapa jadi seperti ini???


"Kamu kenapa???"


Erva menoleh, menghela nafas panjang....pagi pagi sudah tidak mood ...


"Dokter Keenan tidak jadi pulang..."


Jawab Erva seketika, entah mengapa mulutnya kalau bersama dengan Romi tidak bisa jaga rahasia....


Sudah aku duga, bahkan waktu nya pulang, laki laki brengseekkk itu juga tidak pulang....


"Masih seminar??"


Mencoba untuk berpikir positif, dan tidak mau menyakiti Erva.


"Entahlah, katanya masih ada sesuatu yang perlu di selesaikan...."


"Oh ..."


Romi hanya menjawab seperti itu, kemudian tangan kirinya dengan lincah mengambil ponsel dan mengetikkan sebuah pesan untuk seseorang, yang pasti nya anak buah nya yang ada di Jerman...


"Aku tidak tau alasan nya, kenapa Dokter Keenan akhir akhir ini berbeda perlakuannya padaku.....", ucap Erva kemudian.


Aku tau, tapi... apakah kamu akan menerima nya ketika aku kasih tau yang sebenarnya Er.....

__ADS_1


__ADS_2