
Setelah bertemu dengan Arya, Mamah Risa merasa puas. Beliau sudah tau identitas Erva yang memang berasal dari keluarga baik baik dan terpandang, begitu juga dengan Erva yang juga gadis baik baik.
"Sayang sekali, gadis baik seperti Erva harus tersakiti, coba saja dulu Erva bertemu dengan Anjar lebih dulu, pasti nya dia tidak akan menderita, dan aku yakin...kalau Anjar bisa membuat Erva bahagia... tetapi tidak masalah....Anjar pasti bisa meluluhkan gadis itu..."
Penjelasan tentang Erva sudah cukup, Mamah Risa langsung saja meninggalkan Arya, dengan raut wajah yang sangat senang.
Tidak lama lagi, ia akan mendapatkan menantu sesuai dengan kriteria nya, meskipun beliau tidak tau kepastian nya kapan.
Sedangkan Erva, keluar dari Rumah Sakit langsung saja menuju ke parkiran, ia masih ingat betul di mana Anjar meletakkan mobil nya tadi.
Dengan perasaan entah, tangan Erva membuka kunci mobil dan segera masuk, ia buru buru karena takut kalau Dokter rese dan mesuuummmm itu mengejar nya, apalagi ia belum bertanggung jawab atas kerusakan mobil dan juga banyak nya sampah yang berserakan di ruangan nya.
Erva lega setelah keluar dari area Rumah Sakit, dan ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, di mana ia tidak mau terlalu terburu buru sampai rumah, toh di rumah juga tidak ngapa ngapain lagi.
Entah mengapa, tangan Erva memutar setir kemudi melewati jalan yang tidak biasanya ia lewati. Jalanan yang memang sengaja Erva hindari dalam waktu satu tahun ini.
"Kenapa mesti lewat sini???"
Jalan menuju taman kota, di mana ia dan Dokter Keenan dulu sering menghabiskan waktu bersama, dan hanya berdua.
Deg
Erva menghentikan laju mobilnya, ia menepikan mobilnya sebentar dan matanya melihat ke sekeliling taman.
Erva masih ingat betul, tempat di mana ia dan Keenan sering duduk untuk menghabiskan hari harinya, melepas rasa kangen karena seharian tidak bertemu,, bercanda dan saling bercerita, dan juga...
Erva memejamkan mata nya, manakala ia juga mengingat kenangan manis dengan Keenan, dan juga saat Keenan mencium bibir dan juga kening nya, dengan mengucapkan kata cinta, tetapi...semua itu hanyalah sekejap saja, tidak bertahan sampai lama.
Gadis itu membuka matanya, sudah cukup ia mengingat kembali kenangan manis tentang Keenan.
Bukan hanya yang manis saja, tetapi...Erva juga tidak lupa saat ia memutuskan untuk meninggalkan Keenan, setelah lain-lain itu mengatakan kalau masih mencintai sang mantan.
Tidak bisa dibayangkan betapa hancur nya hati Erva saat ini, setelah satu tahun ia berusaha untuk melupakan dan tidak melewati jalanan ini, tetapi... sekarang...tanpa sadar... mobil nya bergerak dan berhenti di taman.
__ADS_1
Erva menghela nafas nya, sudah cukup ia bersedih dulunya setelah ditinggalkan Dokter Keenan, dan ia pun sudah berusaha untuk move selama satu tahun ini.
Sementara, di tempat yang berbeda. Seorang laki laki tampan baru saja turun dari pesawat pribadi nya.
"Aku sudah lama tidak melihat pemandangan dan udara segar di sini."
Laki laki itu membuka kaca mata hitam nya, kemudian mengedarkan pandangan matanya ke segala arah, berharap ada seseorang yang akan menjemput nya
Seperti satu tahun yang lalu, di mana ada gadis cantik yang dengan penuh semangat menunggu kedatangan nya, tetapi...apa?? ia malahan menyakiti gadis itu , dan sekarang mendapatkan karma dari apa yang pernah ia buat.
"Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan kamu...", ucap Dokter Keenan dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya.
Yah, sengaja memang hari ini ia ingin bertemu dengan Erva, sang mantan terindah yang pernah disakiti nyam
Bahkan Dokter Keenan ingin menemui Erva di sekolah, mengingat ia tau kalau hari ini adalah acara kelulusan gadis itu, tetapi...karena ada beberapa kendala , Dokter Keenan akhirnya tidak bisa menemui Erva di sana, dan mungkin akan bertemu nanti malam atau besok.
Ada banyak alasan mengapa Dokter tampan itu ingin cepat cepat bertemu dengan Erva, salah satunya adalah karena ia ingin meminta maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan nya dulu.
"Langsung pulang atau kemana dulu Tuan Muda??", ucap salah satu orang kepercayaan Keenan yang berada di Indonesia, menggantikan Dimas tentunya.
Setelah rencananya gagak bertemu dengan Erva di sekolah, Keenan memutuskan untuk melihat lihat persiapan peresmian Rumah Sakit yang akan di jadwal kan lusa.
Sementara Erva sendiri, ia tidak ingin larut dalam kesedihannya, Erva kembali melajukan mobilnya. Entahlah...ia sendiri tidak tau mengapa tangannya masih saja memegang setir kemudi dan mengarah pada jalan yang hampir satu tahun ini tidak dilewati.
"Semoga tidak bertemu...."
Dari taman kota, mobil Erva bergerak melaju ke arah Rumah Sakit, di mana ia pernah di rawat dan itu juga jadi pertemuan pertama nya dengan Keenan.
Di dalam hati, gadis cantik itu hanya berharap agar tidak bertemu dengan Keenan, orang yang selama ini dihindari nya.
Sampai saat ini, Erva tidak tau kalau Dokter Keenan tidak berada di Indonesia, setelah acara resepsi pernikahan satu tahun yang lalu.
Erva masih menyangka kalau Dokter Keenan dan istri nya masih berada di Jakarta dan masih bekerja di Rumah Sakit itu.
__ADS_1
Erva tidak menghentikan mobilnya, ia takut kalau bertemu dengan Dokter Keenan lagi,. Dan sebisa mungkin Erva tidak mau melangkahkan kaki nya masuk ke dalam Rumah Sakit itu.
Mobil masih berjalan, lagi lagi ..Erva di kagetkan dengan apa yang yang saat ini ada di depan matanya.
Masih dalam jarak yang cukup jauh, ia melihat sebuah bangunan megah yang sudah hampir jadi.
"Itu bukan nya seperti..."
Erva melajukan mobilnya pelan, ia ingin melihat dengan jelas bangunan apa yang berdiri di depan sana, yang menurutnya itu seperti sebuah bangunan Rumah Sakit.
"Kusuma Hospital."
Erva meminggirkan mobil nya, melihat dengan jelas bahkan membaca tulisan besar yang terpampang nyata di sana.
Sebuah Rumah Sakit mewah dan megah, yang sudah hampir 100% jadi, mungkin sudah dibilang siap untuk beroperasi setelah diresmikan.
Karena penasaran, Erva keluar dari mobil. Ia ingin melihat dengan jelas bangunan yang seperti nya tidak asing lagi.
Yah, mumpung kondisi jalanan yang terbilang tidak bisa ramai. Gadis itu melihat lihat dengan seksama, dengan detail sembari mengingat ingat, apa yang mengganjal di pikiran nya.
"Kusuma Hospital.."
Kembali, Erva membaca nama Rumah Sakit yang kini sudah ada di depan matanya.
"Astaga......"
Erva menutup matanya, ia baru ingat sesuatu. Yah, sesuatu yang pernah di ucapkan nya dulu.
Mas akan membangun Rumah Sakit, tentu nya itu hadiah untuk kamu, hadiah pernikahan kita. Dan letaknya tidak jauh dari kampus dan tempat tinggal kita nantinya. Karena Mas sudah merencanakan semuanya, kamu akan kuliah di sana dan nanti lulus akan memegang Rumah Sakit itu.
Deg
"Jadi ini Rumah Sakit yang di katakan Dokter Keenan dulu. Dan akhirnya, kamu berhasil membangun nya, meskipun itu bukan untuk aku."
__ADS_1
"Ehem..."