
"Maaf telat."
Ujar Dokter Keenan yang baru saja datang. Ia yang menginginkan pertemuan ini, tapi ia juga yang datang terlambat. Bukan karena tidak ada alasan, tetapi memang ada sedikit masalah.
Kedua Dokter tampan itu saling berjabat tangan, sebelum keduanya sama sama bermusuhan nantinya.
"No problem.", jawab Dokter Anjar.
Tenang dan anteng, tidak gugup atau apalah ketika berhadapan dengan Dokter Keenan, yah meskipun kalau dirata rata, ketampanan Dokter Keenan jauh lebih tampan di banding dengan diirnya, tetapi tidak masalah.
"Mau kopi?? maaf pesan sendiri ya, aku tidak tau seperti apa selera kamu apa.", ucap Dokter Anjar.
"Oke...."
Dokter Keenan segera memesan kopi, seperti nya memang lebih baik cerita sambil ngopi daripada hanya cerita saja.
Kopi sudah datang, dan siap untuk di minum. Dokter Keenan dan Dokter Anjar sama sama meminum kopinya hingga tersisa separo.
Lama kedua nya saling diam, hingga akhirnya Dokter Keenan yang memutuskan untuk bersuara dulu.
__ADS_1
"Langsung ke inti nya saja, kamu tau siapa aku???"
Tidak menggunakan bahasa formal lagi, supaya terlihat lebih akrab dan santai, meskipun di dalam hatinya panas.
Yah, ini memang bukan pertama kalinya bertemu. Bahkan Dokter Keenan dan Dokter Anjar adalah teman satu kampus, satu fakultas dan satu kelas, terapi setelah lulus... mereka tidak pernah bertemu lagi, hanya sesekali itupun pas ada kumpulan dengan Dokter Dokter lainnya.
Jadi, keduanya tidak canggung lagi. Meskipun tidak begitu dekat, tetapi setidaknya sudah tau.
"Ya tau lah. Dokter Keenan, Dokter muda yang banyak prestasi dan juga fans nya, siapa yang tidak kenal sama kamu...apalagi kita pernah satu kelas dulunya."
Jawab Anjar dengan santai, dan tidak ada yang salah dengan jawaban nya.
"Bukan itu..."
"Bukan itu?? lalu apa??"
Bingung juga, apa yang diinginkan oleh Keenan. Padahal jawaban nya memang tidak salah.
"Jangan pura pura tidak tau....apa sengaja tidak ingin tau???"
__ADS_1
Sedikit emosi mendengar jawaban Anjar. Ucapan dari Anjar membuat Keena marah seketika, karena ia yakin kalau Anjar sebenarnya tau apa yang di maksud.
"Aku memang tidak tau..."
Sungguh pertemuan yang aneh, kedua nya sama sama berpikir yang tidak saling bertemu ujungnya.
"Oke, aku kasih tau kalau memang kamu tidak tau. Aku adalah tunangan Erva."
Pada akhirnya, Keenan yang kesal langsung saja mengucapkan kata kata yang sudah ia simpan dan memang sengaja untuk diucapkan pada Anjar.
"Tunangan?? enggak salah?", ujar Anjar.
Laki laki sangat santai dalam menghadapai Keenan, ia yang tidak kaget karena sudah di kasih tau Erva sebelum nya, dan juga tidak berniat untuk mengusik lebih lanjut kisah cinta mereka.
"Tidak ada yang salah, bahkan kami akan menikah."
"Wow ...lucu sekali...apa aku yang salah dengar atau memang kamu yang halu??"
Anjar yang mengira pertemuan dengan Keenan akan membosankan dan sia sia saja, ternyata salah. Yang malahan Anjar bisa tertawa lepas ketika mendengar semua kekonyolan Keenan, yang sama sekali tidak masuk akal.
__ADS_1
"Maksud nya??", tanya Keenan yang penasaran dengan ucapan Anjar barusan.
"Aku masih ingat dan belum pikun...kalau satu tahun di yang lalu aku menghadiri sebuah pesta pernikahan mewah, apa jangan jangan kamu yang lupa Dokter Keenan??? atau malahan sengaja ingin menjadikan Erva istri kedua???"