Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Pedas


__ADS_3

"Jadi nginep rumah gue kan??"


Tanya Erva yang masih melajukan mobilnya, gadis itu tidak mau ceroboh dan harus konsentrasi...supaya tidak nabrak mobil seperti kemarin lagi.


Mona memang malam ini sudah merencanakan akan nginep di rumah nya Erva, berhubung ke-dua orang tua Mona sedang melakukan perjalanan bisnis di luar negeri. Dan juga mereka akan mengerjakan tugas kelompok nanti malam.


"Jadi lah, tapi...ke rumah gue dulu, mau ambil pakaian...."


"Hanya pakaian kan??", Mona mengangguk.


Memang ia tadi pergi belum sempat membawa pakaian nya , keburu taxi sudah datang ...dan rencana nya akan mengambil setelah pulang kuliah.


"Langsung ke rumah gue saja, pakai baju gue... biasanya juga begitu...."


"Ah iya...lupa....boleh deh...."


Tidak lama, mobil yang dikendarai Erva sudah sampai di halaman rumah nya,. Di sana nampak sepi, karena waktunya istirahat dan juga kedua orang tua Erva juga tidak ada di rumah.


Setelah mengucapkan salam, yang dijawab oleh bibik yang kebetulan ada di ruang tengah..


Erva dan Mona langsung saja menaiki tangga dan masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


"Hufff... capek banget...." , keluh Erva dengan wajah yang sudah semrawut.


Gimana enggak capek, baru saja beberapa menit yang lalu gadis itu berlari untuk menghindar dari Dokter Anjar.


"Tapi seneng kan ...karena ketemu dengan Dokter yang ganteng dan kece badai itu... mana kaya raya lagi...."


Mona ikut merebahkan tubuh nya di samping Erva, dengan terus menggoda Erva yang saat ini malahan senyum senyum sendiri.


"Enggak juga sih...takut lebih tepat nya...karena gue belum tanggung jawab mobil bagian belakang nya yang rusak, dan juga malahan ngotorin ruangan nya hahahaha...."


"Dasar dodol!!!"


Ke-dua gadis itu diam sesaat, melihat langit langit di atas kamar Erva, dengan menjelajahi pikiran nya masing masing.


"Boleh ..seger juga...apalagi mendung gini...."


"Oke lah ..gue persen dulu... seperti biasanya ya ..level hot....", Mona mengangguk.


Sembari menunggu pesanan seblak datang, gadis cantik itu nonton film Korea kesukaan. Hingga.... beberapa menit kemudian....


"Gue ke bawah ..."

__ADS_1


Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya pesanan seblak datang juga. Aroma yang harum dan juga warna merah membuat orang ngeri untuk memandangnya...sudah dipastikan kalau itu sangatlah pedas.


"Yakin Lo makan itu??", Tanya Mona yang ngeri melihat mangkuk seblak Erva.


"Iya..seger banget...."


"Tapi, perut Lo gimana???"


"Tenang saja...Lo kan tau...kalau sudah hampir satu tahun lebih gue baik-baik saja...."


Yah memang setelah kejadian masuk Rumah Sakit dan bertemu dengan Dokter Keenan, perut Erva sudah tidak sakit lagi... tetapi... tidak pernah ada yang tau, kapan dikasih sakit dan juga sehat.


"Awas saja kalau kumat....gue enggak mau nolongin Lo!!"


"Santai ... gue sudah kebal dengan makanan pedas...."


Dan tanpa menunggu lama, Erva menyantap makanan pedas dan panas, bahkan ia juga sudah lupa dengan anjuran Dokter untuk tidak makan makanan yang terlalu pedas.


"Gila Lo Er...ini bukan makanan... tetapi...sambal...."


Mona yang penasaran, mencoba seblak milik Erva .. dan...ia pun menggeleng...karena ini terlalu pedas, bahkan seblak punya nya tidak sepedas ini..

__ADS_1


"Tapi enak kan??"


Mona mengangguk, memang rasanya enak.. tetapi...ia sendiri ngeri dan tidak mau mencoba milik Erva lagi


__ADS_2