Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Tidak Akan Pernah Ada


__ADS_3

Tidak langsung menjelaskan, Keenan malahan menatap wajah cantik Erva yang saat ini ada di depannya, laki-laki itu kemudian meraih tangan Erva dan menggenggamnya.


Diitatap Keenan seperti itu, Erva memalingkan wajahnya, gadis itu salah tingkah bukan karena ia mencintai Kenan tetapi rasanya aneh saja.


"Kak jelasin jangan malah menatap aku seperti itu.", ucap Erva yang tidak suka dengan tatapan tajam milik Keenan. Gadis itu ke sini bukan untuk melihat Keenan tetapi ingin mendapatkan penjelasan dari Keenan mengapa berita seperti itu bisa tersebar luas.


"Bukan Mas yang menyebarkan, tetapi Mas memang ingin menikah dengan kamu.",


Jawaban dokter Keenan membuat Erva melototkan matanya. Ia pun menggeleng, mengapa sampai Keenan tidak mengakui kalau yang menyebarkan berita itu adalah dia, padahal jelas... berita itu keluar dari akun media sosial dari dokter Keenan.


Masih menggenggam tangan Erva , Keenan kembali lagi mengutarakan apa yang ada dalam isi hatinya meskipun ia sedikit berbohong kalau tidak mengakui dirinyalah yang menyebarkan berita itu.


Memang secara langsung bukan dirinya tetapi Anto, tetapi kejadian itu kalau tidak atas perintah dari Keenan, Anto juga tidak mau melakukannya.


Erva menggeleng ia berusaha menarik tangannya tetapi sama sekali genggaman tangan dokter Keenan lebih erat dan membuat ia tidak bisa lepas.


"Sudah pernah aku katakan kalau aku menganggap Kak Ken hanya teman saja bukan lebih Kak dan sebaiknya Kakak hapus aja postingan itu."


Antara percaya dan tidak percaya tetapi yang saat ini lebih penting adalah Keenan harus menghapus postingan yang berisi tentang berita dirinya dan juga Keenan yang menyatakan kalau akan segera menikah. Dan itu sama saja dengan Keenan yang menyebarkan berita itu , dan yang jelas bagi Erva kalau berita itu sudah sangat merugikan dirinya.


"Oke, Mas hapus tapi kamu mau ya menikah dengan Mas?"


Lagi lagi Keenan mengatakan seperti itu , dan pastinya juga jawaban Erva tetap sama. Gadis itu tidak menerima lamaran dari dokter Keenan.


"Maaf, aku tidak bisa."

__ADS_1


"Kenapa? bukannya selama satu minggu ini kita baik-baik saja, selama satu minggu ini kita juga sudah melewati hari-hari yang indah bersama lalu kenapa kamu tidak mau menikah denganku apa salah Mas, bukankah kamu sudah memaafkan Mas?"


Keenan masih tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Erva, ia pikir selama satu minggu ini dirinya dan juga Eva bersama, bertemu makan siang bahkan jalan jalan bersama itu sudah cukup membuat Erva yakin untuk menikah dengan Kenan, tetapi kenyataannya Erva masih saja menolak lamarannya.


"Sudah berulang kali aku katakan kalau aku sudah memaafkan Kak Keen, tetapi untuk kembali lagi ... Aku tidak bisa dan maaf sepertinya kita memang tidak berjodoh. Dan aku harap Kakak bisa mengerti dengan apa yang aku ucapkan."


Kenan melepaskan genggaman tangannya tetapi ia masih menatap tajam ke arah melihat mata Erva, untuk mengetahui apakah Erva itu berbohong apa tidak.


Tetapi sayang sekali ternyata apa yang dikatakan Erva itu adalah benar dan Keenan sama sekali tidak melihat sedikit kebohongan di mata Erva.


Aku tidak akan menyerah Aku tahu kalau kamu masih mencintaiku dan aku akan memperjuangkan cinta kita, batin Keenan.


"Mas tahu kalau kamu masih mencintai Mas, benarkan? dan tolong jawab jujur."


Erva menghela nafas panjangnya apakah ia harus jujur dengan Keenan atau selamanya akan menyembunyikan perasaan ini.


Jujur saja Erva bingung, ia tidak tahu harus berkata apa kalau dirinya jujur sudah dapat dipastikan kalau Keenan pasti akan tersenyum bangga dan akan terus mengejarnya tetapi Erva bukan tipe gadis yang suka berbohong apalagi terlihat jelas di matanya kalau mungkin Keenan bisa menebak apa yang sebenarnya Erva rasakan.


"Aku jujur kalau di dalam hatiku masih ada sedikit rasa untuk Kak Keen."


Keenan n tersenyum, apa yang ia pikirkan dan apa yang ia rasakan terjawab sudah kalau memang kenyataannya Erva masih sangat mencintainya.


"Tetapi kenapa kamu tidak mau menikah dengan mas, Beb bukankah rasa cinta itu masih ada di dalam hatimu?"


Kembali lagi Erva harus mencari jawaban yang pas dan tepat untuk menjawab pertanyaan dari Keenan, ia tidak mungkin asal-asalan menjawab yang nanti akhirnya ter pojok sendiri.

__ADS_1


"Aku memang masih ada sedikit rasa dengan kakak, tetapi maaf untuk melanjutkan lagi hubungan kita yang pernah putus , Aku tidak bisa."


Sekeras apapun dokter Keenan memaksa Erva untuk menikah dengan dirinya tetapi jawaban Erva tetap sama, sekarang dan sampai kapanpun Erva memang sudah bertekad untuk tidak menerima kembali dokter Keenan meskipun rasa itu masih ada di dalam hatinya.


Masih ada rasa cinta tetapi bukan berniat untuk kembali dan itu tidak salah bukan?


"Mas harus melakukan apa supaya kamu mau menikah dengan Mas, Mas tau ulit untuk menghilangkan rasa cintamu kepada Mas begitu juga dengan Mas. Mas juga tidak bisa menghilangkan perasaan ini kepada kamu, Mas akan mencintai kamu... katakan apa yang harus Mas lakukan supaya kamu mau kembali lagi dengan mas?"


Erva menggeleng cepat, kali ini memang dirinya harus benar-benar tegas dan tidak akan pernah memberikan harapan palsu kepada Keenan.


"Kakak tidak perlu melakukan apa-apa, apapun yang kakak lakukan itu tidak akan membuat aku kembali kepada kakak dan mulai sekarang berhentilah untuk mengejar aku karena mulai sekarang sampai kapanpun aku tidak akan kembali kepada kakak."


Nyesss...


Jawaban dari Erva membuat hatinya sakit,.selama ini ia mengira kalau ia mendekati Erva maka lama-kelamaan gadis itu akan luluh dan mau kembali lagi kepadanya, tetapi sayang sekali hari ini semuanya hancur berkeping-keping... usaha yang dilakukannya sia-sia bahkan penantian selama 1 tahun ini pupus sudah karena Erva dengan terang-terangan menolaknya mungkin bukan untuk sekali ini saja tetapi sudah berkali-kali Erva lakukan.


"Dan sebaiknya Kakak lupakan aku, lupakan perasaan Kakak pada aku dan anggap aku sebagai teman kakak atau sebagai adek Kakak saja dan aku yakin di luar sana pasti Kakak akan mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari aku."


Dengan susah payah Erva mengatakan itu, ia tau mungkin ucapannya akan membuat Kenan sakit hati tetapi ia harus mengatakan seperti itu karena tidak mungkin dirinya terus-menerus membuat Keenan mempunyai harapan besar kepadanya dan saat inilah Erva harus benar-benar memutuskan kalau ia tidak mau menikah dengan Keenan, ia juga harus menjaga jarak dengan laki-laki itu.


"Permisi kak, aku pulang dulu dan jangan khawatir aku tidak akan membenci Kakak dan aku akan menganggap kakak sebagai teman atau malah sebagai kakak aku."


Kenan memejamkan mata, bibirnya tidak bisa mengucapkan satu kata pun kepada Erva, entahlah hatinya merasa teriris... sakit bagai tertusuk-tusuk pisau yang sangat tajam.


Keenan hanya mampu melihat kepergian Erva, Ia juga tidak bisa menahan Erva apalagi memaksa Erva untuk menikah tetapi sampai saat ini ia juga tidak akan menyerah dan masih harus berjuang untuk mendapatkan cinta Erva, meskipun kesempatan itu tidak akan ada.

__ADS_1


__ADS_2