Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Masih Berusaha


__ADS_3

Keenan terdiam, manakala mendengar ucapan dari Anjar yang sangat menusuk di dadanya. Dan memang benar apa yang dikatakan oleh Anjar itu kalau dirinya telah membuat luka yang sangat dalam di hati Erva.


Memang Erva sudah memaafkannya tetapi mungkin seperti yang Erva bilang untuk kembali menerimanya dan merajut cinta dengan Erva rasanya tidak mungkin.


Andai saja posisinya di balik,.Keenan berada di posisi Erva saat ini pasti ia juga akan memilih untuk tidak menerima cinta Keenan dan beralih kepada laki-laki lain.


Tidak dapat berkata-kata lagi itulah yang dilakukan Keenan saat ini, laki-laki itu hanya diam sembari menyadari apa yang terjadi di depannya dan juga sembari mengingat kesalahan yang sudah ia perbuat satu tahun yang lalu.


Jika ia tidak melakukan kesalahan yang fatal satu tahun yang lalu mungkin dirinya dengan Erva sudah bahagia bahkan sudah mempunyai anak dan tidak ada lagi drama seperti ini, tetapi nasi sudah menjadi bubur tidak bisa diubah menjadi keadaan yang seperti dulu lagi.


Apalagi ia tahu betul bagaimana Erva, bagaimana hati gadis itu yang tidak mungkin bisa menerima orang lain yang sudah menyakiti hatinya.


Haruskah Keenan menyerah saat ini dan mengikhlaskan Erva?


Rasanya masih sulit sekali bagi Keenan untuk melakukan itu ia benar-benar sangat mencintai Erva dengan tulus dan menyesal telah meninggalkan gadis cantik itu.


Tetapi mau dikata lagi jika Erva sudah tidak mau kembali lagi dengan dirinya dan memilih untuk bersama dengan laki-laki lain, dan mau tidak mau Keenan juga harus mengikhlaskan Erva meskipun di hatinya sangat sulit sekali menerima kenyataan itu.


"Sebaiknya, kamu jangan mengganggu hubunganku dengan Erva dan datanglah besok. Kalau kamu memang laki-laki sejati ikhlaskan Erva dan biarkan Erva bahagia bersamaku, yakinlah Aku akan membuat Erva bahagia dengan caraku sendiri."


Kembali lagi ucapan dari Dokter Anjar menusuk ke relung jantung Keenan hingga tanpa sadar kedua tangan Keenan terkepal dan siap untuk memberikan bogeman kepada Dokter Anjar saat ini.


Keenan yang sudah sangat emosi langsung saja melangkahkan kakinya dengan harapan ia akan memberikan pukulan kepada Anjar, kalau perlu ia juga akan membunuh laki-laki itu biar tidak dapat kembali lagi bersama Erva.


"Stop Keen!!"


Sebuah teriakan menghentikan apa yang akan dilakukan oleh Keenan. Seorang wanita paruh baya yang masih sangat cantik itu berteriak lalu dengan segera melangkahkan kakinya untuk mendekati Keenan.

__ADS_1


Mami Arin, ibu dari Keenan yang barusan mendapatkan kabar dari Anto langsung saja bergegas untuk menuju ke kampus Erva.


Beliau tahu akan ada kejadian seperti ini maka dari itu setelah mendapatkan kabar dari Anto beliau langsung saja menuju ke sini dan untuk menenangkan putranya.


Semua ini bukan salah Erva bahkan jika terjadi sesuatu kepada Keenan, Mami Arin tidak akan pernah menyalahkan gadis cantik itu yang memang dari awal sampai akhir sudah bertemu dengan Erva dan berbicara panjang lebar dengan Erva.


Bahkan Mami Arin juga sudah mendengar apa keputusan Erva yang memang sudah memaafkan tapi tidak ingin kembali lagi dengan Keenan 


Di sinilah putra nya lah yang salah yang susah dengan menghadapi Keenan tetapi tidak mau melepaskan gadis cantik itu dan memilih kembali dengan segala macam cara yang akan dilakukan.


"Stop Keen, kita pulang!!"


"Tapi Mi, urusanku belum selesai dengan laki-laki itu dan aku harus membawa Erva pergi."


"Ikhlaskan Erva biarkan dia bahagia dengan Dokter Anjar."


"Mana bisa, aku seperti ini karena tidak mau melepaskan Erva, Mami tahu sendiri bagaimana rasa cintaku untuk Erva."


"Kamu boleh mencintai tapi jangan bodoh. Andai saja dulu kamu tidak melakukan kesalahan yang fatal, mungkin Erva tidak akan pernah seperti ini dan kalian bisa bahagia."


Tidak bisa lagi menenangkan putranya, Mami Arin langsung saja mengingatkan Keenan pada kejadian yang dulu bahkan ia juga menyudutkan putranya saat ini yang mana memang kesalahannya itulah yang membuat Erva tidak mau kembali lagi pada Keenan.


"Aku, Aku akui memang salah tetapi apakah tidak ada kesempatan Lagi untukku?"


"Mungkin bagimu untuk memberikan kesempatan itu mudah tetapi kita sebagai seorang perempuan pastinya kesalahan yang kamu lakukan bukan berarti Erva tidak melihat ketulusan cinta kamu tetapi hanya saja takut jika kamu melakukan kesalahan yang sama."


Mencoba untuk menjelaskan apa yang ada di dalam pikiran Erva meskipun Mami Arin sendiri juga tidak begitu paham dengan isi hati Erva tetapi sebagai seorang perempuan , Mami Arin juga sadar kalau memang perselingkuhan itu tidak bisa dimaafkan dan mungkin Erva juga sudah mempunyai prinsip jika tidak akan kembali lagi dengan laki-laki yang sudah menghianati cintanya.

__ADS_1


"Sebaiknya kita pulang."


Mami Arin membawa paksa Keenan kemudian mengajak laki-laki itu untuk menuju ke mobil Mami Arin yang tentu saja di sana sudah ada sopir.


Mau tidak mau Keenan mengikuti apa keinginan Mami Arin dan ia hari ini gagal untuk bisa membawa kabur Erva.


"Dokter Anjar maaf dan sampaikan maaf Tante kepada Erva juga."


"Iya Tante tidak masalah."


"Dan urusan kita belum selesai!!" Ucap Keenan di sela-sela langkah kaki nya menuju ke mobil Mami Arin.


Anjar tidak menanggapi apa yang diucapkan oleh Kenan ia hanya menatap tajam ke arah laki-laki itu dan berusaha untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan apa yang dikatakan Keenan.


"Erva, Mas sangat mencintaimu dan tolong kamu batalkan pernikahan kamu dengan dia, Mas berjanji tidak akan mengulangi kesalahan Mas, Mas sangat mencintaimu erva." teriak Keenan lagi yang sudah seperti orang gila ketika ia lewat di samping mobil Anjar.


Sama yang dilakukan oleh Anjar, Erva hanya diam saja dan masih berada di dalam mobil, sepertinya ia memang tidak perlu menanggapi apa yang dikatakan oleh Keenan yang mana nanti jika ia keluar masalahnya akan semakin rumit saja.


Setelah melihat mobil yang membawa Keenan pergi dari parkiran kampus, Anjar lalu menelpon Aris untuk segera datang ke parkiran.


Dan tidak lama laki-laki itu sudah datang dan saat ini berada di depan Dokter Anjar.


"Kamu bereskan semuanya."


Aris tugasnya saat ini yaitu membereskan semua yang ada di sini karena ada beberapa mahasiswa yang mengabadikan pertengkaran antara Dokter Anjar  dengan Dokter Keenan dan tentu saja itu akan mereka unggah dan akun media sosial dan akan menjadi berita viral hari ini.


"Baik dokter."

__ADS_1


Aris langsung saja meninggalkan Dokter Anjar dan menjalankan tugasnya dengan baik, kalau masalah ini itu sangatlah kecil apalagi yang dihadapi adalah seorang mahasiswa yang pastinya dengan dikasih beberapa lembar uang merah mereka akan tutup mulut dan menghapus apa yang sudah mereka rekam tadi.


__ADS_2