Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Lebih Dewasa


__ADS_3

Mobil yang dikendarai Keenan meninggalkan gerbang sekolah elit itu. Dari tadi Erva belum sadar jika mobil yang ditumpangi bukan mobil nya.


"Loh kak, ini kan mobil kakak, terus mobil aku?", tanya Erva yang baru sadar ternyata bukan mobil nya.


Memang dari luar nya saja sama, tetapi..kalau sudah di dalam...jelas beda, apalagi mobil Erva yang banyak pernak pernik ala ala anak muda masa kini.


"Mobil kamu udah di rumah, tadi kakak minta asisten kakak untuk mengantarkan", jawab Keenan yang masih setia menatap jalanan tanpa melihat lawan bicara nya.


"Oh gitu, makasih kak", jawab Erva simpel. Ia pun tidak banyak bertanya lagi.


"Kita makan dulu ya, kakak lapar, dan pastinya kamu juga belum makan, kakak yang traktir sebagai ucapan terima kasih", ucap Dokter Keenan.


"Iya terserah kakak".


Mobil Dokter Keenan melaju membelah jalanan. Karena bertepan dengan waktunya pulang sekolah, jalanan pun dipenuhi dengan anak anak yang masih berseragam.


Tibalah mereka diaebuah restoran mewah. Erva turun dari mobil kemudian berjalan mengekori Dokter Keenan.


"Mau pesan apa?", tanya Dokter Keenan.


"Samain aja ma kakak".


Dan pelayan menghampiri mereka, sambil menunggu makanan siap, Erva mencoba membuka suara agar tidak canggung.


"Kakak sering ke sini?", tanya Er yang memang kelihatannya pelayan dan pekerja di restoran itu sudah sangat kenal dengan Dokter Keenan.


"Dulu sering", jawab Dokter Keenan sambil mengingat ingat kejadian dulu, di mana dia sering, menghabiskan waktunya direstoran ini dengan Amira.


"Sama seseorang?", tanya Erva yang agak ragu sebenarnya untuk bertanya tentang ini.


"Iya seseorang yang sangat berarti buat aku, tapi sekarang..."

__ADS_1


Belum lagi Jika Dokter Keenan melanjutkan kata kata nya itu, pelayan datang membawa pesanan makanannya tadi.


"Makan dulu Er, sudah siang banget",.kata Dokter Keenan yang kemudian meraih sendok dan memulai makan nya.


Mereka makan dengan sangat tenang. Tetapi ada yang beda dengan Dokter Keenan karena sedari tadi Erva masih memperhatikan wajah Dokter Keenan itu. Erva jadi merasa bersalah dengan apa yang ditanyakan kepada Dokter Keenan, karena setelah Dokter Keenan menjawab pertanyaan Er, raut muka nya berubah, seolah olah sedang menyimpan kesedihan yang begitu mendalam.


Ditengah tengah pikiran Er yang masih melalangbuana kemana mana, Dokter Keenan kembali bersuara.


"Dulu aku ke sini dengan tunanganku, lebih tepatnya mantan tunannganku, aku berpisah dengan Amira sudah 1 tahun nan lebih, setelah kami menjalin kasih selama 2 tahun, tetapi nasib berkata lain, ternyata Amira lebih memilih laki laki lain daripada aku" tegas Dokter Keenan menceritakan sejarah hidupnya, dengan mata yang berkaca kaca.


Jelas saja Erva seketika melongo tidak percaya. Padahal laki laki yang di didepannya ini adalah salah satu makhkuk Tuhan yang sempurna, baik segi fisik maupun kepribadiannya.


"Apa kakak masih mencintainya? dan masih berharap padanya?", tanya Erva.


" Kalau boleh kakak minta, kakak ingin menghapus nama nya di hati kakak, dan menghilangkannya dari pikiran kakak, tapi...semakin kakak melupakan dan berusaha menghilangkan rasa itu, kakak semakin tersiksa bahkan semakin mengingatnya." Ucap Dokter Keenan kembali dengan mata sayu nya itu.


Sejenak Erva berpikir dan berhenti untuk bertanya. Dalam hati ia berkata, sedalam apakah rasa cinta yang dimiliki oleh Dokter Keenan sehingga membuat sang dokter muda itu menjadi terpuruk. Luarnya aja yang kuat tetapi dalam nya rapuh.


"Amira adalah cinta pertamaku, aku juga gak mengerti seberapa dalam rasa cinta dan sayangku untuk dia, tetapi setelah penghianatan yang dilakukannya, hatiku menjadi sakit, duniaku menjadi runtuh, seakan untuk hidup pun aku tak sanggup", kata Dokter Keenan yang kemudian meneteskan air matanya.


Seketika itu Erva sontak meraih tangan Dokter Keenan dan kemudian menghapus air mata di pipi dokter muda itu. Dokter Keenan tidak mengucapkan kata kata lagi setelah Er mencoba menenangkan nya dengan sentuhan lembut tangan Erva, malahan Dokter Keenan semakin mempererat genggaman tangan Er. Dan Er pun terkejut, lalu melepaskan genggamannya.


"Maaf", kata Dokter Keenan lirih.


"No problem Dok", jawab Erva sambil tersenyum manis.


"Apa aku salah jika aku terlalu mencintainya?" tanya Dokter Keenan lagi.


Erva yang ditanya bingung sendiri, pasalnya dia juga baru merasakan patah hati, e malahan dicurhatin orang lagi. Erva menghembuskan nafasnya kasar, mau jawab apa ia pun tidak tau.


"Dokter nggak salah, mencintai dan menyayangi itulah hak setiap orang, tetapi kesalahan dokter hanya satu, dokter tidak bisa atau belum bisa mengikhlaskan seseorang itu untuk dimiliki oleh orang lain, dokter hanya menganggap bahwa disini dokter lah yang terluka, tanpa tau perasaan orang lain", ucap Erva sok bijak..padahal ia sendiri belum mampu untuk melakukan seperti itu.

__ADS_1


Lagi lagi Dokter Keenan dibuat terkejut dan kagum dengan sosok gadis muda yang masih berseragam SMA itu. Diusianya yang terbilang masih muda, gadis itu sudah bisa memberikan pencerahan pencerahan layaknya ustadzah ustadzah yanh ada di layar datar setiap paginya.


"Untuk melupakan bahkan menghilangkan rasa cinta yang ada didalam hati kita itu sangat sulit kakak, bahkan kalau boleh memilih aku lebih baik amnesia dari pada harus mengingat cerita lama, karena aku juga mengalami seperti kakak" ucap Ervaembut yang tiba tiba curhat masalah pribadinya ke dokter muda itu.


Sontak Dokter Keena terkejut lebih tepatnya pura pura terkejut saja, karena ia sudah tau semua tentang Erva. Sebelum Dokter Keenan bertanya, mulut Er sudah kembali berbicara.


"Kalau aku jadi kakak, aku gak akan pernah menghilangkan atau mencoba melupakannya, karena apa? karena semakin kita mencoba menghilangkan dan melupakannya, masih rasa cinta untuknya tidak akan hilang apalagi malahn berkurang, jadi tutup rapat rapat kenangan masa lalu, jangan mengingatnya lagi tapi jangan pula menghilangkannya, secara perlahan lahan itu pasti akan hilang dengan sendiri nya, apalagi kalo kita sudah menemukan sesuatu yang baru, yang dapat mengisi hati kita." Ucap Erva lagi, berharap dia juga akan bisa menghilangkan rasa cinta nya ke Romi, dengan hadirnya seseorang dihidupnya.


"Percayalah akan ada pelangi setelah hujan", tambah Erva dengan nada suara khas memendam kesedihan dalam hatinya.


Dokter Keenan kembali merasa takjub dengan sosok gadis muda itu. Dengan umur yang masih muda, tetapi gadis ini bisa bersikap dewasa. Padahal kalau orang lain memandang, Er hanyalah seorang gadis kecil yang manja. Tetapi hari ini seseorang telah mematahkan argumen dari kebanyakan orang yang menilai Er berbeda.


"Jadi kamu juga pernah merasakan itu?" tanya Dokter Keenan, masih dengan pura pura, ia ingin tau kisah sebenarnya dari mulut Erva sendiri.


Kemudian Erva pun mengangguk, "Iya".


Dan melanjutkan kalimatnya lagi.


"Aku baru saja putus beberapa hari yang lalu, sebelum aku masuk rumah sakit, pacarku menghianatiku", ucap Er pelan.


"Masih kecil main cinta cinta an, lah patah hati akhirnya masuk rumah sakit". Dokter Keenan menimpali seakan menyindir Erva.


"Kakak ih...aku masuk rumah sakit itu gak karena putus cinta lagi, sebelum aku mergoki mantan pacar aku lagi ciuman ma selingkuhannya perutku sudah sakit kakak, kakak ih nyebelin deh" ucap Erva dengan muka masam, tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Keenan.


"Wekekekekekekekkk", Keenan pun malahan menertawakan Erva.


"Habis pas banget sih Er, kamu putus habis itu masuk rumah sakit, untung yang sakit perutmu, coba kalo tanganmu, bisa bisa masuk berita, ada seorang siswi putri pengusaha terkenal mencoba melakukan aksi bunuh diri karena putus cinta dengan pacarnya" kata Dokter Keenan dengan tertawa ngakak.


"Kakak ih nyebelin deh", ucap Erva dengan mengerucutkan bibirnya persis seperti ikan.


Dan tiba tiba Dokter Keenan mendekat ke Erva, kemudian............

__ADS_1


__ADS_2