
Setelah ngobrol panjang lebar sambil makan tadi, akhir nya Keenan mengantarkan Erva pulang ke rumah nya. Sepanjang perjalanan pun, tidak ada obrolan diantara keduanya, hingga...mobil Keenan sudah sampai di halaman rumah Erva.
"Makasih Kak, aku turun ya....."
Erva ingin membuka sabuk pengaman, tetapi.....tangan Keenan lebih dulu menahan tangan Erva.
Erva kaget, karena tiba tiba Keenan mendekat dan menyombongkan wajahnya lebih dekat dengan Erva., hingga Erva yang gugup.... reflek menahan dada Keenan,. Ia tidak mau kejadian tadi siang dan kemarin terulang lagi, apalagi dengan hatinya yang belum jelas saat ini.
"Kenapa?? takut aku cium?"
Dengan entengnya Keenan mengatakan seperti itu, tentu saja jawaban dari Erva adalah iya.
"Tentu saja, Kakak kan nyosoran, sudah seperti soang saja....lagian kita belum halal ...bukan muhrim juga...."
Keenan tertawa, bukan nya menjauhkan tubuh nya, ia malahan semakin merapatkan tubuh nya, yang tadi sempat terdorong pelan oleh Erva.
"Makanya, tadi kan aku seriusin....tapi kamu nya nolak..."
Ada ada saja jawaban dari Dokter Galon itu, entahlah...itu murni dari dalam lubuk hatinya, atau memang ia yang lagi galon dan butuh kasih sayank...m
"Bukan aku nolak, tapi kan....."
Cup
Belum juga Erve meneruskan ucapan nya, Keenan sudah lebih dulu membungkam bibir nya dengan bibir Keenan, yah.. meskipun hanya sebentar saja, tetapi..itu bisa membuat Erva kalang kabut tidak karuan.
Klik....
Setelah mencium Erva, Keenan membuka sabuk pengaman. Yang sebenarnya...Keenan hanya ingin membuka sabuk pengaman saja, tetapi... melihat Erva yang sudah ambil ancang-ancang... akhirnya Keenan tergoda.
"Yuk turun...."
Belum hilang rasa terkejut nya, Erva melihat Keenan yang sudah turun dulu dari mobil nya.
Kenapa tuh orang ikut turun???
Erva larut dalam pikiran nya sendiri, bukan nya segera turun. Gadis cantik itu malahan bengong dengan matanya menatap ke arah Dokter Keenan. Hingga laki laki itu masuk ke dalam rumah nya, karena kebetulan pintu rumah tidak tertutup.
__ADS_1
Tidak mau orang tuanya curiga dan pastinya menanyakan keberadaan nya, Erva akhirnya turun. Ia masih bingung dengan apa yang dilakukan oleh Keenan yang tiba tiba masuk ke dalam rumah nya, tanpa mengajaknya lagi.
"Assalamualaikum....."
Erva mengucapkan salam, dan langsung di jawab oleh Kedua orang tuanya dan juga Keenan.
"Waalaikumsalam....."
Mata Erva melotot sempurna, manakala ia melihat Keenan yang sudah ngobrol akrab dengan kedua orang tuanya.
"Duduk dulu sayank....nak Dokter mau ngomong sesuatu katanya...lagian lama banget keluar dari mobilnya, padahal nak Dokter sudah menghabiskan satu gelas oranye jus....."
Keenan hanya senyum senyum sendiri, ia juga melihat ke arah Erva yang saat ini salah tingkah. Tentu saja, ini adalah trik Keenan supaya bisa dengan mudah jalan dengan Erva.
Drama apalagi ini???, batin Erva...
Erva juga melihat ke arah Keenan yang sedari tadi melihat ke arah nya., senyum senyuman lagi.
Gadis itu menurut, ia lalu duduk di samping Papah Bram dan didepan Keenan.
"Begini Om dan Tante..."
Keenan menarik nafasnya kasar, ia sudah bertekad dalam diri nya, kalau ini adalah keputusan nya yang terbaik....supaya ia bisa melupakan Amira dengan menjalin hubungan yang serius dengan Erva.
"Niat saya ke sini, ingin berkenalan dengan Om dan Tante, dan sekaligus... ingin lebih mengenal Erva. Sekaligus, ingin meminta ijin.....untuk bisa lebih dekat dengan Erva dan keluarga nya., dan juga melangkah lebih lanjut lagi."
Ucapkan Dokter Keenan tentu saja tidak main main, laki laki tampan dan dewasa itu begitu yakin dan tulus ingin lebih dekat dengan Erva, meskipun ia tau ..kalau saat ini belum ada cinta di dalam hatinya, hanya ada rasa sayank dan nyaman saja.
Apa apaan?? kenapa tuh orang berani ngomong begitu sama Papah dan Mamah, dia memang gila!! tidak waras!!!
Papah Bram dan Mamah Hana saling pandang, mereka tersenyum dan bergantian melihat ke arah Keenan dan juga Erva.
"Kalau Om sebenarnya tidak keberatan, malahan Om senang dengan kamu, laki laki yang mau terus terang dan meminta ijin untuk mendekati anak Om, tetapi....maaf.... kalau untuk melangkah lebih lanjut lagi, apa sebaik nya kamu pikirkan dulu??? Erva masih sekolah....yah, meskipun sekarang banyak yang menikah diusia muda dan masih sekolah.... tetapi...kamu mungkin belum tau Erva seperti apa, keseharian nya dan sifatnya....."
Keenan tersenyum, ia melihat ke arah Erva sebentar dan mengedipkan sebelah matanya.
"Kita akan jalani hubungan ini dengan pelan pelan Om, saling mengenal dulu, yang penting...saya sudah mendapatkan ijin dari Om....."
__ADS_1
"Baiklah....Om mengijinkan selama itu baik untuk kalian berdua, tetapi...Om harap...kamu bisa menjaga Erva, kalau sudah tidak tahan ... segera lah nikahin putri Om...."
"Papah!!"
Erva rasa, Papah nya terlalu cepat mengambil keputusan... sementara Papah Bram belum tau betul siapa Keenan dan bagaimana sikap nya.
"Terimakasih Om, Saya akan menjaga Erva dan melindungi nya...."
Ucapan yang keluar dari mulut Keenan benar benar tulus, yang membuat Erva lagi lagi tidak bisa berbuat apa apa. Hanya diam mematung sembari melihat ke arah Keenan.
"Kalau begitu, kalian ngobrol saja dulu...Om dan Tante mau istirahat....."
"Iya Om ...."
Setelah kedua orang tuanya Erva pergi, Keenan senyum senyum sendiri seperti orang gila, ia juga memberikan kedipan mata nakal ke arah Erva.
"Ishhh ganjen... sebaiknya Kakak pulang deh, aku mau istirahat...", usir Erva yang mendadak jantung nya tidak baik baik saja.
"Oke...aku pulang ya dek, dan jangan kangen...besok aku anter ke sekolah...."
"Ti---.."
"Tidak terima penolakan....", ucap Keenan memotong apa yang ingin dikatakan oleh Erva.
Erva hanya mengangguk, ia lebih baik mengiyakan saja ucapan Keenan daripada ujung ujung nya nanti ribet dan tidak pulang pulang.
Erva berdiri dan mengantarkan Keenan keluar dari rumah nya, tentu saja tidak sopan kalau membiarkan Keenan keluar sendiri., sementara ada diirinya di sana.
"Aku pulang dulu, dan mulai sekarang...kita jalani saja seperti air yang mengalir....tetapi aku tidak pernah main main dengan ucapan aku, ketika kita sudah cocok...aku akan melangkah lebih jauh lagi, ke jenjang pernikahan .", ucap Keenan serius.
"Meskipun tanpa cinta Kak??"
Jelas saja Erva masih ragu, bagaimana kalau selama jalan dengan Dokter Keenan, baik diirinya maupun Keenan tidak bisa melupakan sang mantan??? kalau seperti itu tidak masalah, tetapi...kalau misal hanya salah satu yang mencintai...hingga akhirnya cinta nya bertepuk sebelah tangan????
Ah, memikirkan saja, Erva sudah pusing setengah mati, seandainya saja ...masa lalu Keenan tidak seperti itu, pastinya....Erva akan menerima Keenan dengan senang hati.
"Cinta itu akan datang dengan sendirinya, seiring berjalannya waktu kita akan terbiasa hingga menumbuh kan benih benih cinta."
__ADS_1