Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Cantik Sekali


__ADS_3

Srekkk...


Rico mengambil ponsel milik Anjar dan melihat apa yang tadi dilihat oleh teman nya itu. Yakin penasaran sekali, selama menjadi teman Anjar, ia tidak pernah melihat Anjar seperti itu, apalagi sampai menatap ponsel dengan begitu dekat dan juga dengan ekspresi yang tidak seperti biasanya.


"Kau!!"


Anjar berteriak, ingin sekali mengambil kembali ponsel yang kini ada ditangan Rico, tetapi sayang sekali tangan nya kalah cepat dengan tangan Rico.


"Sabar An... duduk saja dulu.. aku hany ingin melihat saja, daripada aku mati penasaran dengan apa yang kamu lakukan.", ujar Rico dan langsung membuka ponsel Anjar. Untung saja ponsel nya tidak dikunci, hingga ia bisa leluasa untuk melihat apa yang menjadi penasaran sedari tadi.


"Oh..Ya Tuhan..cantik sekali...."


Rico menganga, setelah ia membuka ponsel Anjar dan melihat ke arah layar , yang menampakkan foto gadis cantik bahkan sangat cantik. Sudah dapat ditebak, jika Anjar sedari tadi memandangi foto gadis cantik itu.


"Jangan macam macam.",


Mendengar foto Erva di puji, Anjar tidak terima. Hanya ia yang boleh memuji dan melihat dengan jelas wajah Erva, baik itu difoto ataupun secara langsung..


"Aku tidak macam macam, hanya ingin kenalan saja.", ucap Rico sengaja..


Sengaja ingin memancing bagaimana ekspresi Anjar, kalau memang yang ada di dalam foto itu tidak perempuan yang sangat spesial untuk Anjar, pasti tidak akan sampai ngamuk.


Dan kenyataan nya, hanya mengagumi saja ...Anjar sudah marah dan matanya melotot tajam seperti ingin berperang.


"Kalau tidak macam macam, Ngapain melihat seperti itu...sini ponsel Aku...."


Anjar ingin merebut kembali ponsel nya, padahal itu adalah ponselnya... tetapi mengapa ia yang susah. Dan seperti tadi, Rico akan mempertahankan ponsel nya dan tidak memberikan nya pada Anjar, sebelum semua nya jelas.


"Sebentar... aku mau lihat dulu... dia siapa, dan cocok apa enggak sama kamu...."


Tidak menjawab, Anjar kembali duduk...ia hanya pasrah ketika Rico mulai membuka satu persatu foto yang sudah tersimpan di galeri nya.


"Jangan lihat ke mana-mana.", ucap Anjar lagi.


Sudah ada dipikiran Anjar kalau tangan Rico mulai ke mana mana, tentu saja selain pasrah...Anjar juga tidak suka jika temannya itu melihat dengan jelas foto Erva, karena sudah pasti....Anjar menyimpan banyak foto di galeri.

__ADS_1


"Ckk tau saja kalau aku buka galeri kamu... cantik banget, anak mana???"


Seketika Anjar melototkan matanya lagi....ia lagi lagi di buat emoso dengan ucapan Rico dan ini adalah pertama kali nya Anjar sampai begitu. Dan entahlah.. bagaimana Erva bisa menerobos masuk ke dalam hati Anjar, yang meskipun sebenarnya belum jelas juga.


"Jangan dilihat...sini!!"


"Katakan dulu..siapa dan anak mana?? nanti aku kembalikan ponsel mu..."


Semakin senang saja Rico menggoda Anjar, ia tau kalau perempuan yang ada di foto itu adalah orang yang spesial untuk Anjar.


"Tidak siapa siapa, sudahlah sini!!!"


Anjar merebut kembali ponsel nya dan berhasil.. ia juga memastikan kalau foto Erva aman, siapa tau temannya yang playboy itu malahan menginginkan Erva....


Tidak ada lagi yang ingin dilihat dari Rico, yang jelas ia sudah melihat semua nya bahkan semua galeri ponsel Anjar isinya hanya foto gadis yang kemungkinan besar adalah seseorang yang Anjar suka.


"Ckk tidak siapa soal, tetapi banyak sekali foto nya di sana..ngaku saja?? kita sudah lama berteman dan aku tau kamu tidak suka menyimpan foto perempuan... tetapi...kenapa di sana malahan ada banyak...".


Siapa tau Anjar mau membuka mulut nya dan mengatakan siapa gadis itu, yang membuat nya penasaran.


Rico baru ingat sekarang, beberapa hari yang lalu ia juga melihat Anjar dengan ekspresi wajah yang tidak seperti biasa nya dan dapat dipastikan kalau memang orang yang sama.


"Kalau sudah tau, mengapa nanyak...."


Anjar tidak bisa berkutik lagi ...Rico memang taman baiknya dan tidak ada salahnya untuk sekedar berbagi informasi penting mengenai dirinya.


"Astaga jangan marah... cantik sekali calon Bu Bos....dapat darimana?? dan kapan sah nya?...gue sudah pengen kondangan loh ...dan satu lagi, masih muda...pasti sangat nikmat nantinya....."


"Brengssekkkk!!! pulang sono!! ngapain ada disini?", usir Anjar.


Telinga nya panas mendengar ucapan dari Rico apalagi yang sifatnya memuji Erva.. dan apa tadi nikmat??? gila memang teman satu satunya Anjar ini.


"Oke lah, gue pulang...kalau butuh bantuan...gue siap membantu..", ucap Rico yang langsung berlalu pergi, daripada nanti kena marah sama Anjar.


"Sialan!!!"

__ADS_1


...******...


Erva sudah sampai di rumah nya, ia tidak perlu lagi berbelanja karena ingin memastikan bahan bahan apa saja yang masih ada dan tentu nya menghemat waktu juga


Tidak langsung ke kamar, yang Erva tuju adalah dapur... dimana jam segini pasti bibik sudah berada di sana...dan juga kebetulan sekali...Erva tidak melihat mobil Mamah Hana yang kemungkinan belum pulang.


"Bik bantuin aku masak ayam bakar madu...."


Yah Erva memutuskan untuk masak itu saja, selain bahan bahannya juga sudah ada, waktu yang diperlukan juga tidak lama, pas sekiranya dengan waktu makan siang nanti.


"Siap non."


Tidak banyak bertanya, meskipun ini adalah pertama kalinya Erva turun ke dapur apalagi memasak...bukan karena malas tapi memang Erva lebih banyak kegiatan di luar daripada di Rumah.


"Apa yang harus aku lakukan bik, aku enggak tau apa apa....."


Erva sebenarnya ragu ragu untuk memasak, takut saja kalau salah dalam memberikan bumbu dan juga nanti rasanya tidak pas di lidah Dokter Anjar.


Bibik itu tersenyum, ia tau kalau masakan ini pasti nya untuk seseorang, dan saatnya jiwa kepo nya bertanya tanya...


"Untuk Dokter Anjar non??", tanya Bibik sembari memberikan bumbu bumbu apa saja yang akan di gunakan oleh Erva..


"Iya bik, tau saja deh....."


"Sudah bibik duga...bibik bantuin ya...non bikin sambelnya..atau non yang bikin ayam nya??", tawar bibik yang mana memang pekerjaan nya sudah selesai.. tinggal menyiapkan diatas meja saja.


"Aku ayam nya saja bik.....hanya itu kan bumbunya??"


"Iya non..."


Setelah mendapatkan arahan dari bibik, Erva segera melakukan apa yang seharusnya dilakukan nya. Dan ia juga harus memastikan waktu supaya tepat... tidak lama dan tentu saja masakannya matang.


Beberapa menit berlalu, tentu saja sudah hampir matang ... Erva memutuskan untuk mandi dulu sebentar... tidak lucu kalau ke Rumah Sakit dan ketemu dengan Dokter idola eh penampilan nya kucel dan bau ayam.


Walaupun hanya sebentar saja mandinya, tidak masalah...yang penting sudah wangi dan bersih juga cantik.

__ADS_1


__ADS_2