Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Dokter Galon


__ADS_3

Tak ada banyak kata yang diucapakan Erva pagi ini., ia sendiri bingung dengan apa yang dirasakan nya. Apalagi kejadian tadi pagi, yang membuat pikiran Erva melayang entah kemana.


Tidak tau. Dua kata yang diucapkan dalam hatinya, tidak tau apa yang ia rasakan, apakah diirinya memang sudah menaruh rasa pada Dokter muda nan tampan itu??? atau tidak tau dengan apa yang terjadi pada hatinya.


Entahlah, seseorang tiba tiba datang dan memberikan nya perhatian, di saat hatinya benar benar hancur dan lebur karena sebuah penghianatan.


"Aneh", gumamnya pelan yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri.


Tidak ingun terlalu banyak berpikir, Erva berjalan menelusuri lorong sekolahnya. Tanpa sengaja Erva mendengar percakapan 2 orang manusia di dalam kelas. Yang membuat langkah kakinya terhenti dan mendengar sekaligus melihat siapa yang ada di dalam kelas


"Gue gak mau putus Rom", teriak Mirna.


"Gak...gue maunya putus, gue gak suka apalagi cinta ma Lo!!"


Suara Romi tidak kalah lantang dengan suara Miran, bahkan laki laki itu terlihat sangat emosi. Untung saja, hari masih terlalu pagi, sehingga belum ada yang masuk ke kelas, hanya beberapa saja yang melintas melewati kelas Romi.


"Cih...ngakunya gak cinta, tapi kemarin lo menikmatinya bukan?"


Yah, Romi memang brengseekkk!! setelah mendapatkan apa yang ia mau, lalu ditinggal begitu saja, dengan alasan enggak cinta..lalu yang dilakukan nya kemarin itu apa???


"Lupakan itu, lagian Lo yang nawarin ke gue, dan Lo juga menikmatinya.", ujar Romi lagi


Ya, ia memang menikmati...tapi rasanya hampa karena ia bukan yang pertama menjamah wanita itu.


Plakk


Satu tamparan dari Mirna mendarat di pipi Romi, seketika Romi memegang pipinya yang terasa panas.


"Brengsek elu Rom...gue bakalan buat Lo cinta ma gue."


Mirna juga ikut emosi, bagaimana tidak ...setelah digunakan di buang begitu saja, padahal Mirna pikir...Romi juga mencintai nya.

__ADS_1


"Gue masih cinta ma Erva, cuma dia yang gue mau."


Ucapan dari Romo membuat Mirna kaget sekaligus menyunggingkan senyuman nya, Tidak menyangka dengan ucapan yang kejar dari mulut Romi barusan, padahal Mirna sudah susah payah untuk mendapatkan Romi, dengan cara apapun juga.


Deg


Seketika Erva memegang dadanya ketika mendengar pembicaraan Romi dan Mirna. Erva mematung, dia sendiri tidak percaya akan apa yang didengarnya, tapi itu kenyataan.


"Menikmati, gak mau putus", kata kata itu masih terngiang di benak Erva, hingga ia menggelengkan kepala nya.


Berarti benar kalau mereka selama ini menjalin hubungan di belakang Erva, bahkan melakukan hubungan itu berulang ulang.


Sedih...tetapi untuk apa. Toh diantara Erba dan Romi sudah tidak ada hubungan apa apa lagi. Nyesel?? nyesel karena mencintai Romi. Gak....mencintai seseorang itu bukan kesalahan dan gak perlu disesali.


Tapi jujur, Erva kecewa, kecewa karena ia berharap lebih hubungannya dengan Romi. Karena keluarga nya dan Romi sudah saling mengenal. Tapi apa...Romi dengan tega menghianati nya.


Kembali??? tidak ada di kamus Erva untuk balikan ke mantan, walau dirinya masih sangat mencintai sang mantan. Seperti saat ini hatinya begitu sakit mendengar Romi dan Mirna berbicara kalau mereka berulang kali tidur berdua.


"Ciehhh...katanya insaf, tobat, tapi nyatanya juga nglakuinnya lagi" gumam Er pelan., dengan masih memperhatikan kedua orang yang berada di dalam kelas.


Hingga, beberapa menit kemudian....


Romi keluar dari kelas nya. Seketika berhenti karena melihat Er yang masih berdiri di depan kelas Romi.


Deg


'Apa Er dengar semua yang aku omongin tadi, gila!!!'


"Er, gue bisa jelasin!!',


Romi tidak mau kalau Erva salah paham, apalagi Romi yakin kalau Erva tau semua yang dibicarakan nya pada Mirna tadi.

__ADS_1


"Gak ada yang perlu dijelasin lagi Rom, lagi pula kamu bukan siapa siapa aku lagi, kamu bukan pacar aku lagi, jadi kamu bebas mau ngapain aja".


Erva menarik nafasnya, berusaha sebisa mungkin untuk tidak emosi, meskipun hatinya sangat sakit dan hancur mendengar kenyataan kalau Romi sudah menjalin hubungan dan melakukan nganu nganu dengan Mirna sudah lama.


"Tapi iti tidak seperti yang kamu dengar Er."


"Apa aku juga harua lihat adegan itu langsung, dan memastikan bahwa yang aku dengar memang benar?".


Romi diam, bibirnya sudah tidak bisa lagi berkata kata. Setelah kemarin dia menyatakan maaf ke Erba dan akan berubah, tetapi apa..Erva malahan mendengar sendiri apa yang seharusnya tidak tejadi.


Susah payah Romi berusaha agar Er menerima permintaan maaf. Tapi mungkin semua nya hanya sia sia. Entahlah apa Er masih mau temenan ma Romi atau tidak.


Ting


Sebuah pesan masuk di ponsel Erva. Ya Erva kini sudah berada di kelasnya, menunggu Mona yang datang terlambat pagi ini.


[Kakak sayang kamu Er].


Pesan yang dikirimkan Dokter Keenan kepada Er , sontak membuat Er membulatkan matanya, antara percaya atau tidak. Kejadian tadi pagi saja Er masih tidak percaya, waktu Dokter Keenan menyatakan hal yang sama dengan pesan yang Er terima ini.


."Dasar dokter galon (gagal move on)", gumamnya lirih.


Huhhh....Erva juga tidak peka, mencibir Dokter Keenan gagal move on, tapi nyatanya dirinya sendiri juga gagal move on. Gimana mau move on coba? kalau setiap hari juga liat itu muka ganteng tapi playboy...kalu gak lihat di sekolah juga pasti ketemu di rumah.


Erva senyum senyum sendiri memandangi ponselnya, sembari mengingat wajah tampan sang dokter galon.


"Mana mungkin Dokter yang gagal move on itu bisa suka ma aku? secara di juga masih cinta ma mantan tunangannya" ucap Erva pelan, namun tiba tiba


ada seseorang yang masuk kelas Erva.


Tanpa sadar orang itu sudah memperhatikan Erva dari tadi.

__ADS_1


"Siapa?"


__ADS_2