Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Berita Heboh


__ADS_3

Satu Minggu kemudian.


Sudah satu minggu, Erva dan juga Anjar tidak bertemu. Bukan karena atas saran dari dokter Riko tetapi memang kesibukan masing-masing yang mengharuskan keduanya tidak bertemu, tetapi meskipun mereka ketemu itu pun cuma sekilas saja, dsn tidak janjian.


Terakhir pertemuan mereka adalah satu minggu yang lalu itu pun di restoran Jepang dan dengan pikiran Anjar yang mengarah pada Erva yang balikan lagi dengan Keenan.


Jangan tanyakan Rindu mereka seperti apa, baik Erva maupun Anjar sama-sama saling rindu tetapi mereka benci untuk mengungkapkannya dan juga tidak ingin menghubungi satu sama lain.


Mencoba bertahan dengan perasaan mereka masing-masing tetapi nyatanya tidak bisa dan hari ini baik Erva maupun Anjar uring-uringan sendiri dan ternyata di samping kangen, karena ada sesuatu masalah yang mungkin akan membuat hubungan mereka semakin tidak bisa diharapkan lagi.


Tetapi hari ini, Erva dibuat emosi, marah dan ingin mencakar-cakar wajah Keenan yang mana ia dikagetkan dengan berita pertunangan dirinya dengan dan pernikahannya yang akan dilakukan minggu depan.


"Sabar Er, jangan emosi dulu mungkin itu hanya salah paham saja atau memang sengaja ada pihak lain yang ingin memanfaatkan kesempatan ini.", ucap Mona berusaha meredam emosi dari Erva meskipun sebenarnya Ia juga tidak suka dengan berita ini dan di dalam hati, Mona juga menuduh kalau yang menyebabkan berita ini adalah Keenan, tetapi di dalam situasi seperti ini tidak baik jika Mona malah membuat efek semakin panas dan mengatakan kalau Keenan lah yang menyebarkan berita seperti ini.


"Sabar bagaimana lagi? Lo tidak lihat bagaimana gosip di luar sana!!"


Erva sudah mencoba bersabar tetapi rasanya kesabaran Erva sudah habis, tetapi ia juga tidak bisa berbuat apa-apa... hanya marah-marah saja dan melampiaskan kesalahannya kepada Mona.


Entahlah siapa yang salah, saat ini tetapi pikiran Evya malah tertuju kepada dokter Anjar . Erva takut kalau sampai berita ini terdengar oleh Dokter Anjar. Padahal, Dokter Keenan yang sudah diduga menyebarkan berita ini.


"Gue tau, tetapi sebaiknya lo diam saja dulu, lo redam emosi lo. Lagi pula kalau lo marah marah...sama aja, di luar sana sudah banyak yang mendengar kalau lo mau menikah dengan dokter Keenan."

__ADS_1


"Oke gue diam!!"


Erva menghela nafas panjang, ia saat ini berada di kantin dan tentu saja semua mata melihat ke arahnya, bukan karena ia melakukan kesalahan tetapi berita yang beredar di akun sosial media dokter Kenan mengatakan kalau dirinya akan menikah dengan Keenan dan tentu saja pernikahan itu sudah tersebar luas di kalangan fans Dokter itu. Karena dari dulu dari sampai sekarang, fans Keenan tidak berubah bahkan malah semakin banyak.


"Minum dulu, dan sebaiknya kita pikirkan langkah apa yang ditempuh... tetapi dengan kepala dingin jangan emosi."


"Oke thanks."


Erva duduk, ia mengambil gelas yang berisi orange jus lalu meminumnya sampai habis. Ia juga melihat lagi ke arah ponselnya yang di sana terdapat banyak pesan yang entah dari mana, pengirimnya dan tentu saja pengirim itu sepertinya dari fans nya dokter Keenan, yang yang tidak suka dengan berita pernikahan dirinya dengan dokter Keenan.


"Gila sejak kapan gue nerima lamaran dari dokter Keenan?oke kalau itu satu tahun yang lalu gue akui tetapi untuk saat ini..."


Melihat sahabatnya semakin frustrasi, Mona mengambil ponsel yang saat ini masih di dalam tangan Erva dan menyembunyikannya. Ia tau kalau sahabatnya itu barusan melihat sesuatu di ponselnya yang membuat Erva semakin emosi saja.


Memang benar apa yang dikatakan oleh Mona, semakin ia melihat ke arah ponsel terlebih akun sosial media,.semakin Erva tambah emosi saja.


Banyak hujatan dan juga ancaman yang diberikan oleh fans Dokter Keenan kepada erva dan itu membuat Erva semakin marah saja kepada dokter Keenan. Tetapi, juga banyak yang setuju kalau Erva dan Dokter Keenan bersatu.


"Oke, gue habis ini mau nemuin dokter Keenan.", ucap Erva.


Setelah Ia pikir-pikir memang benar daripada dirinya marah-marah di sini lebih baik ia menemui dokter Keenan saja dan menyelesaikan apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


"Perlu gue ditemenin?"


Erva menggeleng, bukan Ia tidak percaya dengan Mona tetapi sebaiknya masalah ini memang ia selesaikan dulu dengan dokter Keenan.


"Gue selalu ada disaat kamu butuhkan atau begini saja lo, gue anterin ke Rumah Sakit tetapi Gue tunggu di kantin atau di lobby depan saja, gue takut lo nggak bisa nyetir dalam keadaan seperti ini."


Mona tau apa yang dirasakan oleh sahabatnya dan ia tidak akan membiarkan Erva menyetir dalam kondisi yang seperti ini, bisa-bisa nanti nubruk , dan malahan tidak jadi melabrak Keenan.


"Boleh nanti biar mobil gue diambil sama sopir,.yuk cabut sekarang keburu dianya pergi."


Mona mengangguk lalu membayar makanan dan minuman yang sudah dipesan, ia kemudian mengajak Erva untuk segera ke parkiran, menuju ke rumah sakit tempat di mana dokter Keenan bekerja saat ini.


"Gue tidak menyangka kenapa dia seperti ini padahal semalam kita ketemuan juga baik-baik saja dan gue sama sekali tidak menyimpan dendam sama dia kenapa dia malahan seperti ini, gue tau dia sudah berulang kali meminta gue untuk balikan lagi tetapi jawaban dari gue adalah sama, tidak akan dan tidak akan pernah balikan lagi sama dia apalagi menikah. Apa jawaban gue itu kurang? apa jawaban gue itu tidak cukup?"


Di dalam mobil Erva ngoceh-ngoceh sendiri,.mungkin ini cara dia mengeluarkan unek-unek yang ada di dalam hatinya sebelum dirinya bertemu dengan dokter Keenan nanti.


"Lo tau kan dokter Keenan itu seperti apa? semakin lo menolak maka dia semakin mengejar dan mungkin di dalam pikiran dia saat ini dengan cara seperti ini lo mau menikah dengan dia."


Akhirnya Mona mengeluarkan apa yang ada di dalam pikirannya walaupun tadi sempat menyembunyikan dan takut kalau Erva semakin marah tetapi akhirnya ia luapkan juga.


Dari awal Mona memang tidak suka Erva a berhubungan dengan Dokter Keenan, bukan masalah tampang...kalau tampang ..sudah jelas dokter Keenan lebih ganteng daripada dokter Anjar tetapi dari cara bicara dan juga ekspresi wajahnya sudah jelas kalau dokter Keenann itu laki-laki yang tidak bertanggung jawab laki-laki yang suka mengumbar kemesraan dengan wanita lain dan sudah terbukti dengan dulunya dokter Keenan mengungkapkan cinta kepada Erva padahal didalam hatinya masih teringat sang mantan hingga akhirnya dokter Keenan bertemu lagi dengan mantan dan balikan, lalu meninggalkan Erva.

__ADS_1


Dan sekarang ini, setelah mereka bercerai lalu ingin kembali dengan Erva, enak saja.. sudah ditolak tetapi masih saja maju oke kalau tidak punya kesalahan tidak masalah tetapi ini kesalahannya sudah begitu fatal, apa dokter Keenan tidak punya malu lagi? apa malunya sudah berhasil dia operasi sendiri?


__ADS_2