
Sudah hampir tiga puluh menit Keenan berada di cafe, di mana di sana juga ada Erva dengan Anjar.
Laki-laki itu memang tidak sengaja bertemu dengan pasangan pengantin baru yang tentu saja ia juga tidak menyangka kalau pada akhirnya akan bertemu kembali dengan Erva dan juga Anjar
Terlebih lagi saat ini mata Keenan memandang lurus ke depan yang tentu saja mereka memandang kemesraan antara Erva dengan Anjar yang membuat hatinya semakin sakit saja.
Bukan tanpa alasan Keenan berada di tempat itu, ia juga tidak mempunyai keinginan sore ini menghabiskan waktu di sana, apalagi dengan seorang perempuan.
Tentu saja semua ini hanya karena Mami Arin, ia memaksanya untuk berkencan dengan seorang perempuan.
Iya, setelah kejadian kemarin di mana Keenan merasa terpuruk ketika menghadiri acara pernikahan Erva dengan Anjar, Mami Arin berniat untuk menjodohkan putranya dengan salah satu anak dari teman arisannya dan tentu saja beliau bukan tidak suka melihat Erva dengan Anjar atau ingin membalas dendam dengan mereka tetapi yang Mami Arin lakukan supaya Keenan tidak macam-macam dengan Erva lagi bahkan Keenan tidak mempunyai keinginan lagi untuk merebut Erva dari suaminya.
Mami Arin juga terpaksa melakukan itu, beliau sengaja melakukan perjodohan ini dengan anak teman arisannya.
Tentu saja acara kencan buta sore ini Mami Arin yang mengaturnya hingga mau tidak mau Keenan terpaksa menuruti apa yang dikatakan oleh Maminya meskipun ia tidak menyetujui perjodohan itu.
Hanya makan saja tidak lebih dan soal nanti kamu suka atau tidak itu urusan belakang yang penting Mami tidak mau kamu terlihat terpuruk seperti ini, apalagi nanti mengejar istri orang...
Kalimat itu yang diucapkan Mami Arin kemarin ketika Mami Arin meminta untuk Keenan berkenalan dengan seorang perempuan cantik.
Tentu saja perempuan itu tidak jauh berbeda umurnya dengan Erva, yang pastinya akan membuat Keenan nanti bisa melupakan Erva dan bisa menikah dengan perempuan pilihan dari Mami nya itu.
Meskipun Mami Arin sedikit ragu dengan apa yang dilakukannya, tetapi ini adalah usaha dari Mami Arin untuk membuat putra tunggalnya itu tidak benar-benar terpuruk dan melakukan sesuatu yang tidak tidak.
__ADS_1
Begitu juga dengan sore ini semua tempat dan jam, Mami Arin yang mengaturnya bahkan Keenan juga dengan malas-malasan untuk datang ke tempat ini hingga akhirnya ia malah bertemu dengan Erva dan juga Anjar yang membuat mood nya semakin tidak bersemangat lagi.
Dan sudah tiga puluh menit Keenan dan perempuan itu hanya diam saja, tidak ada pembicaraan apapun di sana. Dan mereka berdua sama-sama seperti patung, hanya menikmati keindahan tempat itu di sore hari dan juga makan dan minum yang sudah dipesan oleh Mami Arin tentunya.
Suasana semakin panas ketika Keenan melihat tangan Anjar terulur untuk mengusap lembut bibir Erva, laki-laki itu juga melihat Anjar yang begitu telaten menyuapi es krim ke dalam mulut Erva dan tentu saja itu mengingatkan dengan kejadian 1 tahun yang lalu, di mana juga ia berada di posisi Anjar saat ini mengusap lembut bibir Erva dan menyuapi Erva dengan es krim.
Hati Keenan pedih, bahkan sangat pedih melihat kenyataan yang ada di depannya . Andai saja ia dapat memutar waktu, ia tidak akan melukai hati Erva dan ia tidak akan menyakiti hati Erva, apalagi menikah dengan perempuan lain.
Tetapi sayang sekali semua sudah terlanjur, Keenan tidak bisa berbuat apa-apa dengan Erva saat ini , karena Erva sudah menjadi milik orang lain dan tentu saja mau tidak mau kita harus melepaskan dan ikhlaskannya meskipun di dalam hati Keenan itu sangat sulit.
"Kita pulang." ucap Keenan kepada perempuan yang saat ini berada di depannya . Keenan juga tidak mau berlama-lama di sini yang malah membuat luka hatinya semakin menganga saja dan matanya semakin sakit melihat kemesraan pengantin baru itu.
Perempuan itu mengangguk, ia juga merasakan yang sama, bertemu dan kencan dengan Keenan hanya membuang waktu-waktu saja.
Perempuan yang ingin dijodohkan dengan Keenan itu juga tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh Keenan, apalagi sifatnya yang dingin dan tidak mau bersahabat.
Perempuan itu juga tidak menginginkan perjodohan ini bahkan ia sudah menolak mentah-mentah perjodohan dengan Keean tetapi ia hanya pasrah dan jalani dulu apa adanya siapa tahu memang kedepannya mereka adalah berjodoh.
Tapi melihat sikap dan sifat Keenan seperti itu rasanya ia mengurungkan niatnya untuk menjalani semuanya dulu. Karena ia tidak yakin kalau Keenan memang menginginkan sebuah pernikahan, dan yang ia tangkap Keenan masih mengingat tentang mantan pacarnya saja dan itu yang membuat perempuan itu sulit untuk bisa menerima kenyataan ini.
Keenan keluar dulu dari cafe itu kemudian disusul oleh perempuan cantik yang berada di belakangnya, mereka tidak ada mesra-mesra sama sekali dan Keenan juga tidak membukakan pintu mobil untuk perempuan itu.
"Sebaiknya, kita batalkan saja perjodohan ini dan bilang sama Mama kamu kalau kita tidak cocok."
__ADS_1
Keenan sudah memutuskan untuk tidak menerima perjodohan ini lebih tepatnya membatalkan perjodohan ini sebelum Mami Arin bertindak lebih lanjut.
Tentu saja semua ini karena Erva, hati Keenan belum sepenuhnya bisa melupakan Erva walau bagaimanapun caranya tetap Keenan tidak mau dipaksa apalagi kalau soal pernikahan biarlah nanti waktu yang menjawab, kapan waktunya Keenan menikah dan menemukan pasangan yang cocok untuknya nanti.
"Tentu saja, aku juga tidak mau menerima perjodohan ini kamu kaku sekali Om."
Perempuan itu juga sama, tanpa Keenan minta ia juga akan membatalkan rencana perjodohannya dengan Keenan, tentu saja ia juga tidak mau meneruskan rencana itu yang pada akhirnya ia yang akan sakit hati jika tetap bersama dengan Keenan.
Meskipun wajah Keenan tampan juga profesi Keenan yang sangat menjanjikan tetapi apa artinya jika tanpa ada rasa cinta, apalagi Keenan masih teringat terus dengan mantan pacarnya saat ini.
"Bagus, sebaiknya memang begitu dan katakan terus terang sama Mamamu kalau kamu juga tidak menginginkan perjodohan ini."
"Tentu saja Om tanpa Om minta aku juga akan membatalkannya... Aku juga tidak sudi menikah dengan om apa lagi terlihat jelas kalau Om masih memikirkan sang mantan, benar kan? Atau jangan-jangan perempuan yang baru masuk tadi itu adalah mantan pacar Om dan yang bersama perempuan itu adalah suaminya hahaha kalau iya kasihan sekali Om..."
"Berisik, diam kamu cerewet!!"
Tidak menyangka kalau perempuan yang berada di sampingnya itu benar-benar cerewet bahkan bisa menebak kalau memang benar yang tadi masuk itu adalah Erva sang mantan pacarnya.
"Hahaha marah, berarti iya dan tentunya kasihan sekali Om ditinggalin mantan pacarnya habisnya Om galak dan menyeramkan seperti itu... Aku kasih saran ya Om kalau Om ingin mempunyai pasangan apalagi pasangannya nanti awet sampai bisa Om nikahi, Om sebaiknya jangan berbuat macam-macam dan juga ilangin tuh sifat selingkuh om dan selalu pasang muka manis dan tidak menyeramkan seperti itu, bagaimana mungkin perempuan bisa tahan dengan om kalau wajah Om saja seperti itu, ganteng sih ganteng tapi lihatlah di kaca Om betapa tidak menyenangkan wajahnya Om itu dan satu lagi...."
Perempuan itu menjeda sejenak apa yang ingin dikatakannya kepada Keenan hingga akhirnya mobil Keenan sudah berada di depan rumahnya dan tentu saja apa yang ingin dikatakan oleh Keenan tadi akan ia sampaikan saat ia mau turun tentunya.
"Kalau Om mau awet dengan pasangannya dan perempuan itu mau menikah dengan om, om harus berani tidurin dia dan buat perempuan itu hamil." bisik perempuan itu di telinga Keenan kemudian membuka pintu mobil dan keluar dari mobil Keenan.
__ADS_1
Keenan melongo ketika ia baru saja mendengar apa yang diucapkan oleh perempuan itu, bisa-bisanya perempuan yang masih berseragam putih abu-abu itu mengatakan hal-hal yang tidak seharusnya dikatakan.
Benar-benar ABG sekarang tidak ada sopan-sopannya....