Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Jalan Yang Lurus


__ADS_3

Akhirnya mau tidak mau Kinara menemani Mama Nita untuk pergi ke rumah sakit dan tetap saja itu dilakukan dengan terpaksa terpaksa karena tidak mau melihat Mamanya murung seperti itu.


Sepanjang perjalanan Kinara hanya diam saja ia membayangkan bagaimana nanti bertemu dengan dokter yang sombong itu dan pastinya ia juga tidak mau berlama-lama di sana.


Bahkan Kinara sendiri membayangkan jika nantinya ia memang benar-benar menikah dengan Dokter Keenan yang pastinya bagaimana rumah tangganya nanti akan dirajut sementara baik dirinya maupun dokter karena itu sama-sama tidak saling mencintai dan sama-sama mencintai orang lain bagaimana rumah tangganya jika keadaan seperti itu apa masih bisa dipertahankan?


Ah aku memang gila belum-belum aku sudah memikirkan yang tidak tidak dan pastinya aku doakan supaya laki-laki itu cepat mampu saja kalau tidak pergi selamanya dari dunia ini!!


Kinara menggeleng pelan ia sama sekali tidak ingin dijodohkan dengan laki-laki itu. Mungkin yang dikatakan oleh Mama Nita benar jika dirinya dan Dika hanyalah mencintai sekedar cinta monyet saja yang pastinya seiring berjalannya waktu nanti beberapa tahun nanti mereka akan mendapatkan pasangan masing-masing tetapi tidak juga Kinara dijodohkan dengan Dokter Keenan yang ia sudah tahu bagaimana sikap dan baik buruknya Dokter Keenan itu.


Setelah beberapa meni mengemudi, akhirnya mobil yang dilajukan oleh Kinara sudah sampai di halaman sebuah rumah sakit mewah dan tentu saja ia sudah tahu siapa pemilik dari rumah sakit itu.


Dengan memakai kaos dan rok pendek di atas lutut Kinara keluar dari mobil. Dan memang keseharian Kinara seperti itu selalu modis dan juga tampil seksi Tak jarang semua orang mengagumi tubuh Kinara yang terlihat begitu menggoda.


"Ayo Nay, jangan lelet jalannya." ucap Mamah Nita manakala melihat Kinara jalan nya lambat.


"Sebentar Mah, aku kan pakai rok jadi tidak bisa jalan cepat-cepat."


Selalu saja ngeles, padahal Kinara sama sekali bukan tidak bisa jalan cepat tetapi dia memang sengaja supaya tidak sampai-sampai di ruangan Dokter Keenan


"Salah kamu sendiri sudah Mama bilang kalau tidak usah pakai rok, apalagi rok pendek seperti itu kamu tidak lihat semua orang memandang kamu tidak berkedip."


"Tidak apa-apa sedekah Mah ngitung-itung. Lagian juga aku juga sudah terbiasa memakai pakaian seperti ini, kenapa Mama jadi sewot."

__ADS_1


Mama Nita hanya diam saja ia bukannya tidak mau menegur Kinara tetapi sudah berulang kali Mamah Nita mengingatkan bahkan baju-baju seksii Kinara juga sudah Mamah Nita buang tetapi yang namanya Kinara, anak gadis yang bandel itu terus saja membeli dan mengoleksi baju-baju seksii yang merupakan baju-baju kesenangannya dan juga Kinara nyaman memakai pakaian seperti itu.


Tidak lama mereka berdua sudah berada di depan ruangan perawatan Dokter Keenan dan tentu saja Mama Nita dan juga Kinara langsung masuk ke dalam.


"Maaf baru sempat menjenguk Dokter Keenan sekarang."


Mama Nita langsung saja memeluk Mami Arin dan tentu saja mengucapkan maaf karena beberapa hari Dokter Keenan berada di rumah sakit, Mama Nita baru bisa menjenguknya hari ini dan itu bertepatan dengan kepulangannya Dokter Keenan.


"Oh tidak masalah, lagi pula Keenan sudah baik-baik saja kok Jeng."


Mami Arin kemudian melebarkan pandangan matanya ke sebelah dan tentu saja ia tersenyum ketika melihat Kinara, gadis cantik yang digadang-gadang akan menjadi calon menantunya itu.


Mami Arin itu tidak masalah dengan apa yang dipakai oleh Kinara, maklum saja Kinara masih ABG dan pastinya akan mengikuti trend pakaian anak zaman sekarang, terlebih lagi Mami Arin tahu bagaimana sifat dan sikap Kinara itu yang pastinya gadis itu tidak nego-neko dan juga tidak macam-macam hanya pakaiannya saja yang tampil seksi dan sedikit terbuka.


Namun tidak masalah apalagi mama Arin berpikir jika Dokter Keenan melihat Kinara saat ini pastinya ia akan terpesona dengan kecantikan dan juga tubuh seksiii Kinara dan itu yang Arin harapkan supaya Dokter Keenan mau menerima perjodohan ini.


Kinara langsung saja menyapa tante Arin dan tentu saja gadis itu salim dengan begitu sopan kepada Mami nya Keenan.


Meskipun ia tidak begitu suka dengan anaknya tetapi tidak mungkin ia tidak hormat kepada ibunya apalagi sopan santun sudah diterapkan di keluarga Kinara sejak kecil dan harus menghormati kepada orang yang lebih tua.


"Sore sayank, cantik sekali."


Bukan sekedar memuji tetapi memang benar penampilan Kinara sore ini terlihat cantik dan mempesona bukan hanya dari wajahnya saja yang terlihat menggemaskan dan begitu ayu tetapi dari cara berpakaian saja sudah membuktikan kalau Kinara memang gadis modern saat ini.

__ADS_1


"Terima kasih, Tante juga cantik sekali."


Tante Arin tersenyum, beliau memang tidak salah memilihkan jodoh untuk Dokter Keenan. Meskipun anaknya tidak bisa bersama dengan Erva, perempuan yang juga disayangi oleh tante Arin tetapi Kinara juga tidak buruk, bahkan gadis itu tampak sekali ceria seperti tidak ada beban bahkan ia memang tipe perempuan yang tidak jelek, ya 11 12 dengan Erva.


"Oh ya sebentar ya, Tante tinggal dulu karena tante ada urusan penting di depan."


Sepertinya tante Arin memang sudah merencanakan ini ia pura-pura saja ke depan padahal tidak ada urusan sama sekali.


"Aku temenin ya Jeng."


Begitu juga dengan Mamah Nita, perempuan cantik itu ikut-ikutan keluar untuk bersama dengan tante Arin dan tentu saja memang benar mereka sudah merencanakan untuk mendekatkan Keenan dengan Kinara.


Tidak bisa berbuat banyak Kinara hanya mengangguk saja meskipun ia sebenarnya juga ingin ikut keluar daripada di dalam sini dan berdua dengan Dokter Keenan, laki-laki yang sombong dan tidak punya pendirian itu.


Tetapi apa boleh buat karena kedua perempuan cantik itu langsung saja pergi meninggalkan ruang perawatan Keenan dan kini tinggallah hanya dirinya dan juga Dokter Keenan yang ada di sana.


"Terima kasih kemarin Om sudah mengantarku tapi maaf karena setelah Om mengantarku Om jadi tabrakan."


Tidak ada ucapkan lagi oleh Kinara hingga akhirnya ia mengatakan seperti itu. Gadis itu tidak mau kalau berdua hanya diam saja meskipun ia tidak suka dengan Dokter Keenan.


"Dan kecelakaan ini bukan karena kamu!" jawab ketus Dokter Keenan yang membuat Kinara mengeryitkan alisnya.


Astaga sombong sekali, kalau tahu jawabannya seperti ini aku tidak akan beramah-tama dengan dirinya dan aku juga tidak akan berterima kasih kepada dia sombong sekali kamu awas aja!!

__ADS_1


Kinara menggerutu kesal di dalam hati, tentu saja ia yang ingin sekedar basa-basi tetapi malah mendapatkan jawaban yang membuat telinganya panas kalau seperti ini bisa bisa dirinya mati muda jika menerima pernikahan dari kedua orang tuanya.


"Aku juga tidak mengatakan kalau kecelakaan ini karena aku, pastinya Om sendiri yang otaknya oleng, atau malahan Om sudah gila sehingga tidak bisa membedakan mana jalan yang lurus dan jalan yang bengkok!!"


__ADS_2