Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Bersaing


__ADS_3

Ucapan Dokter Anjar membuat Keenan melototkan matanya, kesal dan jengkel jika dikaitkan dengan hubungan yang sudah berakhir.


Tetapi, tidak salah Anjar,. Karena laki laki itu tidak tau apa apa, bahkan tidak ada yang tau tentang kandasnya pernikahan dengan Amira.


"Kenapa?? tidak suka?? atau memang ucapan ku benar???", tegas Anjar lagi.


"Kamu salah, perlu kamu ketahui....catat baik-baik... kalau aku bukan suami orang lagi, dan aku bebas menikah dengan Erva dan tidak akan pernah menjadikan Erva yang kedua."


.Deg


Anjar terperangah, ia kaget mendengar ucapan Keenan. Bahkan tidak percaya dengan apa yang diucapkan nya. Sungguh, apa artinya?? kalau benar Keenan duda, itu berarti ancaman terbesar bagi nya untuk mendapatkan Erva.


"Maksud nya??"


Bukan tidak paham, tapi ingin memperjelas saja. Sehingga tidak terjadi kecurigaan atau semacam nya.

__ADS_1


"Aku duda, singkat cerita...aku dan Amira sudah bercerai satu tahun yang lalu...", jelas Keenan.


"Apa??"


Tidak sengaja Anjar berteriak, dan itu membuat Keenan tersenyum. Tau apa yang dipikirkan oleh Anjar saat ini.


"Kenapa?? takut kalah saing sama aku?? atau takut kalau Erva lebih memilih aku dari pada kamu??"


Anjar menggeleng, "Tidak begitu...aku hanya kaget saja, dan aku yakin... Erva pastinya lebih memilih aku dibanding dengan kamu, kamu lupa...apa saja kesalahan kamu?? atau perlu aku ingatkan??"


Sial!!! kalau sampai apa yang dikatakan oleh Anjar benar adanya, bisa gawat....aku memang salah, tetapi...aku mau memperbaiki semua nya dan menginginkan Erva lagi..


"Kenapa tidak, aku tidak mempunyai salah apapun sama dia, aku tidak pernah menyakiti nya, dan aku juga tidak punya mantan, apalagi punya pacar...."


. Jawaban dari Anjar membuat Keenan marah, ia tersinggung dengan apa yang diucapkan Anjar, meskipun itu benar adanya.

__ADS_1


"Ckk ..jangan terlalu pede, aku yakin kalau Erva masih sangat mencintai ku..."


Tidak ada kat lain yang diucapkan oleh Keenan, selain pernyataan kalau Erva masih mencintai nya, padahal...Keenan sendiri belum tau pasti bagaimana perasaan gadis itu setelah ia tinggalkan.


"Oh ya, kebalikan Bung!! seharusnya kamu yang jangan terlalu pede...takut nanti jatuh dan sakit....."


Keenan diam, seperti nya bertemu dengan Anjar hanya sia sia saja, dan tidak membuahkan hasil. Bukannya membuat Anjar cemburu dan marah, tetapi malahan diirinya yang dibuat cemburu dan sakit hati.


Keenan akhirnya memutuskan untuk pergi dari sana, meninggalkan Anjar yang masih tersenyum menatapnya.


"Perlu kamu ingat, kita memang teman... tetapi...untuk urusan Erva, aku tidak akan membiarkan dia dimiliki oleh laki-laki lain, termasuk kamu...."


Anjar berdiri, berada di depan Keenan dan melihat ke arah laki laki itu.


"Aku akan mengingatnya Dokter Keenan, dan...aku juga tidak akan melepaskan Erva untuk seorang pengecut seperti kamu, yang bisanya hanya menyakiti dan meminta untuk kembali... ingat.. aku juga sangat mencintai Erva dan tidak akan pernah melepaskan nya...", ujar Anjar dengan tegas, tidak ada keraguan sama sekali bahkan sangat yakin.

__ADS_1


Keenan melotot tajam, tangan nya terkepal. Kalau saja tidak ditempat umum dan tidak memakai jas kebanggaan nya, sudah ia berikan bogeman untuk Anjar, ucapan nya benar benar membuat Keenan murka.


Tidak mau banyak masalah, Keenan benar benar pergi tanpa menoleh ke belakang, mengingat ucapan Anjar...bikin telinga Keenan panas.


__ADS_2