
Setelah makan, Mami Arin mengajak Erva untuk jalan jalan ke mall, beliau tau...apa yang di inginkan oleh gadis seusia Erva, tidak banyak memang.. tetapi sedikit berbaur dengan hal hal yang berhubungan dengan keramaian sudah membuat abege itu senang.
Mereka berdua seperti ibu dan anak, meskipun tidak terlahir dari rahim Mami Arin, wanita cantik yang sudah tidak muda lagi itu memperhatikan dan menyayangi Erva seperti anak kandung nya sendiri.
Terlebih lagi, dari dulu...Mami Arin ingin sekali mempunya ank perempuan, tetapi...sayank....ia tidak di berikan lagi kepercayaan untuk hamil.
"Mau beli apa nak??"
Tanya wanita cantik itu dengan lembut, lebih lembut daripada ucapan Mamah Hana, Mamahnya Erva sendiri.
Erva menggeleng, bukan karena jaga gengsi atau berpura pura bersikap alim di depan calon mertuanya, terapi....memang Erva tidak suka belanja, ke mall hanya sekedar jalan jalan saja, menikmati suasana baru.
"Loh kok gitu??? jangan malu minta sama Mami ya?? sejak dulu, Mami ingin sekali jalan jalan dengan ank perempuan Mami, dan memberikan banyak barang...."
Erva tersentuh, rasanya sebuah keuntungan diirinya bisa mengenal sosok Mami Arin, orang tua yang sangat sayang kepada anaknya, dan juga ibu mertua yang perhatian yang tidak jahat seperti di film film.
Kenapa Mami Arin sangat baik padaku,... bagaimana kalau aku dan Mas Keenan tidak jadi bersama?? apa yang harus aku lakukan nantinya??
Bukan tidak ingin bersama dengan Keenan, tetapi mengingat hubungan nya dengan Keenan akhir akhir ini membuat Erva sedikit tidak bersemangat, di dalam hatinya berkecamuk hebat... Entahlah....rasanya sedikit janggal dan aneh saja.... perasaan yang dulu begitu menggebu-gebu untuk Keenan, kini sudah abu abu...
bukan karena rasa cinta nya kepada Keenan berkurang, tetapi..pikiran dan hati Erva yang sudah tidak sejalan, memikirkan kemungkinannya terburuk yang akan ia terima.
"Bagaimana kalau kita ke sana Mi....."
Tidak ingin membuat Mami Arin sedih dengan penolakan nya, Erva akhirnya mengajak Mami Arin ke sebuah butik, yang di sana terdapat berbagai macam barang branded
"Iya sayank ..."
Mami Arin mengikuti arah telunjuk Erva, kemudian berjalan masuk ke dalam butik itu.
"Pilih yang kamu suka sayank.....Mami ingin putri Mami terlihat cantik....."
Erva mengangguk, yang pada akhirnya ia memilih pakaian untuk diirinya sendiri dan juga memilih kan untuk Mami Arin.
__ADS_1
Tidak buruk, karena selera mereka hampir sama,. bahkan dengan warna pun sama kesukaan nya.
Yang awalnya Erva hanya memilih satu stel pakaian saja, kini jadi banyak. Mami Arin tidak segan segan untuk membelikan Erva banyak pakaian, karena beliau begitu senang belanja dengan gadis di sampingnya yang akan menjadi menantunya.
"Setelah ini ke butik ya sayank...."
Tentu saja, untuk fitting baju pengantin. Mami Arin adalah tipe wanita yang tidak menggampangkan urusan, apabila untuk urusan pernikahan.
Meskipun diadakan hanya ijab qobul saja dan dihadiri keluarga besar saja, tetapi Mami Arin ingin terlihat sempurna dan tidak asal asalan.
Apalagi melihat Keenan yang super sibuk, pastinya...Keenan tidak akan sempat untuk ke butik.
Ke butik?? fitting baju???
Erva menggeleng pelan, ia sendiri masih samar samar kalau akan menikah dengan Keenan, bukan karena tidak cinta ataupun tidak mau menikah dengan laki laki itu, tetapi.... hubungan nya dengan Keenan belakangan ini membuat Erva ragu untuk melangkah lebih jauh lagi.
"Kenapa Sayank?? ada acara setelah ini??"
Mami Arin menghentikan langkah kakinya, saat melihat Erva yang hanya diam saja dan tidak menyahut. Apalagi dengan ekspresi wajah Erva yang berubah.
Tidak ingin berharap banyak pasti nya, Erva begitu takut kalau tidak seperti yang diharapkan. Hari ini saja, Keenan seakan akan lupa untuk memberikan kabar kepada nya, entahlah.... hubungan seperti apa yang sedang di jalani nya.
"Hmm iya juga ya, nunggu Keenan juta tidak masalah... besok dia pulang kan nak??"
Erva mengangguk, memang jadwal kepulangan Keenan adalah besok pagi dari saja, tetapi... sampai sore ini...tidak ada kabar sama sekali kalau dirinya jadi pulang atau tidak.
"Kalau begitu kita makan es krim saja gimana Mi?? di dekat sini ada kedai es krim yang enak..."
Seperti nya Mami Arin masih ingin bersama dengan Erva, karena itu....ia mengajak Mami Arin makan es krim saja berdua, pas dengan cuaca nya yang panas.
"Boleh sayank, ayok ...."
Tidak lama, mereka berdua sudah sampai di kedai es krim yang terkenal enak. Erva dan Mami Arin langsung saja menuju ke tempat yang sangat nyaman untuk nya
__ADS_1
Dan setelah pesan, seperti biasa... mereka yang berdua saling ngobrol, kalau tadi Mami Arin yang mendominasi, sekarang giliran Erva yang aktif bertanya.
"Apa Mas Keenan itu orang nya pendiam Mi??"
"Enggak juga, sebenarnya dia orang nya ramai dan asik, hanya saja... sesuatu terjadi padanya, hingga membuat dia jadi tertutup dan jarang senyum, tetapi...setelah bertemu dengan kamu....sifatnya sudah kembali lagi seperti semula...Mami senang Er....."
Erva mengangguk, "Pasti karena Kak Amira ya Mi??"
Sengaja Erva memancing nama Amira, ia ingin tau lebih lanjut lagi, yang tidak di ketahui nya dari Keenan.
"Iya. Setelah ketahuan selingkuh, Keenan jadi berubah...."
"Selingkuh?? kepergok di rumah nya gitu Mi?? atau pas di mall??"
Pertanyaan Erva sebenarnya tidak bermutu sama sekali, tetapi tidak apalah, karena ia ingin mengetahui lebih lanjut mengenai hubungan Keenan dengan mantan nya dulu.
"Tidak sayank, tidak kepergok di rumah ataupun di mall, waktu itu ..Keenan sedang berkunjung ke Jerman, tempat tinggal Amira ketika dia kuliah, dan ya begitu......"
Tanpa sadar Mami Arin menyebutkan tempat tinggal Amira, dan seketika itu juga....Erva memejamkan mata, dan merasakan ada sesuatu yang bergejolak di dalam dadanya.
Jerman?? astaga....apa jangan jangan saat ini Mas Keenan dengan Amira sudah bertemu kembali, dan.....apa ini juga yang menyebabkan akhir akhir ini Mas Keenan bersikap aneh padaku???
Terjawab sudah, meskipun hanya menebak, terapi... kemungkinan besar memang iya. Tidak mungkin kalau tidak ada apa apa, sikap Keenan akan berubah, dan mungkin kah Keenan sudah kembali dengan Amira?? pikir Erva begitu.
"Sayank, kamu tidak apa apa kan??"
Melihat raut wajah Erva yang berubah, Mami Arin langsung tanggap. Bukan nya tidak paham, tetapi.... mencoba tidak membahas nya lagi.
"Aku tidak apa apa Mi, dan kasihan sekali Mas Keen..."
"Iya nak, maka dari itu. Mami minta sama kamu, sayangi dan cintai Keenan, dan jangan pernah meninggalkan nya ...Mami percaya...kamu adalah wanita yang sangat baik, yang dikirimkan untuk membuat Keenan bahagia."
Erva mengangguk dan tersenyum, tetapi... sejujurnya ia saat ini menahan sesuatu yang ada di dalam dadanya, sesak dan ingin teriak.
__ADS_1
Bukan aku yang meninggalkan Mas Keenan, Mi. Tetapi....Mas Keenan yang akan meninggalkan aku...