
"Ayok Mas pulang."
Erva langsung saja menarik tangan Anjar untuk segera keluar dari ruang perawatan dan tentu saja Erva tidak mau berlama-lama di sana,.selain ia menghargai suaminya dan menjaga perasaan suaminya, ia juga tidak senang dengan ucapan yang diberikan oleh Keenan yang memang laki laki itu masih berharap banyak padanya dan tanpa Erva, Keenan tidak bisa hidup.
Tidak bisa begitu, mungkin kalau dulu Erva belum terikat pernikahan dengan Anjar, Erva masih bisa mengikuti apa yang Keenan mau, tetapi saat ini ia sudah menikah dan tentu saja lagi lagi ia harus menjaga perasaan suaminya dan tentu saja sudah tidak ada rasa lagi dengan Keenan.
Terserah mau sembuh atau mau mati sekalipun tidak peduli yang jelas saat ini ia sudah menuruti apa yang diinginkan oleh Keenan dan juga diinginkan oleh tante arena pastinya setelah itu ia tidak akan ke sini lagi untuk menjenguk Keenan.
Anjar menganggukkan kepalanya, ia langsung saja menggenggam tangan istrinya, ia tahu kalau Erva saat ini sedang emosi.
Namun di depan Keenan, Anjar berusaha untuk menenangkan Erva dan juga berusaha untuk bersikap seperti tidak apa-apa meskipun di dalam hatinya Anjar juga cemburu dan ingin sekali ia memberi bogeman kepada Keenan yang jelas-jelas tidak bisa melepaskan istrinya itu.
__ADS_1
Setelah berpamitan dengan tante Arin pasangan pengantin baru itu langsung saja keluar dari ruang perawatan Keenan dan tentu saja saat ini adalah tugas Anjar untuk memastikan istrinya dalam keadaan baik dan tidak emosi.
"Jalan-jalan dulu ya, sepertinya mood kamu tidak baik."
"Aku tidak mau Mas capek, pulang saja ya tapi nanti setelah di rumah aku mau dipijat sama mas."
"Kamu aneh dek orang biasanya mood nya tidak baik itu dipakai untuk jalan-jalan, makan atau nonton tapi kenapa kamu malah meminta yang lain."
Pastinya hatinya Anjar senang karena akan memijat istrinya dan tentu saja ia tidak keberatan melakukan apapun demi Erva tentunya.
"Jangan murung begitu nanti dikira orang aku ngapain-ngapain kamu dek. Dan ucapan dari Keenan tidak usah dimasukin ke dalam hati pastinya kalau Keenan seperti itu lagi kamu tidak usah menurutinya, nyesel aku kenapa meminta kamu untuk menjenguk Keenan kalau saja membuat mood kamu berantakan seperti ini."
__ADS_1
Anjar tidak menyangka kalau kedatangan Erva kali ini akan membuatmu istrinya berantakan padahal ia sejatinya sudah tahu kalau Keenan memang sengaja melakukan itu bahkan kita memang sengaja bertindak berlebihan supaya mendapatkan perhatian dari Erva
Mendengar ucapan dari Anjar, Erva seketika langsung saja mengubah ekspresi wajahnya, benar juga apa yang dikatakan oleh suaminya itu kalau ia terlihat murung dan manyun seperti ini bisa-bisa semua orang tahu kalau suaminya lah yang telah berbuat jahat padanya bahkan mereka pasti mengira kalau pernikahan yang baru saja digelar kemarin itu tidak baik-baik saja.
Tentu saja saat ini mereka masih berada di lingkungan rumah sakit Keenan dan pastinya banyak orang yang mengenalinya apalagi pernikahan mereka kemarin dilakukan secara besar-besaran.
"Kalau seperti itu kamu kan cantik sekali dek, aku jadi tambah sayang sama kamu."
"Bisa diulangi nggak Mas, aku tadi nggak denger?"
"Nggak bisa cukup sekali saja, kalau kamu tidak dengar dan itu masalah kamu."
__ADS_1
"Astaga begini ya punya suami dingin itu, yang pastinya aku tidak bisa berkata apa-apa lagi Mas kalau sama kamu..."