
"Gue cabut!! ingat jangan telat besok...", ujar Keenan pada akhirnya menyudahi obrolan nya dengan Dimas. Kalau ia masih di sana, Dimas pasti tidak akan tinggal diam, mencecar pertanyaan pertanyaan yang menyangkut Amira.
"Bawa mobil nya Keren??", teriak Dimas.
"Tidak perlu, gue sudah pesan taksi.", tolak Keenan.
Ia memang sudah pesan taksi, dan tidak ingin mengendarai mobil sendiri, karena pikiran nya sangat kacau malam ini
Taksi yang sudah di pesan Keenan sudah berada di depan, dengan cepat laki laki itu masuk ke dalam untuk segera ke hotel di mana tempat nya menginap selama ini.
Sepanjang perjalanan, ia masih memikirkan alasan kenapa Amira bisa meninggalkan nya lebih tepatnya Amira yang sudah ketahuan selingkuh dan tidur bersama dengan laki laki yang Keenan sendiri tidak begitu paham siapa.
Kalau misa Amira memang sengaja selingkuh, pasti nya ia sangat bahagia.. tetapi...yang dilihat Keenan tadi tidak seperti itu, bahkan dapat di lihat dari mata Amira, kalau wanita itu sedang bersedih dan tidak baik baik saja.
Ditambah dengan kemunculan nya di Rumah Sakit yang membuat Keenan semakin bertanya tanya, ada apa yang terjadi sebenarnya.
Keenan memejamkan mata, ingin sekali menghapus semua bayangan yang ada tentang Amira, tetapi...saat memejamkan mata yang ada adalah bayangan Amira, bukan Erva , calon istri nya.
"Sudah sampai Tuan..", ucap supir taksi itu dengan bahasa Jerman, yang langsung di jawab oleh Keenan.
"Terimakasih Pak, kembali an nya untuk bapak saja .."
Keenan keluar dari taksi, dan langsung menuju ke kamar hotel nya, membuka kamar kemudian masuk ke dalam kamar mandi, membersihkan diri sebentar saja.
Setelah rutinitas dari kamar mandi selesai, laki-laki itu langsung merebahkan tubuhnya di ranjang, dan mengambil hapenya yang sengaja ia silent.
Keenan melototkan mata nya, manakala melihat banyak nya panggilan tidak terjawab dan juga pesan masuk, ia yakin kalau semua nya itu dari Erva, gadis yang saat ini berstatus sebagai calon istrinya.
[Mas, apa kabar?? aku kangen??"
[Mas, kamu sedang apa?? kenapa tidak telepon aku?? sudah sejak siang tadi aku menunggu telpon kamu Mas, kamu baik-baik saja kan]
__ADS_1
Keenan menghela nafas, ia sampai lupa tidak mengabari Erva, yang jelas-jelas menunggu kabar darinya, dan juga kangen dengan dirinya tentu nya.
"Maafkan aku Er....."
Hanya itu yang bisa diucapkan dari bibir Keenan, entahlah... perasaan laki laki itu kini sedang terombang ambing dengan kedatangan Amira lagi.
Bukan tidak mencintai Erva, atau hanya berniat untuk mempermainkan gadis itu saja, tetapi....rasanya Keenan tidak sanggup jika bersama dengan Erva, di mana hatinya kini masih memikirkan Amira.
Yah, setelah pertemuan nya dengan Amira tadi malam, Keenan hatinya galau...ia bagai berada di dua sisi yang berbeda yang kedua nya sama sama ia butuhkan, tetapi.. mau tidak mau....ia harus memilih salah satu diantara sisi itu.
Kembali lagi Keenan membaca pesan yang dikirimkan oleh Erva, dan hati nya benar benar tersentuh dengan pesan yang disampaikan oleh gadis itu.
[Mas, apa kamu enggak kangen?? baru beberapa haru rasanya sudah lama sekali berpisah dengan kamu, Mas. Aku kangen....Mas...]
Semakin sakit hati Keenan, membaca apa yang Erva kirimkan untuk nya, ternyata... gadis nya itu sangat mencintai dan merindukan nya.
[Mas, kenapa enggak diangkat telpon nya?? kamu enggak apa apa kan Mas??? dan kenapa perasaan ku jadi tidak enak...]
"Maafkan aku Er...."
Dan setelah itu Keenan memejamkan mata nya, ia tidak mungkin menghubungkan Erva, karena ini di Jakarta sudah tengah malam.
...***...
Jakarta.
Pagi pagi sekali, Erva sudah bangun . Ia memang sengaja memasang alarm jam empat pagi dengan tujuan ingin menghubungi Keenan, yang semalam tidak ada kabar nya
Tut ..
Panggilan telpon sudah terhubung ke Keenan, tidak menunggu sang empu nya menjawab saja.
__ADS_1
Lama Erva melakukan panggilan, hingga... panggilan ke tiga... akhirnya Keenan mengangkatnya juga.
Betapa senang nya Erva, bahkan bibir nya tersenyum sangat lebar saat Keenan mengangkat telpon nya
"Hallo Ra......", jawab Keenan dengan mata yang masih terpejam, Entah sadar atau tidak dengan apa yang diucapkan nya.
Deg
Bibir Erva yang semula tersenyum, kini nampak tidak lagi. Ketika Keenan mengangkat telepon tetapi memanggil dengan menyebut Ra...
Ra?? Ra siapa?
Erva jelas kaget, kemarin pagi Keenan masih memanggil nya dengan Beby, atau sayank...Dan Ra itu bukan panggilan untuk nya.
Sejenak Erva terdiam, berusaha untuk menetralkan hatinya dengan apa yang baru saja di dengar nya. Tetapi, ia cepat cepat sadar ...dan menepis pikiran buruk nya, meskipun belum sepenuhnya hilang dari otaknya.
Menghela nafas kasar dan berusaha setenang mungkin , siapa tau memang Keenan sedang bercanda.
"Ra....Ra siapa Mas???", ucapan Erva selanjutnya dan membuat Keenan terkejut di buat nya.
"Astaga.. sayank.....maaf Mas baru bangun. nyawanya masih ngumpul..."
Keenan berusaha tidak membahas lagi, ia sadar betul apa yang dikatakan nya sudah didengar oleh Erva, dan tentu saja Erva saat ini pasti bertanya tanya..
Keenan langsung saja mengalihkan panggilan telpon nya menjadi video call, laki laki itu tidak menyangka dan tidak sadar kalau ia akan menyebut nama Rara, buka Erva.
Erva hanya diam, lagi lagi perasaan nya tidak enak, setelah seharian Keenan tidak menghubungi nya, malahan mendengar Keenan memanggil nama Ra, yang ia yakini buka namanya.
Tiga puluh menit Erva dan Keenan saling melepas rindu dengan hanya memandang dan mendengar suara lewat video call, akhirnya Erva mengakhiri panggilan nya.
Bukan karena kangen nya sudah terobati, tetapi....ada yang aneh dengan calon suami nya saat ini, tidak seperti dua hari yang lalu, apa itu hanya perasaan Erva saja atau memang kenyataannya seperti itu, Keenan sudah berubah.
__ADS_1
"Kamu kenapa Mas?? rasanya ada yang tidak beres...dan Ra tadi siapa?? kenapa juga perasaan ku tidak enak begini???", gumam Erva setelah memutuskan panggilan telpon nya dengan Keenan.