
"Bro...", sapa Dimas yang saat ini sudah berada di sebuah cafe.
"Lama enggak ketemu."
Kedua laki laki saling berpelukan, memang lama tidak bertemu ..yah, meskipun baru satu tahun... tetapi diantara kedua nya tidak saling berkomunikasi.
"Lo nya aja yang ngilang, sudah enggak betah di sana??", ledek Dimas.
Dari awal, laki laki itu sudah tau kalau setelah menikah Keenan akan meninggalkan Indonesia, tetapi tidak tau juga dengan hubungan Keenan dan istri nya, yah... meskipun Dimas pernah meminta seseorang untuk melacak Keenan dengan memberikan semua informasi yang ada, tetapi...rasanya belum pas dan sreg kalau belum tau sendiri dari mulut Keenan.
"Banyak hal yang terjadi, dan gue bingung harus mulai dari mana cerita ke Lo!!!"
"Cerita saja, kita masih tetap bersahabat... meskipun gue bukan asisten Lo lagi...minum bro!!"
Masih ingat kopi spesial kesukaan Keenan, Dimas yang datang lebih dulu memesankan nya pula.
Keenan mengangguk, mengambil cangkir kopi dan meminum nya. Kemudian meletakkan kembali ke atas meja, dan langsung saja memulai cerita yang entah dari mana.
Keenan bingung harus mulai dari mana, apakah ia harus mulai dari pernikahan nya yang gagal dalam waktu satu malam, bahkan belum pernah merasakan indahnya malam pertama.
Diam, itu yang dilakukan Keenan, hingga membuat Dimas bingung sendiri. Ini bukan kah Keenan. yang selama ini ia kenal, hanya diam dan seperti pasrah dengan nasibnya yang entah seperti apa.
"Amira?? atau Erva."
Ucap Dimas yang langsung menjatuhkan nama nama itu di depan Keenan. Ia tau, laki laki di depannya masih terlibat dengan dua nama, dua wanita yang entah sebagai apa dan bagaimana.
"Erva....", jawab Keenan singkat, jelas dan cepat.
Yah, hanya nama Erva lah yang sekarang ada di dalam hatinya, bukan Amira lagi.
"Erva??", kaget Dimas...kenapa malahan nama Erva, bukan nama Amira lagi.
__ADS_1
"Iya, Erva...aku sudah ketemu dengan dia, tetapi...."
Mau melanjutkan ceritanya, tapi Keenan ragu dengan pendapat Dimas. Ia tau sahabat nya nanti bakalan bagaimana menghadapi cerita nya.
"Ketemu Erva di kampus, hati hati... kalau bini Lo tau bisa bahaya...", ocehan Dimas.
Dimas berusaha memancing Keenan, ia ingin tau apa yang terjadi dengan pernikahan nya, dan apa memang benar berita yang didapat selama ini.
"Bini?? gue duda..."
Jadi benar kalau Keenan dan Amira sudah bercerai??
Tidak kaget, Dimas hanya nyengir saja.. berarti dengan informasi yang didapat selama ini adalah benar adanya.
"Kenapa Lo enggak kaget??"
Giliran Keenan yang bertanya dan bingung sendiri, mengapa sahabat nya tidak kaget padahal setahunya, ia dapat Dimas tidak saking berkomunikasi, dan tidak ada cerita cerita selama satu tahun ini.
"Dan gue menyesal telah meninggalkan Erva dan lebih memilih Amira, yang pada kenyataannya dia tidak sebaik yang gue kira....", ucap Keenan dengan wajah yang penuh penyelesaian.
"Menyesal?? setelah semua nya terjadi baru Lo bilang menyesal???", Dimas menggeleng.
Dimas sendiri sangat kecewa dengan Keenan, lalu bagaimana dengan Erva, yang sudah terang terangan disakiti, dihianati bahkan di tinggal nikah... tidak bisa membayangkan perasaan Erva saat itu, Erva tidak sakit dan tidak bunuh diri saja itu sudah lebih baik dan bersyukur hidupnya sekarang bisa kembali ceria seperti sebelum kenal Keenan.
"Iya, gue tau...mungkin berat untuk Erva memaafkan, tapi gue tidak lemah, gue tidak akan menyerah begitu saja. Dan gua akan berjuang lagi untuk mendapatkan Erva, karena gue tau kalau Erva masih sangat mencintai gue.", ucap Keenan dengan pede nya. Laki laki bahkan sangat yakin sekali bisa balikan lagi dengan Erva.
"Hahahaha....Anda pede sekali Pak Dokter...iya kalau Erva masih mencintai Lo, kalau tidak gimana???"
Bukannya dengan mengejek, terapi hanya memperingatkan saja, takut kalau Keenan berharap banyak hingga akhirnya terjatuh juga... kasihan....
"Gue yakin dan sangat yakin...."
__ADS_1
Lagi lagi jawaban tegas dan yakin Keenan keluar dari mulut nya, yang membuat Dimas hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Oke.... kalau memang Erva masih cinta sama lo,...tapi.... apakah dia juga mau balikan lagi sama lo?? ingat Keen... sesakit apa kenangan yang Lo torehkan,..apa Lo enggak sadar... bagaimana menderita nya Erva dulu...."
Dimas berusaha untuk menyadarkan Keenan, selain tidak mau kalau Keenan terlalu berharap, ia juga tidak yakin kalau Erva mau kembali lagi dengan Keenan, dengan apa yang telah Keenan lakukan pada Erva.
"Gua mau perbaiki semua nya, dan gue akan membuktikan kalau gue benar benar serius dan ingin menjalin hubungan dengan Erva kembali....dan tidak akan menyia-nyiakan nya...."
Susah, dari dulu kalau bicara dengan Keenan memang susah, orang itu tidak bisa diajak untuk menerima semua yang terjadi, dan tetap kekeh dengan pendirian nya.
"Kalau Erva sudah mempunyai pacar gimana?? dan laki laki itu juga sangat menyayangi Erva..."
Yah, kira kira nya saja begitu. Hanya menebak nebak saja...dan mungkin siapa tau benar. Erva gadis yang cantik, baik dan pintar. Yang pastinya banyak yang berusaha untuk mendekati nya ..
"Dokter Anjar???", tanya Keenan menyelidik... dengan ekspresi wajah yang entah seperti apa saat ini..
Dokter Anjar?? siapa dia??
Buru buru Dimas mengirimkan pesan untuk Erva, dan berharap gadis itu akan memberikannya informasi secara tepat sesuai dengan pertanyaan.
[Bilang saja iya Kak, Dokter Anjar adalah Dokter yang menangani penyakit ku...kalau Dokter Keenan tanya lagi, jawab saja kalau aku dan Dokter Anjar punya hubungan, terserah kak Dimas mau mengarang cerita seperti apa....hahahahaha]
Dimas membuka pesan yang berisi jawaban dari pertanyaan nya, jelas saja Dimas langsung tertawa membaca pesan itu, dan kini saatnya untuk membuat Keenan panas dengan berita yang akan di ucapkan nya.
"Iya, Lo pasti kagak tau kalau tiap hari Dokter Anjar selalu antar jemput Erva,. bahkan mereka berdua sudah merencanakan pernikahan dalam waktu dekat...", ucap Dimas mengarangnya indah, yang sukses membuat Keenan terbakar cemburu.
"Tidak bisa, mereka tidak boleh menikah...."
Emosi, yah jelas saja.... Keenan jadi teringat dengan pertemuan nya tadi, dimana Dokter Anjar memperlakukan Erva dengan sangat baik dan juga mesra.
"Bagaimana tidak bisa?? Erva single... begitu juga dengan Dokter Anjar....dan gue yakin pasti Erva tau nya masih suami orang,. bukan duda perjaka."
__ADS_1