Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Kecelakaan


__ADS_3

"Kamu nggak apa-apa sayank?"


Tanya Anjar yang saat ini sudah berada di mobil di samping Erva dengan satu tangan yang menggenggam tangan Erva.


Meskipun tidak ada sedikit luka yang dilihat dari Anjar namun laki-laki itu khawatir takut saja jika istri dan calon anaknya kenapa-napa karena barusan bertemu dengan laki-laki yang gila yang masih mengejar istrinya.


"Aku nggak apa-apa Mas tenang aja, tapi aku lapar."


"Oke istri cantik aku dan anakku mau makan apa siang ini?"


Anjar tidak perlu mempermasalahkan lagi tentang Dokter Keenan, ia juga tidak bertanya kenapa Dokter Keenan tadi bisa berada di kampus nya dan bertemu dengan istrinya toh nanti juga jawabannya sama saja kalau Dokter Keenan memang sengaja bertemu dengan Erva dan berbicara empat mata tentunya membicarakan tentang perasaan Dokter Keenan yang masih menginginkan istrinya itu dan masih berharap untuk Erva kembali lagi pada dia.


"Sepertinya sotonya di pojokan itu enak Mas, aku kok jadi pengen makan itu."


Iya tiba-tiba Erva menginginkan makan soto ayam yang jaraknya tidak jauh dari kampus entahlah mungkin ini adalah ngidam pertamanya.


"Siap sayank tunggu ya, Papa melajukan mobilnya pelan pelan saja dan jaraknya juga tidak jauh sabar sedikit."


Erva mengaggukkan kepalanya kemudian tersenyum entahlah rasanya ia sangat bahagia saat ini bukan karena ia menikah dengan Dokter Anjar tidak bahagia tetapi melihat ekspresi wajah suaminya dan juga sifat suaminya yang makin ke sini makin hangat dan juga romantis membuat Erva semakin berbunga-bunga saja hatinya dan semakin yakin jika memang Anjar benar-benar mencintainya meskipun ia dan Anjar baru kenal beberapa hari namun rasanya Anjar bisa membuat dirinya jatuh cinta.


Sedangkan Dokter Keenan, laki-laki itu masih terus emosi membayangkan bagaimana Erva yang saat ini bersama dengan suaminya yang pastinya Keenan masih tidak terima jika Erva bersama dengan Anjar bahkan Keenan juga tidak ikhlas.


Meskipun ia tahu jika Anjar adalah laki-laki yang baik yang tidak macam-macam seperti dirinya tetapi rasa di hatinya masih terlihat cemburu ketika melihat Erva bermesraan dengan Anjar dan ingin sekali keinginan merebut Erva dan menikahinya.


Laki-laki itu segera melajukan mobilnya untuk keluar dari parkiran kampus Erva atau untuk apalagi ia di sana yang nyatanya Erva sendiri sudah pergi dengan suaminya.


Dengan Perasaan kacau dan juga cemburu entahlah Keenan tidak bisa mengontrol emosinya kalau sudah berhubungan dengan Erva saat ini dan laki-laki itu terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan tanpa memperdulikan dirinya ataupun pengendara lainnya yang sama-sama melintas di jalan.


"Kenapa kamu tidak memberikan aku kesempatan sekali lagi Er kenapa kamu malah mau menilai laki-laki lain dan tidak ingin kembali bersamaku padahal aku sudah meminta meminta maaf, aku juga sudah berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk kamu, aku sudah berusaha untuk membuat kamu jatuh cinta lagi padaku tetapi kenapa kamu malah memilih dengan laki-laki lain dan tidak kembali padaku. Oke aku memang salah Aku telah mengkhianatimu bahkan aku sudah menikah dengan perempuan yang lain tetapi aku sadar bahwa sebenarnya cinta sejatiku itu hanyalah kamu.... Jika memang kamu tidak ditakdirkan untuk aku miliki untuk apa aku hidup lebih baik aku mengakhiri hidupku saja daripada terus melihat kamu bersama dengan laki-laki lain.."


Keenan menggerutu kesal yang mana ia menyesali segala perbuatannya, namun sayang sekali semua sudah terlanjur yang membuat dirinya saat ini menyesal dan tidak bisa bersama dengan Erva lagi.


Dengan penyesalan yang begitu dalam dan juga kenyataan pahit yang seakan membuat dirinya hancur berkepala keping saat ini, Keenan menambah kecepatan mobilnya padahal sedari tadi keluar dari gerbang kampus Erva, Keenan sudah melajukan mobilnya juga dengan kecepatan tinggi tetapi rupanya itu kurang, hingga Keenan tidak bisa mengontrol mobilnya itu ketika melewati perempatan lampu merah dan akhirnya...


Brukk..

__ADS_1


Brukk..


Mobil Keenan oleng laki-laki itu menabrak trotoar pembatas jalan kemudian mobilnya berguling-guling sebanyak 3 kali hingga membuat mobil Keenan saat ini terbalik.


"Astaghfirullahaladzim..."


Orang-orang yang melintas di jalanan itu sontak menutup mulutnya dan tidak percaya dengan kecelakaan yang tunggal yang baru saja terjadi dan mereka sendiri yakin jika pengemudi mobil yang ada di dalam mobil itu tidak selamat,.melihat betapa parahnya kerusakan mobil yang dialami oleh mobil Keenan saat ini.


Para warga yang melihatnya berbondong-bondong untuk mendekati mobil Keenan siapa tahu memang ada nyawa yang masih bisa diselamatkan meskipun mereka sendiri tidak yakin akan hal itu.


"Ada satu orang di dalam, cepat keluarkan!!"


"Bagaimana cara mengeluarkannya? dengan mobil ini terbalik sepertinya sang pengemudi kejepit dan itu susah untuk dikeluarkan."


"Telepon ambulans sekarang dan telepon polisi."


Orang-orang yang di sana ikut panik meskipun mereka belum tahu siapa yang terlibat kecelakaan siang ini namun karena merasa kasihan dengan apa yang dialami oleh Dokter Keenan di dalam, mereka semua spontan langsung menghubungi pihak ambulans dan juga kepolisian untuk membantu dokter Kinan yang ada di dalam mobil itu yang entahlah mereka hanya berpikir jika memang sudah tidak bisa diselamatkan lagi setidaknya tubuh Dokter Keenan bisa dikeluarkan dari dalam mobil.


Suara sirine ambulans dan juga mobil polisi menggema di seluruh jalanan yang membuat pengemudi motor dan juga mobil mobil harus meminggirkan mobilnya dan seketika polisi terjun ke TKP untuk memeriksa mobil yang terlibat kecelakaan tadi, begitu juga dengan ambulans.. petugas medis sudah turun untuk membantu korban yang ada di dalam.


Ucap salah satu perawat yang saat ini sudah turun untuk memeriksa kondisi Dokter Keenan dan mereka juga belum tahu jika yang terlibat kecelakaan itu adalah Dokter Keenan, Dokter terkenal di kota ini karena posisi Dokter Keenan saat ini sedang kejepit dengan wajahnya yang tidak begitu terlihat.


"Astaghfirullahaladzim Dokter Keenan?"


Ya setelah mereka berhasil mengeluarkan Dokter Keenan dari terjepitnya mobil, suster dan perawat dan juga Dokter itu kaget bahwa yang mengalami kecelakaan adalah Dokter Keenan dan mereka langsung saja membawa Dokter Keenan untuk menuju ke ambulans dan dibawa ke rumah sakit terdekat.


Sedangkan Erva dan juga Dokter Anjar yang sudah selesai makan soto segera pulang karena Erva sendiri sudah lelah dan ingin beristirahat, namun di jalan ia melihat sebuah kerumunan dengan jalanan yang begitu macet hingga Anjar memastikan dan keluar dari mobil untuk bertanya kepada warga yang ada di depan sana.


Dan setelah itu, Anjar kembali bertanya.. laki-laki itu melihat ke arah istrinya dan mengatakan jika ada jadi kecelakaan di depan sana hingga membuat laju mobil merangkak begitu lambat.


Hingga pada akhirnya mobil yang dikemudikan oleh Anjar kini berada di depan TKP di mana di sana masih ada ambulans yang belum membawa Dokter Keenan ke rumah sakit dan juga masih ada beberapa polisi yang ada.


Deg


"Mas bukannya itu mobil Dokter Keenan?"

__ADS_1


Seketika Erva kaget ketika melihat mobil yang terbaik dan ia hafal betul jika mobil yang terbalik dan mengalami kecelakaan itu adalah mobil Dokter Keenan dan Erva sendiri tidak habis pikir jika memang benar yang di dalam itu adalah Dokter Keenan yang saat ini sudah dibawa oleh beberapa perawat untuk masuk ke dalam mobil.


"Kamu tenang sayank, aku coba turun lagi dan kamu jangan kemana-mana oke."


Ya sepertinya informasi yang didapatkan oleh Anjar tadi belum lengkap dan Anjar tidak menanyakan siapa yang mengalami kecelakaan itu hanya Anjar bertanya ada apa dan kenapa jalanan menjadi macet saat ini, hingga ia sendiri juga kaget ketika melihat mobil yang terbalik dan memang Anjar mengenali mobil itu kalau mobil itu adalah mobil milik Dokter Keenan  apalagi beberapa menit yang lalu Anjar juga melihat mobil dengan corak warna dan juga nomor polisinya yang persis dengan mobil Keenan.


"Dokter Anjar."


Dokter yang baru saja memasukkan Dokter Keenan  ke dalam ambulan menyapa Dokter Anjar, karena dokter itu juga mengenal baik dokter Anjar.


"Yang di dalam apakah betul Dokter Keenan?"


"Ya Dokter,  yang mengalami kecelakaan melemah benar Dokter Keenan dan saya harus segera membawa Dokter Keenan untuk menuju ke rumah sakit."


"Bawa ke rumah sakit saya saja yang jaraknya lebih dekat dari sini, tidak mungkin kalau kalian membawa ke rumah sakit milik Dokter Keenan."


Dokter dan perawat itu mengangguk karena memang benar dan memang rencananya akan dibawa ke rumah sakit terdekat dari lokasi kecelakaan dan tentunya rumah sakit itu adalah rumah sakit milik Dokter Anjar.


Setelah ambulans berlalu pergi, Dokter Anjar menghela nafasnya berat dan bagaimana ia menyampaikan kepada istrinya jika yang memang mengalami kecelakaan itu adalah Dokter Keenan meskipun Anjar tahu jika Erva sudah tidak mempunyai rasa lagi kepada Dokter Keenan tetapi seenggaknya mereka berdua pernah menjalani hubungan yang baik.


"Bagaimana Mas, apakah benar itu Kak Keen?"


Anjar yang saat ini sudah berada di dalam mobil, lalu memegang tangan Erva sangat erat kemudian mengangguk, ia takut jika istrinya akan sok mendengar kabar jika Dokter Keenan yang mengalami kecelakaan itu.


"Astaghfirullahaladzim, lalu bagaimana keadaan Mas parah atau tidak?"


"Aku tidak tahu sayank, bagaimana kamu mau ikut ke rumah sakit atau kamu aku antarkan dulu sepertinya Dokter Keenan membutuhkan aku untuk menanganinya karena aku lihat tadi lukanya begitu parah dan dia dibawa ke rumah sakit aku."


Ya mau tidak mau Dokter Anjar harus mengatakan ini melihat kondisi mobil Dokter Keenan yang sudah terbalik dan rusak parah, sudah dipastikan jika memang yang diderita Dokter Keenan saat ini sangat parah dan juga Anjar tadi melihat sendiri betapa banyak darah yang mengalir dari kepala Dokter Keenan dan tentu saja sebagai seorang Dokter yang terbaik dan juga berpengalaman serta mempunyai jiwa kemanusiaan yang tinggi tidak mungkin jika Anjar membiarkan Keenan begitu saja meskipun Keenan adalah rivalnya.


"Aku ikut boleh, Aku janji aku tidak akan macam-macam dan aku juga tidak akan mengganggu Mas, aku mungkin akan menenangkan tante Arin di sana yang pastinya sok mendengar kabar ini dan aku akan menghubungi Kinara juga karena pastinya Keenan sangat membutuhkan Kinara."


"Iya sayank, tapi janji ya nanti kalau kamu lelah, kamu pulang atau istirahat di ruangan aku."


Iya, Anjar tidak boleh egois dan juga cemburu karena ia tahu di dalam hati Erva saat ini hanya ada dirinya dan tidak ada nama laki-laki lain di dalam hati Erva, terlebih lagi nama Dokter Keenan dan sama seperti yang dilakukan oleh Anjar pas istrinya juga sangat mempunyai jiwa sosial yang tinggi terlebih lagi Erva mengenal baik keluarga Dokter Keenan dan pastinya ini semua tidak mudah untuk dilalui oleh maminya Dokter Keenan sendiri.

__ADS_1


__ADS_2