Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Butuh Erva


__ADS_3

Keenan meninggalkan rumah perempuan itu, sepanjang perjalanan ia mengumpat kesal kenapa Mami Arin bisa menjodohkan dengan perempuan semacam itu.


Cantik memang, tetapi kelakuannya yang membuat Keenan tidak terima apalagi di usianya masih ABG perempuan itu sudah tahu menahu tentang banyak hal yang berhubungan dengan pasangan dan tentu saja dengan kalimat yang diucapkan tadi itu membuat kerang berpikir jangan-jangan perempuan itu sudah tidak perawan lagi dan sudah terbiasa melakukan hubungan intim dengan lawan jenis.


Untung saja dari awal Keenan memang tidak menerima perjodohan yang dilakukan oleh Mami Arin dan sore ini ia hanya membuat Mami Arin senang dengan menerima ajakan makan bersama dengan perempuan itu.


Tidak bisa Keenan bayangkan bagaimana kalau ia menerima perjodohan dariperempuan yang belum jelas sifat dan sikapnya apalagi jika memang terbukti benar perempuan itu sudah tidak perawan lagi.


Sejenak Keenan menyingkirkan tentang perempuan yang entah kemungkinan menyebutnya apa. Yang jelas pikirannya saat ini kembali berpusat kepada Erva.


Masih terasa penyesalan di dalam hatinya entah kenapa rasa sesak di dalam bapak itu belum juga hilang terlebih lagi sore ini ia malahan bertemu dengan Erva dan juga Anjar yang membuat hatinya semakin sakit saja dan tidak bisa melupakan kenangan tentangnya dengan erpan dulu.


"Harus bagaimana lagi aku melupakan kamu sedangkan untuk merebut kamu rasanya itu tidak mungkin.."


Bukan karena Keenan tidak mampu untuk merebut Erva atau ia tidak mau lagi merebut Erva dan menjadikan Erva istrinya bukan seperti itu, tetapi ia melihat tidak ada celah sedikitpun untuk bisa menculik Erva bukan hanya pengawal dari Dokter Anjar saja yang berkeliaran di sekitar rumahnya dan juga mengawal kemanapun Erva pergi tetapi orang-orang dari suruhan Mami Arin juga sama beliau menjaga dirinya supaya tidak bisa macam macam dan berbuat ulah dengan istri orang.


Padahal Keenan sudah mempunyai rencana untuk membawa kabur Erva, terserah bisa dikatakan ia menculik istri orang itu tidak masalah tetapi yang penting ia bisa mendapatkan Erva bahkan ia mau menikahi Erva, sekalipun perempuan itu sudah tidak suci lagi.


Kembali lagi bayangan-bayangan kemesraan Anjar terhadap Erva muncul di benak Keenan hingga membuat laki-laki itu mengepalkan tangannya dan mengemudikan dengan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Brukkk...


Hingga akhirnya mobil yang ditumpangi oleh Keenan oleng dengan Keenan menabrak pembatas jalan yang membuat ia tidak sadarkan diri seketika.

__ADS_1


Semua orang berbondong-bondong untuk menolong Keenan tentu saja mereka langsung saja membawa Keenan yang sudah tidak sadarkan diri itu ke rumah sakit.


"Dokter Keenan..."


Ternyata Keenay dibawa ke rumah sakitnya sendiri dan tentu saja di sana semua dokter dan juga perawat berbondong-bondong untuk menolong nyawa dokter Keenan.


Beberapa menit kemudian Mami Arin dan juga Papinya Keenan sudah berada di sana dan tentu saja ia menunggu kabar dari Dokter yang menangani putranya itu dan berharap kalau putranya itu baik-baik saja.


"Bagaimana keadaan Keenan, Dokter?"


Tanya Mami Arin dengan raut wajah yang sudah cemas, beliau bahkan sudah tidak sanggup lagi membayangkan bagaimana nasib putranya mengingat mobil yang dikemudikan oleh putranya itu ringsek bagian kemudi.


"Alhamdulillah, Dokter Keenan tidak apa-apa hanya sedikit benturan saja di kepalanya."


Keenan langsung saja dibawa ke ruang perawatan dan tentunya kedua orang tuanya mengikuti Keenan untuk berada di ruangan itu.


"Erva...."


Keenan memang sudah sadarkan diri dan ia terus memanggil nama Erva dan sepertinya laki-laki itu mengigau dan menginginkan Erva untuk berada di sampingnya, sama persis dengan beberapa bulan yang lalu ketika Keenan jatuh sakit dan terus memanggil nama Erva.


Kedua orang tua Keenan saling beradu pandang tentu saja untuk saat ini Mami Arin tidak bisa berbuat banyak terlebih lagi Erva sekarang sudah mempunyai suami dan mereka baru saja menikah kemarin.


Mami Arin juga tidak enak jika meminta Erva untuk datang ke sini, tentu saja beliau juga harus meminta izin kepada Dokter Anjar selaku suami Erva dan entahlah, apakah Dokter Anjar akan memberikan izin untuk Erva menjenguk Keenan atau tidak.

__ADS_1


"Jangan Mami turutin apa yang Keenan ucapkan. Mami tahu kan Erva sekarang sudah menjadi istri orang, kalau Mami menurutinya itu sama saja Mami akan menghancurkan rumah tangga orang lain."


Seperti nya Papi nya Keenan memang dari dulu tidak setuju jika Keenan terus berharap dengan Erva, terlebih lagi beliau tahu dan yakin juga tahu kalau Erva memang sudah tidak menginginkan Keenan lagi, dan terlebih lagi apa yang dilakukan oleh Keenan memang sangat-sangat bersalah dan itu membuat luka yang dalam bagi Erva 


"Mami juga se pemikiran dengan Papi,.kali ini Mami tidak akan meminta Erva untuk datang, biarlah anak kita yang menanggung resikonya karena dia yang salah. Tetapi kenapa bisa kecelakaan seperti itu padahal ia tadi berkencan dengan Kinara."


"Papi juga tidak tahu yang jelas kalau Keenan meminta Mami untuk mendatangkan Erva, jangan dilakukan. Seperti apapun dan bagaimanapun keadaan Keenan jangan pernah Mami memanggil Erva,  Mami tahu sendiri bukannya kita tidak senang dengan kedatangan Erva tetapi itu sama saja akan menambah luka di hati Erva dan juga akan membuat hubungan Erva dengan suaminya berantakan."


Mami Arin mengangguk, kali ini ia juga tidak akan menuruti apa yang dikatakan oleh Keenan meskipun beliau juga tidak tahu apakah Keenan menginginkan untuk datang ke sini atau tidak.


"Papi tinggal dulu , ada pekerjaan yang belum Papi selesaikan."


Kini tinggallah hanya berdua di ruangan Keenan, Mami Arin terus-menerus memandangi wajah putrinya putranya yang masih pucat dengan kepalanya yang dibalut perban. Dan untung saja Keenan masih selamat dan tidak terjadi apa-apa.


"Mi, Erva mana."


Dan benar seperti apa yang dikatakan oleh Papi, nyatanya kalau Keenan bangun pastinya menanyakan Erva dan tentu saja setelah ini kemungkinan akan meminta untuk mendatangkan Erva ke sini.


"Erva tidak ada di sini tentu saja dia bersama dengan suaminya."


"Bisa Mami panggilkan Erva ke sini, aku butuh dia Mi, aku ingin Erva menjenguk aku supaya aku cepat sembuh."


"Tidak bisa, ingat lah Erva sudah menikah, dia bukan single lagi dan tentu saja Mami yakin kalau suaminya juga tidak akan mengizinkan dia untuk datang ke sini, kamu sadarlah ... Erva tidak bisa lagi menjadi milikmu dan kamu harus mengiklaskan Erva dan melupakan Erva."

__ADS_1


Bukan karena ia lupa kalau Erva kini sudah menikah dengan Anjar tetapi memang kenyataannya yang ia inginkan saat ini adalah Erva dan hanya Erva yang bisa membuatnya nanti cepat sembuh dan mengobati luka hatinya.


__ADS_2