Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
First Kiss


__ADS_3

Siang harinya, setelah Erva pulang sekolah, ia dan mama Hana langsung menuju Rumah Sakit tempat Dokter Keenan itu praktek.


"Er, Mama ke toilet sebentar ya, kamu masuk aja dulu tadi mama sudah telpon Dokter Keenan".


"Iya mah".


Gadis cantik itu kemudian mencari ruangan Dokyer Keenan yaang sempat ia tanyakan ke petugas pendaftaran di depan sana.


"Nah ini dia", seru Erva setelah menemukan di mana ruangan pribadi Dokter Keenan.


Dengan segera, Er mengetuk pintu ruangan Dokter Keenan, tampak disana terdapat dua orang laki laki memakai jas berwarna putih. Satu laki laki berdiri menghampiri Er.


"Silahkan masuk nona Ervania, Dokter Keenan sudah menunggu Anda"


"Terimakasih..."


"Saya Dimas, asisten Dokter Keenan."


Dimas mengulurkan tangannya, melihat gadis cantik di depannya membuat nya tersenyum dan ingin berkenalan, siapa tau bisa jalan di hari hati berikut nya.


"Oh iya terimakasih kak Dimas"


Erva juga membalas uluran Dimas, tetapi tidak perlu menyebutkan namanya, karena Dimas sudah tau namanya sedari tadi.


Er kemudian berjalan menghampiri Dokter Keenan. Disana tampak Dokter muda dengan senyum manisnya, menyambut kedatangan Erva. Dan sejenak, gadis cantik yang baru saja patah hati itu terpana dengan senyuman mania sang Dokter yang membuat nya kesengsem..


'Dasar otak mesuuummmm...mikir apa kamu Er!!!'


"Siang bocil" sapa Dokter Keenan.


"Siang juga om om.", balas Erva tidak mau kalah.


'Bocil..bocil..gini gini udah 16 tahun loh.', batin Er mengumpat, awas kamu dokter!!.


"Hei bocil jangan mengumpatku, kualat nanti kamu.", seru Doktet Keenan, seakan akan ia tau apa yang ada di dan hati Erva.


"Om cenayang ya, bisa baca pikirin orang."


Erva melotot, merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Dokter muda namun ngeselin itu...bisa bisanya dia tau apa yang ada di dalam hatinya saat ini, yang pastinya benar....Erva sedang mengumpat laki laki berjas putih itu.


"Udah sono berbaring, biar kuperiksa, dari pada ribut kerjaan gue gak akan kelar nantinya.", ucap Dokter Keenan sedikit meninggikan suaranya, entah memang lagi PMS atau meras tersinggung dengan ucapan Erva yang ngatain dirinya Om Om.

__ADS_1


Dengan wajah cemberut, Er berdiri dan menuju kamar periksa.


"Dimas, data data nona Ervania sudah kamu persiapkan?"


"Maaf bos lupa, aku ambilkan dulu."


Dimas keluar dari ruangan Dokter Keenan. Sementara Mama Hana belum kembali dari toilet, ternyata Mama Hana bertemu dengan teman lamanya dan lupa akan tujuan Mama Hana ke rumah sakit ini.


Lagi lagi Er ibuat takjub dengan ciptaan makhluk Tuhan yang satu ini, begitu juga dengan Dokter Keenan. Mereka sama sama saling mengagumi tetapi tidak berani mengungkapkan nya secara langsung.


'Cantik banget...', batin Dokter Keenan yang merasa terpesona dengan gadis cantik di depannya.


'Ganteng, Dokter lagi...', begitu juga dengan Er....gadis itu juga mengagumi wajah tampan milik Dokter Keenan.


"Biar saya periksa dulu ya bocil?"


"Om bisakah panggil aku Er saja?, aku bukan bocil Om.", protes Erva.


"Dan bisakah kamu juga jangan manggil aku om, aku belum setua itu."


Mereka sama sama tidak dengan panggilan yang tadinya di sematkan.


"Okelah aku panggil Om Dokter dengan Kakak saja gimana? kan nyatanya Kakak lebih tua dari Aku."


"Er Kak, bukan bocil.", protes Erva lagi.


"Iya iya iyain aja daripada nangis."


Dokter Keenam kemudian memeriksa kondisi Erva, mulai dari dada hingga perut bekas operasi nya kemarin. Mengecek apakah masih ada yang belum kering di sana, dan keluhan keluhan apa saja yang dirasakan oleh Erva.


Awalnya Er risih dengan apa yang dilakukan Dokter Keenan, tetapi Er sadar kalau Dokter Keenan adalah seorang dokter jadi memang tugas nya untuk memeriksa nya.


Setelah Dokter Keenan selesai memeriksa Er, ia kemudian bangkit dari tidurnya.


Tiba tiba kaki Er tersandung oleh meja yang berada di depan nya, dan seketika ia terhuyung dan mau jatuh, tetapi sebuah tangan kekar memeluk pinggang Er, dan wajah gadis cantik itu ttepat berada didepan wajah Dokter Keenan.


Tidak hanya itu juga, karena kuatnya tarikan tangan Dokter Keenan, menyebabkan bibir Er dan bibir Dokter Keenan bertemu.


Cup


Bibir Dokter Keenan mencium bibir merah muda Erva, mereka sama sama terdiam, dan pandangan mata mereka saling bertemu.

__ADS_1


Belum sempat Dokter Keenan menyudahi adegan semi panas itu, tiba tiba pintu ruangan dibuka oleh seseorang.


Ceklek


Seketika Dokter Keenan menyudahi aksinya itu. Dan lagi lagi tanpa disadari tangan Erva menampar wajah dokter itu.


Plak


Satu tamparan mendarat sempurna di wajah tampan Dokter Keenan, dan itu membuat sang Dokter melotot kan matanya tajam.


"Ciuman pertamaku, ah minggir Dokter"


Dengan salah tingkah Er melepaskan diri dari pelukan Dokter Keenan, dan seketika Dimas yang melihat itu menatap tak percaya dengan apa yang barusan dilihatnya.


"Saya permisi Dokter, Kak Dimas, Nanti mama akan kesini mengambil resep.", kata Er dan langsung pergi meninggalkan ruangan Dokter itu.


Setelah kepergian Erva, Dimas menatap wajah Dokter Keenan tanpa berkedip dan tidak percaya. Dokter Keenan yang setahun terakhir ini terpuruk dengan mantan tunangannya itu, bahkan untuk mengenal yang namanya jenis wanita saja...Keenan tidak mau, tetapi kenyataan dimata Dimas saat ini, bukan cuma mengenal wanita, bahkan sampai berciuman bibir, Dimas benar benar menggelengkan kepala nya.


Merasa diperhatikan, Dokter Keenan itu pun menghampiri Dimas.


"Apa lo, bengong aja!!."


"Gue gak percaya, dengan apa yang gue lihat tadi", ucapan Dimas yang sudah seperti temannya sendiri.


"Manis", gumam Dokter Keenan.


"Ternyata lo tertarik ma yang muda muda ya?" ucap Dimas dengan nada mengejek.


"Yang muda lebih hot dan menantang.", seru Dokter Keenan.


"Brengsek lo memang, kirain setelah ditinggal Amira lo gak akan pernah tertarik dengan yang namanya wanita, e ternyata lebih dari yang gue kira"


"Cepat carikam informasi tentang bocil tadi, gue tunggu satu jam lagi."


"Gila lo!! bos gak ada akhlak, untung lo sahabat gue, kalo gak gue gak mau jadi anak buah lo" ucap Dimas lalu pergi meninggalkan Dokter Keenan.


Erva ke luar ruangan Dokter Keenan dengan mulut mengumpat, "Sialan kau dokter, seenaknya saja mengambil first kiss gue, awas saja kau." umpat Erva kesal.


Dan di dalam ruangan Dokter Keenan, laki laki itu seperti orang gila, ia kembali memegang bibir nya, padahal yang habis kena gamparan kan pipi, kenapa...bibir yang di pegang.


"Manis...mengapa rasanya manis sekali, beda dengan yang dulu ma Amira" oh sheet gila..ini..gila...mengapa harus dengan bocil itu, gadis yang belum berumur 17 tahun.

__ADS_1


Dokter Keenan menggeleng, ia sendiri bingung dengan diirinya sendiri....ini memang bukan yang pertama.... tetapi...kenapa rasanya sungguh berbeda.


Ya Ervania umurnya belum mencapai 17tahun, tetapi dengan bentuk tubuh nya yang oke, karena turunan dari Mama Hana yang mantan model, membuat Erva menjadi semakin menarik dan terlihat dewasa, dan itu yang membuat Dokter Keenan terpesona.


__ADS_2