
Acara pertunangan segera dimulai mau tidak mau Keenan keluar dari persembunyiannya dan mendekati Kinara juga Mami Arin.
Tentu saja mata Keenan tidak terlepas dari memandang wajah cantik Erva yang memang benar malam ini terlihat tampak lebih cantik dan mempesona.
Tetapi sayang sekali karena Keenan hanya mampu untuk memandang wajah cantik Erva dari kejauhan, bukannya ia tidak berani untuk mendekati eryva tetapi waktunya ini tidak pas aja karena Mami Arin sudah menggandengnya untuk membawa Keenan segera melaksanakan acara pertunangan ini.
Acara pertunangann dimulai dengan Keenan lebih dulu menyematkan cincin di jari manis Kinara dan setelah itu Kinara melakukan hal yang sama, semua orang yang ada di sana bertepuk tangan bahagia ketika melihat pasangan laki-laki yang ganteng dan perempuan yang sangat cantik itu sedang memamerkan cincin di jari manisnya masing-masing.
Tetapi tidak dengan Keenan, ia sedari tadi tidak tersenyum bahkan pandangan matanya terus menatap ke arah Erva, melihat ke arah mantan tunangan yang saat ini sudah menjadi milik orang lain.
Sedangkan Erva, ia melihat acara itu tidak ada rasa sedikitpun dari Erva untuk bersedih atau apalah, ia malahan bahagia karena ini adalah langkah awal supaya Keenan bisa melepaskan dirinya dan tidak mengejar-ngejar dirinya lagi dan pastinya Erva yakin jika Kinara mampu membuat Keenan jatuh cinta meskipun dalam waktu yang entah kapan itu akan terjadi.
"Dek jangan nangis?"
Anjar sedari tadi berada di samping Erva dan menggenggam tangan Erva, ia sengaja menatap wajah cantik istrinya itu dan melihat ke arah kanan yang sepertinya malam ini ia butuh candaan untuk menggoda istrinya.
Erva menolak ke arah Anjar kemudian tersenyum, perempuan cantik itu juga menggelengkan kepalanya tanda kalau ia tidak apa-apa jangankan menangis malah ia ingin tertawa bahagia melihat acara pertunangan Keenan dengan Kinara berlangsung lancar.
"Ngawur Mas itu, buat apa aku nangis, aku malah bahagia melihatnya seperti ini dan Kak Keen tidak akan menggangguku lagi."
Meskipun sebenarnya Erva tidak yakin jika Keenan tidak akan mengganggunya tetapi semoga saja dengan sahnya Keenan sebagai tunangan Kinara bisa menyadarkan Kenan untuk lebih melihat ke arah Kinara bukan melihatnya lagi.
"Masak, kamu nggak nangis dek melihat Dokter Keenan tunangan dengan perempuan lain?""
__ADS_1
Masih saja Anjar menggoda padahal ia tahu sendiri bagaimana perasaan istrinya saat ini yang sudah tidak mempunyai rasa apapun terhadap Dokter Keenan namun Anjar ingin saja membuat Erva marah dan itu membuat Anjar semakin gemes dengan istrinya.
"Jangankan melihat Dokter Keenan tunangan Mas, melihat dia menikah saja aku sudah pernah merasakan."
Kembali lagi seakan-akan Dokter Anjar malah mengingatkan Erva ke masa lalunya dulu yang mana ia menyaksikan bagaimana Keenan dengan lantangnya mengucapkan ijab qobul di depan penghulu dan naasnya perempuan itu bukanlah dirinya.
"Eh iya lupa dulu kan kamu nangis waktu acara pernikahan Dokter Keenan, aku masih ingat loh dek, kamu nangis lalu keluar dari gedung itu terus berlari dan duduk di taman."
"Dan Mas malah mengira aku adalah salah satu fansnya Dokter Keenan, tidak tahu saja kalau aku adalah mantan tunangan Dokter Keenan yang tersakiti dan terkhianati."
"Hahaha."
Keduanya tertawa bersama-sama tentu saja antara Dokter Anjar dan juga Erva sama-sama merasa bahagia dengan takdir yang sudah dipilihkan oleh Tuhan kepada mereka dan tentunya ia akan mereka akan menjaga cinta itu sampai mati.
"Kalau kamu tidak bodoh, kita tidak akan pernah bertemu dan bersama seperti sekarang dan pastinya aku harus berterima kasih kepada Dokter Keenan karena dia telah menghianati kamu dan melepaskanmu hingga aku yang menemukanmu."
"Oh iya seharusnya Mas berterima kasih kepada Kak Ken karena berkat dirinya kita jadi seperti ini andai saja dulu kak kan tidak berkhianat dan tidak menikahi mantan tunangannya pastinya aku yang akan menikah dengan Kak Keen dan Mas Anjar akan terus-terusan jomblo seumur hidup hahaha."
"Astaga senang sekali kamu dek mengejek suami kamu, awas ya nanti setelah dari sini aku akan menagih janji kamu dan aku pastikan besok kamu tidak bisa berjalan lagi mumpung besok hari libur maka nanti malam akan aku puas puasin untuk memangsa kamu."
"Ih ngeri, selalu di ancamannya seperti itu apa nggak ada ancaman yang lain lagi, Mas?"
"Gak ada, itu yang paling bagus dan paling menyenangkan untuk aku dan juga untuk kamu."
__ADS_1
Acara pertunangan Dokter Keenan dengan Kinara masih berlangsung, sementara yang punya acara sedang menjamu tamu-tamu yang lainnya, dan dokter Anjar menikmati makan malam dengan bergabung bersama dengan keluarganya.
"Sepertinya makanan ini enak banget Mas itu sambelnya bikin ngiler deh."
Tentu saja Anjar langsung menjauhkan piring Erva, dia tidak mau juga istrinya makan makanan yang bermakna warna merah itu bukan merah-merah ada penghangatnya tetapi cabenya yang terlalu banyak yang Anjar tidak ingin jika nanti Erva sakit perut ketika makan itu.
"Mas pelit masak dikit aja nggak boleh, aku pengen banget loh Mas nanti bagaimana kalau anak kamu ileran."
Erva sengaja mengucapkan itu ia juga sengaja mengusap perutnya seakan-akan ia memang mengidam dan sedang hamil saat ini.
"Beneran sayang kamu hamil?"
Sepertinya Anjar antusias sekali padahal Erva hanya berakting saja supaya diperbolehkan makan-makanan yang pedas itu tetapi tidak tahu saja jika suaminya memang benar-benar berharap supaya Erva cepat mengandung benih cinta darinya.
"Belum tapi aku pengen makan itu."
"Nggak boleh, kamu hamil atau belum tetap tidak boleh makan makanan pedas terserah semua itu karena anakku yang pengen atau tidak yang jelas tidak ada alasan jika kamu ingin memakan itu. Dan semua aku lakukan itu demi kamu, demi kesehatan kamu karena aku tidak ingin kamu kenapa-napa."
Erva mengalah meskipun ia pingin sekali makan masakan yang pedas tetapi melihat suaminya yang butuh protektif padanya dan juga memang apa yang dikatakan oleh Anjar adalah benar dan akhirnya Mengurungkan Erva mengurungkan niatnya dan memilih makanan yang biasa saja.
"Aku sayang banget sama kamu dek, jadi aku tidak ingin kamu kenapa napa, percuma saja aku seorang dokter tapi aku tidak bisa membuat kamu sehat dan malah menjerumuskanmu jika kamu ingin makan makanan yang pedas."
"Iya deh iya tapi sambalnya sedikit boleh ya mas tidak merah seperti itu."
__ADS_1
"Boleh tapi ada batasnya ingat kondisi kamu dek."