Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Kejutan


__ADS_3

"Kak Rico."


Laki-laki yang berdiri di belakang Erva itu adalah Dokter Rico yang entah secara kebetulan Dokter itu ke bawah dan bertemu dengan Erva yang sedang ngobrol dengan resepsioni, ia bahkan tahu apa yang dibicarakan antara Erva dengan resepsionis itu.


Mengapa istri pemilik Rumah Sakit ini harus meminta izin terlebih dahulu untuk bertemu, tentu saja karena tak lain tak bukan itu adalah Erva sendiri yang pastinya belum terbiasa untuk datang ke rumah sakit yang langsung menuju ke ruangan suaminya dan mungkin saja Erva tidak enak, itu yang ada di pikiran Dokter Rico saat ini.


"Kenapa mesti minta izin dulu dek, langsung saja ke atas. Suami mu ada di atas, baru saja selesai operasi."


Dokter Rico ikut tersenyum melihat ke arah Erva dan entah mengapa ia jadi kepikiran kalau Erva dan Anjar itu sama-sama mempunyai ikatan batin baru saja tadi ia meledek hajar karena tahu kalau Anjar itu sudah bangga dengan istrinya eh tiba-tiba tanpa diduga karena sudah datang ke sini.


"Aku nggak enak kak dan gak tau juga kalau Mas Anjar nanti keluar atau lagi ada operasi."


"Ngapain juga masih nggak enak, ini adalah Rumah Sakit milik suamimu dan tentu saja ini juga menjadi milikmu, kalau kamu mau ke sini langsung aja ke atas, ada atau tidak tunggu saja di dalam pasti Anjar senang jika mendapatkan kunjungan dari kamu."


"Bukan begitu, Aku tidak terbiasa saja dengan semuanya."


Jawab jujur Erva yang nyatanya seperti itu. Ia bahkan tadi bingung mau menghubungi Anjar tetapi niatnya ingin membuat kejutan untuk suaminya dan alhasil jadinya ia bertanya dengan resepsionis.


"Maka dari itu dibiasakan saja,.apalagi kamu sudah menjadi istri Anjar berarti kamu juga berhak ada di sini, dan kamu mau ngapain aja di sini tidak masalah. Dan lagi tadi Anjar telepon kamu untuk datang ke sini?"


"Enggak Kak, Emangnya kenapa?"


Erva bukannya langsung saja menuju ke ruangan suaminya tetapi malahan ngobrol dulu dengan Rico dan pastinya Rico senang ngobrol-ngobrol dengan Erva, selain orangnya asik dan ramah diajak ngobrol, tentu saja Rico bisa memandang wajah cantik Erva sepuasnya tanpa ada pengganggu lagi.


"Suamimu sepertinya kangen, nggak tahu sejak keluar dari operasi dia uring-uringan. Entahlah paling dia sudah pengen masuk lagi."


"Ha?? Masuk lagi apanya?"

__ADS_1


Erva melongo mendengar ucapan dari Dokter Rico itu dan tentu saja antara paham dan tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh teman dari suaminya itu.


"Ya anunya lah mau masuk lagi,.bagaimana malam pertama Anjar? kuat berapa ronde dek?"


Astaga.. Erva menepuk keningnya sendiri. Ingin rasanya ia tertawa dan memukul pundak Rico tentunya tetapi ia urungkan. Ternyata apa yang diucapkan oleh Dokter itu tentang begituan yang pastinya mau berapa ronde pas malam pertama, Erva juga tidak akan memberitahukan kepada Rico.


"Rahasia, makanya Kakak dokter yang baik hati dan juga tampan cepetan nikah biar bisa merasakan itunya."


"Meskipun aku belum nikah tetapi aku sudah pernah merasakan dek, jadi jangan kuatir .. Aku cuma mau tanya saja Anjar kuat berapa ronde pas malam pertama."


"Tidak aku beritahukan pokoknya rahasia, sudah ah aku mau menemui Mas Anjar dulu,.laper."


"Eh kok kabur, hayo kamu laper ingin makan nasi atau makan yang lain?"


Erva tidak menjawab apa yang diucapkan oleh Dokter Rico yang sepertinya apa yang ada di pikiran Dokter itu sama saja dengan apa yang ada di pikiran Mona tadi, sama-sama ngeresnya juga sama-sama kepo.


Erva langsung meninggalkan Rico kemudian perempuan cantik itu menuju ke atas tentu saja langsung ke ruangan suaminya yang ia tahu agar berada di ruangannya saat ini.


Sudah sampai di atas dan pastinya Erva tahu betul di mana ruangan suaminya karena bisanya di sini ada dua ruangan saja, satu ruangan Anjar dan satu adalah ruangan Aris yang memang di atas itu khusus untuk ruangan dari pemimpin rumah sakit itu.


Erva tidak langsung masuk, Ia mengetuk pintu terlebih dahulu tentu saja meskipun di dalam adalah suaminya dan ruangan ini adalah milik suaminya tidak mau langsung masuk saja dan iya harus sopan meskipun berada di tempat manapun juga.


"Masuk!!"


Terdengar jawaban dari Anjar di dalamnya kemudian perempuan cantik itu tersenyum lalu memegang handle pintu kemudian masuk.


CeklekĀ 

__ADS_1


"Sudah aku bilang kenapa datang lagi, jangan ganggu aku Ric!!" ucap Anjar ketika pintu itu sudah dibuka dan ia tidak tahu persis siapa yang masuk hanya perkiraan saja kalau ke Rico itu tadi masuk lagi ke dalam dan menggodanya seperti tadi karena tidak mungkin Aris, karena Aris saat ini sedang berada di luar rumah sakit.


Seketika Erva langsung terdiam ketika mendengar apa yang diucapkan oleh suaminya tentunya ia tahu yang dimaksud suaminya itu adalah Dokter itu bukan dirinya.


"Ya sudah kalau begitu aku pulang saja ya?"


Bukan serius, ia juga ingin menggoda suaminya dan Erva tahu betul pastinya sebelum ia ke sini suaminya sudah bertemu dengan Dokter Rico dan seperti apa yang dikatakan tadi kalau Dokter itu sudah menggoda suaminya bahkan sudah menanyakan hal-hal yang sifatnya pribadi.


"Hei dek, kenapa ke sini? maaf-maaf bukan begitu."


Kejutan, itu yang diterima oleh Anjar saat ini ia benar-benar tidak menyangka kalau istrinya datang dan berada di depannya saat ini padahal dari tadi ia hanya memegang ponsel dan melihat ponselnya, siapa tahu Erva membalas pesan yang dikirimkan olehnya tetapi sayang sekali Erva hanya membacanya saja tanpa membalasnya.


Tetapi siang ini benar-benar di saat ia kangen dengan istrinya itu, Erva datang dengan tiba-tiba dan tentu saja membuat laki-laki itu tersenyum kemudian berdiri dari duduknya dan langsung saja melangkahkan kakinya untuk menghampiri istrinya.


"Tidak suka aku datang ke sini Mas? ya udah kalau begitu aku pulang saja ya."


"Jangan dong dek."


Anjar langsung saja menarik tangan Erva kemudian memeluk erat istrinya itu yang mana memang siang ini ia benar-benar kangen sekali ingin melihat wajah cantik Erva yang entah mengapa selalu menari-nari di dalam benaknya.


"Nakal sekali tadi, di chat nggak bales hanya dibaca saja sengaja, dek?"


Anjar melepaskan pelukannya ia kemudian menatap ke arah istrinya yang yang ini memang begitu tampil mempesona kemudian tak lupa juga Anjar protes dengan apa yang dilakukan oleh istrinya itu yang malah dengan sengaja tidak membalas pesannya tetapi cuma dibaca.


"Iya aku sengaja Mas, pengen tahu aja bagaimana reaksi Mas kalau hanya aku baca saja."


"Oh sengaja,.Oke kalau begitu."

__ADS_1


Anjar langsung saja memposisikan dirinya untuk menggendong tubuh Erva tetapi Erva menolak karena tangannya saat ini memegang bungkusan yang berisi makanan.


"Mau ngapain? tanganku masih bawa makan siang untuk Mas."


__ADS_2