
Ini adalah pertama kalinya Erva datang ke kampus sepagi ini, memang biasanya tidak pernah telat, tetapi bukan berarti pagi pagi seperti ini yang masih belum ada tanda tanda kehidupan sama sekali di sana
Tidak mau kesepian, Erva yang sudah memarkirkan mobil nya langsung saja melangkahkan kakinya menuju ke kantin. Yah, selain Erva yang belum sarapan, gadis itu juga butuh teman untuk sekedar dilihat saja.. meskipun tidak ngobrol tak masalah.
Dan benar saja, di kantin juga masih sepi. Hanya ada penjual nya saja yang masih menyiapkan berbagai menu.
"Cokelat anget nya satu dan nasi goreng nya satu buk..santai saja aku tunggu di sana "
Tidak ingin membuat ibuk penjual kantin itu buru buru, Erva hanya meminta santai...ia juga tidak begitu lapar, hanya saja mulut nya ingin ngunyah.
Erva membuka laptop, mengerjakan tugas yang memang semalam belum dikerjakan karena ada kejadian mendadak yang membuat mood nya jadi ilang.
Beruntung sekali, ia bisa bangun pagi dan mengerjakan tugas nya, meskipun dengan mata yang tidak begitu segar.
Dret...dret....
Ponsel Erva bergetar. Gadia itu kaget seketika manakala mendengar suara getaran ponsel. Pikirannya sudah melayang layang, antara ingin mengambil ponsel dan mengangkat nya atau tidak.
Jelas saja Erva takut, karena ia pasti yakin kalau yang menelpon nya pagi pagi begini adalah Keenan.
Erva membuat sejenak, dan berharap kalau panggilan telpon nya itu masih dan tidak menghubunginya lagi. Atau malahan baterai nya yang habis.
__ADS_1
Tetapi, tidak lama.. ponselnya kembali bergetar yang membuat jiwanya tidak tenang hingga akhir nya Erva memutuskan untuk mengambil dan juga mengangkat nya.
"Mona?? Ngapain??"
Dugaan yang salah, ternyata yang menelpon nya adalah Mona, bukan Keenan seperti yang dipikirkan nya.
Dengan cepat Erva mengangkat telpon dari Mona , siapa tau memang ada yang penting...
"Hallo...."
"Lo dimana? gue ke rumah Lo katanya Lo sudah ke kampus..."
"Kampus? serius??"
Mona seperti nya tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Erva, pasalnya sahabat nya itu tidak pernah ke kampus sepagi ini, tetapi...pagi pagi ini sudah berangkat ke sana.
"Ya iyalah....ganti VC, biar percaya Lo!!"
Erva mengganti panggilan telpon nya dengan Video Call dan langsung tersambung dengan Mona, yang mana kini memperlihatkan di mana Erva berada saat ini, begitu juga dengan Mona.
"Seriusan?? rajin amat??"
__ADS_1
Meskipun sudah melihat dengan jelas, Mona masih tidak percaya....
"Dan Lo juga pagi pagi begini ke rumah gue, ada apa??"
Kedua nya sama sama bertanya, rupanya mereka pagi ini mengalami kejadian yang luar biasa, hingga membuat kedua nya tidak percaya.
"Cerita nya panjang..."
"Sama, gue juga..."
"Ya udah, buruan ke kampus..gak mungkin kan kalau gue balik ke rumah??"
"Wokey...sekalian pesenin nasgor....gak enak tadi sarapan di dalam, Lo nya gak ada."
"Halah.. biasanya saja gak gitu!! buruan!!!"
Panggilan pun terputus, Erva menaruh kembali ponsel nya di atas meja, dan pasrah saja jika Keenan yang menelpon nya.
Mengingat tentang Keenan?? apa kabar laki laki itu pagi ini?? dan kenapa belum sampai di rumah Erva , padahal semalam sebelum pulang jelas jelas Keenan mengatakan akan menjemput nya dan juga mengancam nya kalau tidak mau, tetapi..sampai saat ini... Mona yang barusan di rumah nya tidak mendapat cerita dari asisten rumah tangga nya di sana, apalagi juga tidak ada telpon dari laki laki itu.
Tumben?? entah mengapa perasaan Erva jadi tidak tenang saat ini, bukan karena ia ingin balikan lagi dengan Keenan, tetapi.. entahlah....ada perasaan aneh yang mengganjal di hatinya saat ini.
__ADS_1