
Hari ini hari di mana sebuah gedung itu disulap menjadi acara pertunangan yang akan dilakukan oleh Dokter Keenan dengan Kinara nanti malam tentu saja yang sibuk sendiri sejak beberapa hari yang lalu adalah Mami Arin.
Bukan karena Keenan tidak mau mengurusi semuanya ini memang Keenan sudah mengatakan jika ia tidak mau ikut campur pertunangannya dengan Kinara yang tentunya itu karena paksaan dari Maminya dan Mami Arin pun tidak masalah, beliau sanggup untuk mengurusnya sendiri dan akan mendekor ruangan ini menjadi sesuatu yang indah.
Pagi ini mami Arin masih di rumah, beliau belum berangkat ke gedung untuk melihat bagaimana persiapan acara nanti malam
"Keen kamu mau ke mana?"
Tentu saja mami Arin bertanya pasalnya semalam Mami Arin sudah mewanti-wanti Keenan kalau hari ini Keenan di rumah saja, semua urusan sudah diserahkan kepada Anto sang sekertaris begitupun juga dengan jadwal yang lainnya dan kebetulan sekali memang hari ini tidak ada jadwal operasi.
Tetapi kenapa pagi ini Keenan sudah rapi yang membuat Mami Arin bertanya mau ke mana Keenan saat ini?
"Ke rumah sakit Mi."
Keenan menjawab dengan santai ia memang berniat untuk ke rumah sakit, ada beberapa berkas yang harus ia tanda tangani meskipun berkas itu tidak penting dan bisa diselesaikan besok-besok atau kapanpun juga tetapi Keenan tidak mau hanya berdiam diri di rumah dan memikirkan pertunangan nya nanti malam yang sudah jelas-jelas kalau pertunangan itu tidak Keenan inginkan.
Terlebih lagi ada sesuatu yang ingin Keenan lakukan hari ini tentu saja itu berhubungan dengan Erva.
"Mami kan sudah bilang kamu hari ini di rumah saja tidak usah ke rumah sakit kalau ada keperluan nanti biar Anto yang mengirimkan berkas itu ke sini, lagi pula tidak ada jadwal operasi kan?"
__ADS_1
Mami Arin tahu betul apa jadwal dari Keenan tentu saja dengan bantuan dari Anto yang memberikan informasi apapun mengenai Keenan.
"Memang tidak ada, tetapi aku pengen ke rumah sakit Mi, banyak pekerjaanku di sana."
"Tapi kan kamu tahu sendiri Keen, nanti malam itu acara kamu?"
"Aku masih ingat Mi, Mami tenang saja nanti malam aku akan hadir tetapi berikan aku kebebasan pagi sampai sore, aku tidak mau berdiam diri di rumah terlebih lagi mengingat pertunangan itu."
Keenan yang semula ingin sarapan bersama Maminya, ia urungkan niatnya dan hanya meminum secangkir kopi saja kemudian pergi meninggalkan Mami Arin.
Bukan karena tidak sopan, tetapi jika Keenan lama-lama berada di sana tentu saja masalahnya tidak akan selesai, yang pasti Mami Arin dengan segenap jiwa dan raganya akan meminta Keenan untuk tetap tinggal di rumah saja tidak boleh pergi kemana-mana meskipun itu ada urusan penting sekalipun yang jelas bukan menyangkut nyawa manusia.
Mami Arin melihat kepergian Keenan hanya menggelengkan kepalanya, beliau tidak tahu apakah Keenan nanti malam akan hadir dalam pertunangan nya sendiri mengingat ekspresi wajah Keenan yang seperti itu tetapi Mami Arin juga tidak mau mengekang kebebasan Keenan dan berharap jika putra satu-satunya itu sadar dan akan datang dalam acara nanti malam.
Seperti yang dilakukan sebelum-sebelumnya, Keenan bukan menunggu di parkiran tetapi laki-laki itu menuju ke kantin, ia tahu kalau dirinya menunggu diparkiran tentu saja Erva akan melihat dan sudah pasti tidak mau bertemu dengannya tetapi Keenan mempunyai jurus supaya Erva bisa ngobrol dengan dirinya pagi ini.
Keenan yang sudah lebih dulu berada di kantin kampus Erva langsung saja mengirimkan pesan kepada perempuan cantik itu yang Keenan yakin jika Erva masih berada di jalan dan belum sampai di kampus.
Sebenarnya Keenan tidak ingin bertemu Erva di kantin tetapi ingin mengajak Erva ke suatu tempat di mana hanya mereka berdua saja yang ada di sana ngobrol-ngobrol banyak, jika perlu Keenan akan melancarkan niatnya untuk menculik Erva tetapi masalahnya ia tidak punya banyak waktu lagi dan Keenan mau tidak mau harus menepati janjinya kepada Mami kalau nanti malam dirinya harus menghadiri acara pertunangan yang tidak sama sekali ia inginkan.
__ADS_1
Ting
Sedangkan Erva yang baru saja memarkirkan mobilnya seketika langsung mengambil ponsel karena ia mendengar ada pesan masuk di sana tentu saja pagi ini Erva membawa mobil sendiri karena Anjar ada keperluan penting yang tidak bisa mengantarkan Erva.
Erva menggeleng manakala ia melihat pesan yang baru saja dibacanya itu dan tentu saja ia tahu siapa pengirim dari pesan itu yang Erva sendiri sudah menghapus nomor Keenan dan memblokir nomor itu tetapi tetap saja Keenan berhasil untuk mendapatkan nomornya kembali entah dari mana Erva pun tidak akan memperdulikannya.
Erva mengacuhkan pesan dari Keenan tentu saja meskipun benar jika Keenan berada di kantin ini Erva juga tidak peduli toh mereka sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, untuk apa Erva harus menemui laki-laki itu sementara tadi sore mereka sudah bertemu dan ngobrol yang lumayan banyak meskipun Erva sendiri tidak menyukai pertemuannya tadi sore.
Ting
[Hanya ngobrol saja di kantin beb, dan aku juga tidak akan macam-macam sama kamu tetapi kalau kamu tidak mau ya sudahlah aku juga tidak akan bertunangan nanti malam dan pastinya kamu tahu sendiri bagaimana sedihnya Mami Arin jika aku tidak datang ke acara nanti malam]
Astaga.
Erva menghela nafasnya kasar tentu saja ia bingung dengan pemikiran Keenan saat ini apakah dengan cara mengancam dirinya maka ia akan datang ke kantin dan menemui Keenan.
Jelas saja apapun yang akan dilakukan Keenan, Erva tidak mau peduli tetapi untuk saat ini ia memang tidak memperdulikan Keenan tetapi bagaimana nanti dengan Mami Arin.
Erva teringat bagaimana kemarin Mami Arin menceritakan tentang gadis yang akan dijodohkan dengan Keenan itu dan pastinya melihat ekspresi dari Mami Arin, Mami Arin pun berharap jika Keenan dan gadis itu berjodoh dan akan hidup bahagia meskipun mereka menjalin hubungan karena paksaan.
__ADS_1
Dan Erva juga melihat ekspresi wajah Mami Arin yang senang dan juga bahagia yang akhirnya Keenan mau untuk bertunangan dengan gadis pilihan dari Mami Arin tetapi kalau nanti malam Keenan tidak hadir di acara itu pastinya Erva juga bisa membayangkan bagaimana sedihnya Mami Arin.
Ingin tidak pergi ke kantin untuk menemui Keenan tetapi yang ia pikirkan saat ini adalah Mami Arin, Mami Arin sudah dianggap sebagai orang tuanya sendiri karena Mami Arin juga baik pada Erva bahkan terlalu baik. Akhirnya Erva memutuskan untuk menemui Keenan di kantin yang pasti nanti setelah bertemu dengan Anjar, Erva juga akan memberitahu kepada suaminya dan akan berkata jujur.