
"Maaf ....."
Hanya kata itu yang bisa Romi ucapkan. Ia memang sudah mengetahui semua nya, bahkan semua nya sebelum Erva tau dan sebelum Dokter Keenan mengatakan nya.
Erva tersenyum tipis, ia melihat ke arah Romi sekilas kemudian mengarahkan pandangan matanya lagi ke depan.
"Berarti selama ini hanya aku yang bodoh ya?? hanya aku wanita yang tidak tau apa apa?? sungguh miris sekali nasibku...."
Erva terisak, ia kembali menenggelamkan kepalanya diantara dua kaki, meratapi nasibnya yang dua kali gagal dalam percintaan hanya karena di khianati.
"Tidak, kamu tidak bodoh!! hanya aku dan Dokter itu yang bodoh, yang sudah menyia nyiakan gadis bau seperti kamu, dan maafkan aku....aku tau semua nya, tetapi....aku tidak tega untuk mengatakan pada mu...."
Erva kembali mendongakkan wajah nya, kesal sebenarnya telah di bohongi oleh Romi, orang yang selama ini selalu ada untuk nya selain Keenan dan Mona, tetapi...ia tidak boleh menyalahkan Romi.....
Erva menggeleng, "Tidak salah kamu Rom, dini aku yang tidak peka, aku yang bodoh!! ah sudah lah ...mungkin memang aku tidak boleh berhubungan dengan yang namanya cinta.. aku harus fokus dengan sekolah aku ...ya ya ..... seperti itu!!"
Erva berusaha menguatkan dirinya, meskipun hatinya sangat sakit. .... tetapi....tidak ada yang dilakukan lagi, apalagi harus mengemis cinta kepada laki laki yang sudah berkhianat padanya......
Gadis itu menghapus airmata nya, tidak ingin terlalu larut dalam kesedihan, apalagi terlihat lemah meskipun sebenarnya juga ia sangat lemah dan rapuh.
"Pulang Rom, anterin aku ya??", pinta Erva.
Tidak mungkin ia seharian sampai sore di sini, lagipula tidak ada yang perlu ia sesali... mencintai laki laki dewasa memang seperti itu, kalau tidak diajakin nikah secepat nya, yah di tinggal begitu saja..
"Oke, nanti mobil kamu biar diantar orang suruhan aku...."
Erva mengangguk, ia malahan tidak peduli sama sekali dengan mobil nya, bahkan lupa kalau tadi lagi bawa mobil.
Dan akhirnya, Romi dengan senang hati mengantarnya Erva pulang ke rumah. Ia juga hari ini tidak sekolah... memang sudah niat untuk menemani Erva.
...****...
Erva sudah sampai di rumah nya, dan beruntung sekali... kedua orang tua nya tidak ada di rumah, jadi ia bisa bebas dari pertanyaan pertanyaan yang Erva sendiri bingung untuk menjawab nya.
"Perlu ditemenin???"
Erva menggeleng, "Terimakasih...kamu pulang saja, aku tidak apa apa...."
Terpaksa, Romi pulang....padahal ia ingin sekali bersama dengan Erva, menemani dan juga menghibur gadis itu, tetapi sayang sekali.. Erva lagi ingin sendiri...
Kembali lagi, airmata Erva keluar....tangan nya terulur untuk memegang dadanya, sakit....sesak yang ia rasakan saat ini..
__ADS_1
Dua kali sudah, ia dikhianati oleh laki laki yang sangat di cintai nya, entahlah...apa salah dan kurang nya Erva selama ini.
Hingga, terlalu lama ia menangis...Erva akhirnya memejamkan mata nya, masih dengan seragam sekolah yang melekat di tubuh nya.
Beberapa jam kemudian.....
Erva terbangun karena mendengar suara ponsel nya yang sedari tadi berbunyi. Entah sudah yang keberapa kalinya, seseorang menghubungi nya.
Dengan mata yang masih terpejam, Erva mengambil ponsel yang kebetulan ada di meja samping tempat tidur nya.
"Hallo....."
Tidak melihat siapa yang menembak, Erva langsung saja mengangkat telpon nya ..
"Beby, kamu di mana??"
Deg
Suara itu???
Erva membuka matanya, dan melihat sebuah nama yang belum ia ganti sama sekali....
Rasa sesak menyelimuti hati Erva, baru saja ia kan melupakan laki laki itu, tetapi...kini malahan menelpon nya, dan yang membuat Erva semakin tidak kuat, karena panggilan Keenan yang masih belum berubah.
"Aku di rumah..."
Hanya itu yang diucapkan Erva, tidak ingin basa basi lagi ataupun berbicara panjang lebar...
"Aku jemput ya??? ada yang ingin aku bicarakan....."
Seperti janji Keenan tadi, siang ini ia menjemput Erve ke sekolah, untuk membicarakan hubungan mereka, tetapi sayang sekali...Erva tidak ada di sekolah nya.
Deg
Kembali, dada Erva di buat berdetak ketika Keenan mengatakan kalau ingin bertemu dan ada sesuatu yang dibicarakan nya, ia yakin....pasti Keenan akan memutuskan hubungan dengan dirinya.
Erva meneteskan air mata, sejenak mengingat kenangan bersama dengan Keeenan, maskipun singkat. tetapi....bisa membuat Erva jatuh cinta dan melupakan rasa sakit dan cinta nya pada Romi, tetapi......
Cepat cepat Erva menghapus air mata nya, ia tidak boleh terlihat menyedihkan dengan keadaan nya saat ini.
"Tidak perlu Mas, aku akan datang sendiri... tempat biasa kan??"
__ADS_1
Taman adalah tempat biasa Erva dan Keenan menghabiskan waktu nya selama ini, banyak kenangan di tempat itu dan pastinya akan menjadi tempat terakhir yang akan Erva kunjungi nantinya.
"Iya Beb. Baiklah kalau tidak mau di jemput, Mas tunggu di sana saja...."
Klik
Erva tidak menjawab lagi ucapan Keenan, ia langsung mematikan sambungan telpon nya
Gadis cantik itu memejamkan mata nya, rasanya...sangat sakit ketika sesuatu akan lepas dari hatinya begitu saja.
Erva, gadis itu memandangi cincin dan juga kalung pemberian Keenan, dan ikhlas tidak ikhlas, rela ataupun tidak...Erva akan mengembalikan nya.
"Terimakasih.... terimakasih atas penghianatan yang kamu berikan...aku tidak akan melupakan nya...."
Erva masuk ke dalam kamar mandi, mencuci mukanya sebentar kemudian mengganti pakaian nya.
Siang menjelang sore ini, ia akan bertemu dengan Dokter Keenan, dan mungkin untuk yang terakhir kalinya....
Tidak tau lagi pasti nya, ia dan Dokter Keenan akan bertemu lagi, yang jelas....Erva sudah memantapkan hatinya untuk berpisah dengan Keenan, meskipun berat.
Perjalanan yang ditempuh Erva tidak lah lama, hanya dalam waktu lima belas menit saja, gadis itu sudah sampai di taman.
Erva masih terdiam di dalam mobil nya sebentar, di mana ia sudah melihat mobil Keenan yang tidak jauh dari mobil nya.
Huffhhh....
Kamu bisa Erva......
Erva keluar dari mobil, ia dengan yakin dan memantapkan hatinya untuk menemui Keenan, ia ingin sekali mendengar apa yang akan laki laki itu sampai kan, meskipun keputusan nya...Erva sendiri sudah tau ending ceritanya seperti apa.
"Mas......"
Panggil Erva yang sudah berada di belakang Keenan. Ingin rasanya Erva memeluk tubuh kekar laki laki itu dari belakang ... tetapi...tidak mungkin...Keenan sudah tidak menjadi milik nya lagi....
"Beby...."
Erva menggeleng, ia tidak suka dengan panggilan itu saat ini. Entahlah....setelah dengan terang terangan Keenan menghianati nya, kini masih ada panggilan kesayangan untuknya....
Tidak pantas lagi!!!
Erva mundur, manakala Keenan ingin memeluk nya. Sebisa mungkin....ia menahan rasa itu, meskipun ia juga menginginkan nya
__ADS_1