Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Erva Yang Berbeda


__ADS_3

"Maafkan aku Pi, aku memang salah.", jawab Keenan sendu.


Laki laki itu menyesali perbuatannya, yang mana telah meninggalkan Erva dan kembali kepada Amira, dan ternyata...apa yang diimpikan... tidak tercapai.


Kini, hanya penyesalan yang ada di dalam diri Keenan, dan berharap Erva akan memaafkan dan kembali lagi padanya.


"Kamu mamang salah, dan menyesal?? itu yang akan kamu katakan???"


Keenan mengangguk lemah, laki laki itu sudah tidak dapat berkata-kata lagi. Semua sudah terjadi, dan menyesal pun rasanya sudah tidak ada artinya.


"Bagus. Setelah kami menyakiti Erva, lalu kamu menyesal. Dan pastinya kamu akan meminta maaf dan mengejar Erva kembali?? Papi tidak setuju."


Keenan mendongakkan wajahnya, laki laki itu bahkan tidaklah percaya dengan ucapan Papi nya, mengapa tidak setuju kalau Keenan akan merajut kembali hubungan nya dengan Erva, ada yang salah??


Bukannya Erva belum menikah, dan juga single?? bahkan tidak mempunyai pacar saat ini??


"Kenapa Pi, ada yang salah?? bukannya Erva belum menikah??"


"Tidak ada yang salah dengan Erva, yang salah itu kamu. Kamu Keen...."


"Kalau saja Erva mau memaafkan kamu, kamu sangat bersyukur sekali... tetapi...untuk bisa mendapatkan Erva lagi, Papi yakin kamu tidak akan pernah berhasil... kamu bisa tau, bagaimana menderita Erva setelah kepergian kamu?? setelah kamu khianati dan kamu tinggal menikah???"


"Pasti kamu tidak tau , karena kamu sudah tergila gila dengan Amira, bahkan tidak menelisik lebih jauh lagi .. bagaimanapun sebenarnya kehidupannya Amira sebelum menikah dengan kamu.", lanjut Papi nya Keenan lagi.

__ADS_1


Keenan terdiam, ia memijat kening nya yang tiba tiba pusing. Ia bahkan belum istirahat sama sekali , terapi sudah dihadapkan dengan situasi seperti ini, ceramah dari Papi nya yang sangat mengena di hatinya.


"Aku akan mengejar Erva kembali Pi, apapun caranya...aku akan mendapatkan nya dan menikahi nya...aku harap,.Papi dan Mami bersedia membela restu."


Keenan sangat yakin jika ia bisa kembali lagi dengan Erva, apalagi...ia tau kalau Erva masih sangat mencintai nya.


Papi nya Keenan menggeleng, beliau yakin jika Erva tidak akan mau balikan lagi dengan Keenan, setelah apa yang sudah Keenan lakukan padanya.


"Papi dan Mami akan merestui...jika Erva juga mau bersama kamu lagi, tetapi...jika tidak...jangan dekati Erva, biarlah dia bahagia dengan laki laki yang pantas untuk nya dan juga mencintai nya."


Tidak, tidak ada yang lebih pantas untuk Erva, kecuali aku ..dan tidak ada yang bisa memiliki Erva kecuali aku...


Entah mengapa sifat Keenan berubah, bukan seperti Keenan yang dulu, yang lemah lembut bahkan tidak pernah memaksa.


Tidak ada yang ingin dikatakan lagi, kedua orang tua Keenan akhir nya meninggalkan Keenan sendiri, untuk kali ini.... mereka tidak akan mencampuri segala urusan pribadi Keenan, kecuali...ada hubungan nya dengan Erva...


...***...


"Kenapa kamu pulang nya malam sekali nak??"


Mami Arin sedari tadi menunggu kepulangan putra satu satunya itu, karena beliau ingin membicarakan banyak hal dengan Anjar.


"Ada operasi Mi...."

__ADS_1


Anjar menjatuhkan tubuhnya di samping Mamah Risa yang saat ini sedang menonton televisi. Laki laki itu akan sangat manja jika beres di samping Mamah Risa, tetapi...jangan ditanya lagi...jika didepan orang lain...Anjar akan bersikap dingin bahkan tidak banyak bicara.


"Mami mau tanya, dan jawab yang jujur ya??"


Apalagi yang ingin ditanyakan Mami pasti Mami akan menanyakan tentang gadis itu tadi...


"Tanya apa Mi?? kalau tentang tadi siang.... tidak ada yang perlu di tanyakan lagi .. penjelasan aku tadi jelas Mi..aku dan dia tidak ada hubungan apa apa, kami tidak sengaja bertemu...karena dia menabrak mobil ku...."


"Lalu kamu membawanya ke ruangan mu , begitu???"


Mami Arin tersenyum, selama ini beliau tidak pernah melihat Anjar membawa seorang gadis untuk masuk ke dalam ruangan pribadi nya, dan itu tadi mengapa Erva malahan sengaja kamu bawa ke sana...."


"Aku juga tidak tau Mi, aku hanya ingin dia bertanggung jawab saja, karena sudah menabrak mobil ku...hanya itu. Dan Mami jangan berpikir macam macam, dia masih kecil ..baru saja lulus sekolah...."


Tanpa sadar Anjar mengatakan semua identitas Erva yang membuat Mami Arin tersenyum senang.


"Tidak masalah, nyatanya yang kecil dan masih muda itu yang bisa meluluhkan hati kamu...jangan mengelak lagi....diam diam kamu sudah mengaguminya dan sudah mencari tau tentang Erva..."


Anjar diam saja, padahal apa yang dikatakan oleh Mami Arinbenar semua. Dan entahlah..dari sekian banyak wanita yang mengejar dan dekat dengan nya, Erva lah yang berbeda.


Apa yang dikatakan Mami benar??? ah tidak?? itu hanya kebetulan saja!!


Masih menyangkal, padahal sudah jelas jelas kalau terjadi sesuatu dengan dirinya, tetapi...Anjar tidak mengakuinya.

__ADS_1


"Ah sudah lah, ngomong sama kamu susah. Saran Mami,kalau kamu memang ada rasa dengan Erva, dekati dia setelah itu lamar .. sebelum keduluan dengan laki laki lain."


__ADS_2