Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Cara Yang Kedua


__ADS_3

"Enggak segampang itu gimana??", tanya Mona.


Obrolan mereka masih berlanjut, dengan semakin bertambah nya makanan dan minuman yang ada di depan dua gadis itu. Untung saja, mereka datang memang amat pagi, jadi masih ada bahkan waktu untuk bisa lebih banyak ngobrol panjang dan lebar.


"Gue harus ngerayu dia dulu gitu .... astaga ... ogah!! pasti enggak tembus tembus deh!!!"


Pikiran Erva sudah melayang ke mana mana, sekelebat bayangan tentang dirinya yang akan merayu Dokter Anjar melintas dalam ingatan nya..


Mona mengangguk paham, apalagi Erva orang cerita yang entah itu beneran atau sekedar bercanda saja, yang pasti... cerita ini sangatlah lucu dan menarik untuk nya


"Pak Dokter itu tau??", Erva mengangguk.


"Lagi lagi mulut gue yang lemes...gue cerita kalau susah makan di sini, padahal uang gue ada , dan gue juga bilang kalau bakalan ngerayu tuh pemilik resto dan macarin nya, supaya bisa keluar masuk di sana dengan mudah...eh gak taunya .. pemilik itu adalah dia sendiri...gila!! sumpah gue malu..."


"Hahahaha ....tapi gak apa say, buruan lah Lo rayu Pak Dokter nya ... supaya kita bisa makan di sana geratis pula..huh ...gak sabar pengen ke sana deh....."


Mona malahan sudah membayangkan kalau dirinya makan di resto yang super mewah dan juga terkenal itu.... tidak apa sedikit merayu Dokter dingin itu, yang penting bisa dapat tempat makan yang lagi booming seantero penjuru dunia.


"Enggak mau!!!"


Jelas saja ia tidak mau merayu Dokter Anjar, bagaimana caranya ia juga tidak tau ..dan apakah setelah di rayu...laki laki ia itu akan mau mengabulkannya permintaan Erva....pasti banyak hambatan nya.


"Eh ..la tersu mbak Maya, apa Lo enggak kasihan??"


Mona mengingatkan lagi dengan permintaan Mbak Maya siapa tau Erva lupa. Dan ini adalah kesempatan besar untuk bisa ke sana.


"Kasihan."


Erva melihat jam, merasa hampir masuk kelas...ia membereskan semua barang yang tadinya dikeluarkan dan memasukkan ke dalam tas.


"Lalu, kalau kasihan kenapa enggak rayu Pak Dokter nya... lumayan Er... tinggal merayu saja."


Tinggal merayu saja?? emang bisa Segampang itu. Mungkin kalau uang dirayu adalah Dokter Keenan, pasti bisa dan mempan. Hanya sedikit kedipan mata saja dan juga sentuhan lembut di tangan nya, Dokter Keenan sudah klepek-klepek... tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga...tapi ini... Dokter Anjar, yang sifatnya kebalikan dari Dokter Keenan.


"Gue pikirin cara yang lain, Asal jangan ngerayu..ya kalau gue rayu berhasil..kalau enggak???"


Erva mendorong kursinya lalu berjalan meninggalkan kantin begitu juga dengan Mona yang mengikuti Erva dan berjalan di samping gadis cantik itu.

__ADS_1


"Iya juga, tapi cara lain apa?? sumpah...itu merayu sebetulnya sudah cara yang paling ampuh Er....."


Erva menggeleng, "No....masih ada cara yang lain dan akan gue coba...."


"Kalau enggak berhasil??", tanya Mona ragu. Pasalnya sudah berkali-kali Erva dan dirinya ke tempat itu, tetapi tidak bisa. Pesan saja selalu ditolak karena penuh...lalu pakai cara apalagi?


"Terpaksa jalan satu satunya adalah merayu dia, meksipun gue nggak tau harus bagaimana dan dengan cara apa....",


Mungkin memang jalan satu satunya adalah pasrah, dan merayu Dokter Anjar jika tidak bisa makan di sana.


"Gue ada ide.", ucap Mona seketika.


"Apa? ide Lo pasti buruk!! gue harus nggak mau!!!"


Sudah biasa, ide dari Mona bukan nya baik tapi malahan menyesatkan, buruk pula. Jadi, daripada mengambilnya ide dari Mona, mendingan tidak usah.... meskipun Erva sendiri tidak tau apa ide nya.


"Haishh...gue kan belum ngasih tau ide nya apa?? main suudzon aja, heran deh...sejak putus dari Dokter Keenan, Lo bawaannya curiga.....", sindir Mona.


Tidak salah, memang sejak putus dari Keenan..Erva selalu suudzon ada saja dengan apa yang orang lain lakukan..mungkin bisa dibilang terlalu hati hati saja.


"Bodo' amat, usulan Lo gue tampung nanti."


Obrolan mereka hentikan manakala sudah masuk kelas, dns sebentar lagi Dosen akan masuk. Sambil belajar, Erva memikirkan bagaimana caranya supaya bisa makan di sana, dan ini bukan untuk nya tetapi untuk orang lain.


Erva menggeleng pelan , kalau usahanya ini tidak berhasil.. otomatis...ia akan menemui Dokter Anjar, dan tau sendiri.. bagaimana laki laki itu.


"Jangan dipikirkan.....gue bantu cari solusi nya....", bisik Mona.


"Solusi Lo menyesatkan!!", balas Erva.


...*****...


"Ikut gue."


"Ke mana??"


Bingung Mona, tiba tiba selesai kuliah...Erva mengajak nya pergi. Entah itu pergi ke mana, Mona sendiri belum tau.

__ADS_1


"Resto...."


"Resto?? sudah booking Lo?"


"Belum lah.... gue mau pesan langsung, kali saja bisa....dan siapa tau kemarin karyawan sana lihat gue sama Bos nya, jadi percaya deh dan dengan leluasa langsung masuk tanpa booking dulu."


"Oh ...oke...pakai mobil Lo aja!!"


"Beres....", jawab Erva.


Dua gadis itu melangkahkan kakinya untuk menuju parkiran, dan untung saja, kuliah hari ini hanya sebentar..jadi bisa jalan jalan dulu, meskipun banyak misi yang dilakukan.


Tidak lama, Erva sudah memarkirkan mobil nya tepat di parkiran AI resto, di mana sudah berjejer mobil mobil mewah yang pastinya sudah memesan tempat itu jauh jauh hari sebelum nya.


Tidak salah, semua karyawan resto memberikan hormat dan senyuman pada Erva dan pastinya mereka mengingat kalau Erva adalah perempuan pertama yang diajakin makan berdua dengan pemilik tempat ini.


"Siang mbak Erva....", sapa salah satu karyawan itu dengan sangat ramah.


"Siang mbak, mau pesan tempat donk...."


Setelah balik menyapa, Erva langsung saja mengatakan apa tujuan datang ke sini... dan pastinya tidak basa basi lagi.


"Maaf mbak, tidak bisa..semua tempat sudah di pesan....."


"Astaga.....satu saja apa enggak bisa mbak, terserah yang mana saja deh...kasihan saudara aku sedang hamil mbak, pengen makan di sini...."


Erva menjelaskan, meskipun tidak sampai mengiba tetapi.... berharap untuk bisa di berikan satu tempat makan , memenuhi keinginan mbak Maya yang sedang hamil.


"Maaf, tidak bisa mbak...Mbak Erva bisa pesan dulu, atau menghubungi Bos Anjar....."


Menghubungi dia?? astaga ... bagaimana mungkin?? pasti jawabannya juga sama.. tidak terima lewat telpon....


Erva melihat ke arah Mona, dan keduanya saling berpandangan....ingin lebih tau lagi bagaimana langkah selanjutnya, apakah masih terus di sini atau pulang.


"Ya sudah mbak kalau begitu, kita pulang....teman aku biar menghubungi Dokter Anjar....."


Merasa tidak ada ucapan lagi dari bibir Erva...Mona memutuskan untuk pamit dari sana...dan memikirkan langkah apa lagi yang ditempuh.

__ADS_1


"Ayo say.... pulang.. seperti nya Lo memang harus melakukan cara yang kedua..merayu Dokter Anjar......"


__ADS_2