
"Kita bicara di cafe sebelah saja, dan maaf aku tidak bisa lama."
Erva akhirnya memberikan kesempatan untuk Keenan, supaya ia tau apa yang ingin dikatakan sebenarnya, dan Keenan tidak menganggap kalau ia belum move on dari Keenan.
Keenan tersenyum, ia lega bisa bertemu dan bersama dengan Erva, tidak masalah hanya sebentar saja... sudah lebih dari cukup untuk nya bisa mengucapkan apa yang diinginkan.
"Tidak masalah Beby...aku ngikut...ayok!!"
Erva mengangguk, ia mengikuti di mana Keenan berjalan hingga tiba diparkiran yang ternyata...Keenan membukakan pintu mobil untuk nya.
Bingung, mau menolak tetapi Keenan sudah membukakan pintu, dan Erva hanya menghela nafas lalu masuk ke dalam mobil tanpa banyak tanya lagi.
Keenan kembali tersenyum, laki laki itu begitu bahagia saat ini, bisa memandang wajah cantik Erva lagi, meskipun yang dilihat tadi ada ekspresi bahagia nya sama sekali.
__ADS_1
"Terimakasih, aku senang bisa berdua dengan kamu lagi beb...dan itu mengingatkan aku saat pertama kali kita bertemu dan juga saat kita masih pacaran...aku kangen dengan itu semua nya."
Keenan mencurahkan isi hati nya, mengingat Erva yang saat ini sedang duduk di samping nya, membuat pikiran nya kembali teringat satu tahun yang lalu, di mana ia dan Erva sering berdua seperti ini, di dalam mobil meskipun hanya sekedar menjemput Erva pulang sekolah saja.
Tidak menjawab,, Erva hanya melirik sekilas ke arah Keenan saja, kemudian pandangan matanya mengarah ke depan lagi.
Keenan tidak masalah, ia tau kalau Erva masih belum bisa menerima apa yang terjadi...bahkan untuk di maafkan oleh Erva saja rasanya sangat sulit sekali.
Sampai di cafe, Erva membuka sabuk pengaman lalu buru buru keluar dari mobil. Tidak ingin Keenan membukakan pintu untuk nya yang seperti biasanya di lakukan.
"Tidak Kak, aku sudah sarapan...minum saja."
Kak....Keenan menggeleng pelan, panggilan untuk nya begitu aneh di dengar, seperti orang yang baru kenal saja... tidak akrab.
__ADS_1
Tetapi, tidak mengapa.... toh juga Erva belum tau apa yang sebenarnya terjadi, mungkin kalau sudah tau... tidak akan seperti ini tanggapan nya.
Minuman datang, Erva langsung saja mengambil nya dan meminum nya hingga tersisa separuhnya saja. Entah lah....apa karena haus atau grogi bertemu dan bertatap muka lagi dengan Keenan dengan jarak yang sangat dekat.
"Maafkan aku..aku tau aku salah."
Keenan mengambil tangan Erva dan menggenggam nya, ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, bukan hanya sekedar untuk meminta maaf pada Erva, tetapi.. juga ingin memperbaiki hubungan nya dengan Erva yang pernah putus, sekaligus untuk melamar Erva menjadi istri nya dan aman menikahi Erva dalam waktu dekat ini.
"Aku sudah memaafkan kakak...."
Jawab Erva jujur, dengan melepaskan tangan Keenan yang masih menggenggam tangan nya erat.
"Mas senang....dan Mas akan ke rumah malam ini, meminta kamu untuk menjadi istri ku, lusa kita langsung menikah...atau sekalian saja nanti malam Mas bawa penghulu untuk menikahkan kita."
__ADS_1
Lega, ternyata Erva sudah memaafkan nya...dan kembali lagi... Keenan mengubah panggilan nya...Mas... seperti dulu.
Padahal, tidak tau saja kalau Erva hanya memaafkan saja... tidak berniat untuk menerima Keenan kembali, apalagi setau Erva... Keenan masih suami orang.