Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Kepergok


__ADS_3

Malu, sudah pasti. Apalagi terlihat jelas ia dan Anjar tertangkap basah sedang berpelukan, meskipun itu tidak di sengaja, tetapi...sama saja, orang lain pun tidak tau apa yang sebenarnya terjadi.


"Tapi, aku kayaknya pernah melihat wanita cantik itu tadi, siapa ya???"


Dengan mempercepat langkah kakinya, Erva memikirkan tentang siapa yang berada di ruangan Dokter Anjar tadi, dan


"Astaga... bukannya itu tadi yang dapat di foto?? dan itu adalah ibunya Dokter Anjar... wadih gawat!!!"


Erva menghentikan langkah kakinya sebentar, dan ia menghela nafas. Entahlah, rasanya bingung sendiri bagaimana tanggapan dari ibunya Dokter Anjar jika tau ia dan anaknya sedang berpelukan, apalagi kalau sampai berpikir yang tidak tidak.


"Itu baru ibunya, bagiamana dengan istrinya?? untung saja istrinya tidak datang, kalau datang??"


Erva menganggap kalau Anjar sudah beristri, bukan tanpa alasan... mengingat dan melihat wajah Anjar yang sudah terlihat tua, sudah bisa dipastikan kalau laki laki itu pasti nya sudah menikah, bahkan sudah mempunyai anak.


Tidak....Erva tidak akan mungkin jadi pelakor, apalagi merusak rumah tangga orang lain, sudah cukup ia merasakan Sakit nya dikhianati dan di selingkuhi. Ia tidak mau ada Erva Erva lagi setelah dirinya.


...***...


"Mamah...."


Anjar merapikan jasnya, ia memang belum sempat melepas jas putih kebanggaan nya dan malahan keburu memeluk tubuh Erva


Antara bingung dan juga senang, dan lagi lagi...semua itu adalah pengalaman pertama nya sebagai seorang laki-laki yang memeluk tubuh wanita.


Anjar juga kaget, ketika tangannya malahan memeluk tubuh Erva, bahkan tidak ingin melepaskan nya.


"Kenapa?? ketahuan kamu sedang berduaan dengan pacarmu....", ucap Mamah Risa dengan menyembunyikan senyum nya


Yah, meskipun beliau kaget dengan apa yang dilakukan oleh putranya, tetapi...Mamah Risa senang, dan itu tanda nya Anjar adalah laki laki yang normal yang masih suka dengan wanita.


"Bukan begitu Mah..."

__ADS_1


Anjar membuka jasnya, ia kemudian duduk di sofa sementara Mamah Risa masih berdiri melihat ke sekeliling, siapa tau ia menemukan bukti yang kuat tentang apa yang dilakukan oleh Anjar dan gadis itu tadi.


"Bukan begitu?? Mamah tidak buta Anjar!!"


Masih saja mencari cari, dan kini Mamah Risa masuk ke dalam kamar pribadi Anjar, dan memastikan kalau putranya tidak melakukan apa apa dengan anak gadis orang.


Apees...tidak bisa berkata kata lagi, dan memang nyatanya ia tadi memeluk mesra Erva., bahkan pandangan mata nya tidak pernah lepas dari wajah Erva yang sangatlah cantik itu....


"Lalu Mamah mencari apa di sana??"


Bingung juga dengan kelakuan Mamah Risa. Sudah tiba tiba datang, eh malahan sekarang menelusuri setiap sudut ruangan nya .


"Mencari sesuatu, bukti kalau kamu dan gadis itu sudah berbuat mesummm",


Dan itu tentu saja menjadi berita yang sangat baik untuk Mamah Risa..Kalau sampai terjadi, mau tidak mau Anjar harus menikahi Erva secepat nya dan itu yang selama ini diinginkan oleh Mamah Risa....


"Astagfirullah....aku dan Erva tidak melakukan apa-apa Mah.", ucap Anjar yang malahan tidak sengaja menyebut nama Erva..


"Erva, jadi gadis cantik itu namanya Erva.....hemm....tidak melakukan apa apa katamu, lalu tadi apa?? mata Mamah masih normal Anjar!!"..


"Mamah salah paham, dan Aku tau kalau mata Mamah itu masih normal, tetapi ...apa yang Mamah lihat itu tidak seperti yang Mamah pikirkan.."


Mencoba mengelak lagi, takut kalau Mamah Risa meminta untuk segera menikahi Erva. Jujur saja, bukan nya tidak senang, bahkan Anjar sudah tergoda dan ada rasa rasa yang tidak biasa dengan Erva, tetapi...ia tidak mungkin menikahi gadis yang baru saja lulus SMA itu.


"Mamah melihat nya Anjar, dan....oke... selera kamu bagus juga... masih muda, cantik dan juga seksiii...Mamah mengerti sekarang, kenapa kamu menolak Makan jodohkan dengan wanita yang seumuran kamu, karena kamu selera nya yang masih muda seperti Erva tadi.".


Tidak tau lagi apa yang harus diucapkan oleh Anjar, Karena saat ini...ia kalah dengan Mamahnya.


"Kenapa diam!! atau kamu membayangkan yang tadi??? tangan kamu memeluk pinggang Erva dengan sangat mesra, lalu..kedua mata kalian saling pandang...astaga....Mamah seperti melihat film biru saja, dengan adegan 21+..."


Dan benar saja, hanya karena Mamah Risa mengingatkan lagi tentang kelakuannya tadi, di dalam hati...Anjar senyum senyum sendiri, di mana ia juga melihat kedua tangan nya yang digunakan untuk memeluk pinggang ramping Erva.

__ADS_1


Semua ini gara gara Mamah, lihatlah...baru saja membayangkan kembali wajah cantik kamu.... ituku sudah berdiri lagi.


"Apa?? jadi benar Anjar....kamu dan dia bukan hanya pacaran saja, jangan jangan kamu sudah melakukan apa apa dengan anak gadis orang!!", cecar Mamah Risa lagi.


Meskipun beliau paham betul dengan anaknya, tetapi... tidak menutup kemungkinan kalau Anjar akan berbuat nekad dengan gadis itu, apalagi wajahnya yang cantik dan juga tubuh nya yang seksii..


"Tidak benar Mah, aku dan Erva tidak melakukan apapun juga, itu tadi hanya musibah, kita tidak sengaja berpelukan...",


Masih mengubah menjelaskan, ia tidak mungkin merusak citra nya sendiri, dan juga itu tadi ..mustahil sekali kalau menikahi Erva saat ini.


"Tidak sengaja tapi kamu menikmati Anjar. Sudahlah...Mamah tidak mau tau, cepat kenalkan Erva pada Mamah, dan Mamah akan melamar nya. Tidak perlu menunggu lama, langsung nikah."


"Hah??"


.


"Kenapa lagi?? mau sampai perut Erva membesar???"


Oh Tuhan, kenapa Mamah mikirnya sampai jauh ke sana. Membayangkan saja aku tidak bisa, karena Erva masih kecil, apa mau diajak begituan....


"Erva masih virgin Mah, dan sudah aku bilang...kalau kami tidak melakukan apapun juga ... iya kali Mamah langsung lamar dan nikahin, Mamah lihat sendiri kan kalau Erva masih memakai seragam sekolah, dan itu tanda nya ia masih kecil....."


Ingin sekali Mamah Risa tertawa sangat kencang, apalagi melihat ekspresi Anjar yang entahlah... sulit untuk dijelaskan lagi.


"Masih kecil tapi sudah kamu peluk peluk, oke...kalau dia masih kecil...dan kalau Mamah tadi tidak datang.. pastinya sudah kamu bawa ke kamar itu anak orang...."


"Mamah ..suudzon saja sama anaknya, tidak mungkin lah Mah, bisa digorok habis aku dengan Pak Gunawan..."


"Eh...."


Anjar menutup mulutnya, lagi lagi ia malahan membocorkan siapa Erva sebenarnya, yang membuat Mamah Risa semakin tau dan penasaran dengan gadis cantik yang saat ini bisa meluluhkan hati anaknya yang dingin itu.

__ADS_1


"Pak Gunawan?? Gunawan siapa?? jelas kan sama Mamah...!!!"


Anjar menggeleng, ia saja tidak tau menau siapa Erva sebenarnya, dan ia juga tidak yakin kalau Erva adalah anak dari Bramantyo Gunawan, karena ia sendiri belum menyelidiki identitas gadis itu.


__ADS_2