Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Tidak Usah Jatuh Cinta


__ADS_3

"Ya, untuk apa lo masih mengingat Amira lagi. Jelas jelas dia sudah selingkuh di belakang Lo, dan Lo sendiri yang melihat dengan kedua mata Lo, kalau wanita itu sudah berbuat yang tidak tidak dengan seorang laki laki."


Ucapan dari Dinas ada benarnya juga, untuk apa Keenan masih memikirkan wanita yang jelas jelas sudah berkhianat, tetapi...lagi dan lagi....hatinya masih terpaut dengan wanita itu, wanita yang merupakan cinta pertama nya dan diharapkan menjadi cinta terakhir.


"Tapi???"


Keenan masih saja mengelak, jujur saja...ia masih penasaran dengan alasan Amira meninggalkan nya, karena dulu hanya ada kata maaf saja.


"Tidak ada tapi tapian, move on lah Keen....apalagi Lo sekarang sudah mendapatkan perempuan yang baik baik, dan gue yakin....cepat atau lambat dia akan jatuh cinta sama lo!!"


.Tidak bisa dipungkiri, kalau Dimas tau banyak tentang Erva...Dimas sudah mencari tau tentang Erva.


"Tapi, dia belum ngerespon gue...", curhat Keenan yang memang Erva masih belum terlihat menerima nya.


"Gimana dia masih merespon Lo, Lo nya saja masih ada perempuan lain di dalam hati dan pikiran Lo. Saran gue... sebelum terlambat, Lo cepat cepat move on dari hapus nama Amira dari hati Lo...."


Bukannya susah, tetapi...Keenan saja yang sebenarnya tidak mau dan tidak ada niatan untuk move on, bahkan sampai saat ini ...ia masih mencari keberadaan Amira yang menghilang setelah kejadian itu.

__ADS_1


"Gimana hasilnya??"


Bukan nya menjawab atau merespon ucapan Dimas tadi, Keenan malahan bertanya tentang Amira. Yah, lagi lagi Amira....


Dimas menggeleng, "Sampai saat ini belum ada kabar tentang dia."


Jawab Dimas dengan sedikit cuek. Malas rasanya jika harus mencari tau keberadaan Amira.


Tidak ada jawaban dari Keenan, laki laki itu menyandarkan tubuh nya di kursi kerja., dengan tangannya yang memijat kening yang tiba tiba pusing.


"Jangan dipikirkan lagi, lebih baik memikirkan yang sudah ada. Gue lihat, Erva cantik juga, masih muda lagi...."


"Letakkan!! jangan coba coba memandang nya!!!"


"Wihhhh.... Posesif banget bro!!! jadian saja belum....."


Tidak ingin membuat Keenan marah, Dimas meletakkan kembali foto Erva, ia melihat ke arah Keenan yang nampak senyum senyum sendiri saat mengingat sosok Erva.

__ADS_1


"Gila memang...dan gue masih bingung dengan jalan pikiran dan hati Lo??"


"Jangan kan Lo, gue saja bingung...."


Jangan ditanya lagi, apa yang ia rasakan...jujur saja...selama mengenal Erva, hatinya sedikit demi sedikit bisa menerima dan perlahan lahan melupakan Amira, meskipun itu belum bisa sepenuhnya.


Tidak mau membuang waktu dengan pertanyaan konyol yang mungkin akan di ucapkan oleh Dimas nanti nya, Keenan memilih pergi dan meninggalkan ruangan nya, terlebih satu jam lagi ia ada Operasi dan harus menyiapkan semuanya.


"Jangan lupa jemput Erva, dan bawa ke sini...", Ucap Keenan sebelum meninggalkan Dimas.


Dimas hanya mengangguk, karena memang sedari tadi sudah di minta untuk menjemput Erva.


"Jemput?? bawa ke sini?? mau ngapain??? daripada di bawa kesini, mendingan di bawa pulang saja, di kenalin dengan orang tuanya....", gumam Dimas yang benar benar tidak tau dengan jalan pikiran sahabat nya itu .


"Lagian, untuk apa di jemput....kalau pada akhirnya, hati dan pikiran nya masih tertuju kepada Amira...apa dia tidak punya hati sedikit pun juga?? anak orang di buat mainan.


Dimas merasa, kehadiran Erva hanya sebagai pengganti Amira, di mana Keenan yang masih sangat merindukan dan mencintai Amira.

__ADS_1


Dan sosok Erva yang ceria dan gampang di ajak ngobrol, membuat Keenan merasa cocok dan nyaman, tetapi...Keenan sendiri belum tau apa yang sebenarnya dia rasakan.


"Kasihan Lo, bocil!! saran gue....Lo tidak usah jatuh cinta dengan Keenan....", ucap Dimas sendiri dengan memandangi foto Erva.


__ADS_2