
Deg
Erva memegangi dadanya, sakit...bahkan lebih sakit dari saat ia masuk Rumah Sakit beberapa bulan yang lalu, dan juga lebih sakit saat ia melihat Romi bersama dengan wanita lain.
Erva menghela nafas, bahkan masih jelas di dengar nya ketika Keenan mengatakan kata yank untuk Amira, sungguh...laki laki itu tidak mempan hati sama sekali.
Dan sama sekali tidak memikirkan tentang perasaan nya, perasaan Erva sebagai seorang wanita. Apalagi, antara ia dan Keenan belum ada kata perpisahan, dan itu berarti...Keenan memang selama di Jerman sudah berselingkuh dengan Amira.
Tidak ada yang ingin diucapkan lagi, bibir Erva rasanya tidak mampu hanya untuk mengatakan tidak dan jangan pergi.
Gadis cantik itu membiarkan Keenan pergi dengan menggenggam tangan Amira. Dan Erva melihat nya hingga tidak terlihat lagi punggung keduanya.
Sungguh pemandangan yang tidak ingin dilihat Erva hari ini, tetapi...inilah kenyataan nya dan terjawab sudah tentang perasaan nya selama ini.
"Apa salahku?? kenapa dia begitu tega dengan ku!!!"
Hiks.....hiks....Erva tidak bisa menahan tangis nya, ia menangis di depan orang banyak, bahkan tidak perduli lagi dengan tatapan orang orang yang saat ini sedang melihat nya....
Tidak tega, Dimas yang sedari tadi hanya menjadi pendengar setia saja, langsung mendekati Erva dan memeluk gadis itu.
Sedari tadi, ingin rasanya Dimas memberikan pelajaran untuk Keenan, yang dengan tega meninggalkan Erva seperti ini dan lebih memilih mengantarkan Amira.
"Lo tidak salah, Keenan yang keterlaluan!!!"
Dimas mencoba menenangkan Erva, rasanya ia ikut sakit hati dengan perlakuan Keenan tadi, dan juga melihat wajah Erva yang sudah dipenuhi dengan airmata.
Erva melepaskan pelukannya, ia menatap tajam ke arah Dimas dengan mata yang masih berkaca kaca..
"Kak Dimas tau??? tapi kenapa tidak memberi tahu aku???"
Lagi lagi, Erva adakah wanita yang bodoh, padahal Dimas sudah tau semuanya tetapi...malahan menutupi nya dan tidak memberitahukan kepada nya.
"Bukan begitu, aku hanya tidak ingin ikut campur urusan pribadi kalian saja, dan juga Keenan yang meminta ku untuk merahasiakan semua nya karena dia yang akan langsung memberitahukan kepada kamu...."
__ADS_1
Erva menggeleng, ia tidak mungkin menyalahkan Dimas. Dan, meskipun Dimas memberitahukan semuanya, ia juga tidak mungkin langsung percaya....
"Jadi mereka???"
Dimas mengangguk, ia paham ke mana arah pertanyaannya Erva, yah hanya sekedar itu saja Dimas bisa menjawab, selebihnya.... biar Keenan yang menjelaskan nya .
Erva menghela nafas lagi, ia tidak tau apa yang akan dilakukan nya, sungguh.. laki laki yang ia harapkan kak membuat nya bahagia dan melupakannya kenangan pahit nya dengan masa lalu, tetapi... kenyataan nya...sama sekali tidak seperti yang ia bayangkan, bahkan ini lebih sakit dari dulu yang Erva rasakan.
Seketika, Erva menumpahkan air mata nya kembali, rasanya begitu sakit mendengar nya, padahal itu bukan dari mulut Keenan sendiri.
"Gue antar sekolah ya??"
Tidak tega melihat Erva yang terus menangis, dan lagi banyak yang melihat nya. Dimas mengajak Erva untuk sekolah atau pulang.
Tetapi, Erva menggeleng. Hari ini, ia mau sendiri tanpa gangguan dari siapapun juga, ingin merenungi nasibnya yang lagi lagi di campakkan dan dikhianati oleh laki laki yang sangat di cintai nya.
"Erva......"
Yah, Romi sedikit terlambat...padahal ia tadi malam sudah berencana untuk bangun pagi dan menemani Erva ke bandara, tetapi....nyatanya ia kesiangan.
Romi yang sudah mendapatkan kabar kalau pagi ini Keenan akan sampai Ke Jakarta, dan juga membawa Amira. Tentu saja, sebagai laki laki yang masih mencintai Erva dan laki laki yang tidak ingin ada orang lain yang membuat Erva sedih, ia memutuskan akan menemani Erva, karena ia tau...akan terjadi seperti saat ini .. meskipun Romi sendiri belum tau apa yang sebenarnya terjadi.
"Ikut aku..."
Ia tau bagaimana hancur nya hati Erva saat ini, dan membawa pergi Erva dari sana adalah jalan yang terbaik.
Ia juga yakin kalau Erva tidak akan ke sekolah, maka dari itu...Romi membawa Erva ke suatu tempat...
Tidak ada jawaban dari Erva, terapi...Romi dengan cepat menarik tangan Erva dan menggenggam nya. Ia tidak mau terjadi apa apa dengan gadis cantik itu, apalagi dengan kondisi nya yang seperti ini.
Sedangkan Dimas, hanya diam saja....ia tidak tau harus berbuat apa, dan mungkin dengan Romi membawa Erva, lebih bisa menenangkan gadis itu.
"Kamu pasti akan menyesal telah melakukan ini semua dengan Erva, Keen...dan saat kamu menyadari bahkan menyesali perbuatan kamu, tidak ada pintu maaf lagi dari Erva dan saat itu...kamu akan terpuruk dan baru menyadari betapa berharganya Erva di mata mu....camkan kata kata ini Keen.....", ucap Dimas dengan geram nya.
__ADS_1
Meskipun tidak didengar oleh Keenan, ia yakin kalau karma itu pasti ada. Dan suatu saat Keenan akan mendapat balasan dengan apa yang telah ia perbuat selama ini ..
...*****...
"Kenapa dia jahat padaku Rom, kenapa???"
Erva kembali menumpahkan apa yang ada di dalam pikiran nya, ia sama sekali tidak tau letak kesalahannya hingga Keenan bisa berbuat seperti itu.
"Dan apa salahku??"
Dan lagi, Erva mengingat apa salah nya dengan Keenan selama ini, yang membuat laki laki itu berpaling darinya dan mengkhianati cinta nya. Padahal selama ini, ia selalu setia bahkan sudah melupakan rasa cinta nya pada Romi.
Erva terisak, ia masih meratapi nasibnya sendiri yang entah mengapa kejadian ini terulang lagi, dulu dengan Roni dan kini dengan Keenan.
"Dasar semua laki laki brengseekkk!!!", teriak Erva lagi.
Gadis itu langsung keluar dari mobil, dan berlari menuju bibir pantai. Tempat di mana ia bisa melampiaskan semua rasa kesal dan juga amarah nya, kecewa karena dikhianati oleh laki laki yang ia cintai.
Romi, laki laki itu membiarkan Erva mendekati bibir pantai, ia yakin kalau Erva bisa menenangkan dirinya dan tidak akan berbuat yang diluar batas kendali nya.
Satu menit...
Lima menit
Hingga akhirnya sepuluh menit...
Romi yang tidak tega membiarkan Erva seorang diri, ia pun keluar dari mobil. Laki laki itu mendekati Erva yang saat ini duduk di bibir pantai dengan menekuk kakinya.
"Laki laki seperti dia tidak pantas kamu tangkai Er....."
Romi ikut duduk di samping Erva, dan ia pun mengambil batu kecil dan melemparkan ke pantai....seketika....Erva mendongakkan wajah nya .. menatap ke arah Romi dengan pandangan mata uang entah .
"Jangan jangan kamu juga sudah tau semua nya???"
__ADS_1