
"Pedas?? mau masuk Rumah Sakit lagi?? atau memang kamu sengaja ingin bertemu dengan aku setiap harinya?? kalau memang iya ..kenapa meski harus makan pedas... pakai cara yang lainnya kan juga bisa??"
Erva melongo, bingung mendengar ucapan dari Dokter Anjar, maksudnya apa?? padahal kan hanya bertanya... pedas boleh?? tetapi malahan ngelantur ke mana mana..
"Maksudnya Mas?"
Tidak ingin salah tebak, dan berakhir tidak mengenakkan...Erva memberanikan diri untuk bertanya. Yang memang kali ini ia sungguh sungguh tidak tau apa yang dikatakan oleh Dokter Anjar.
"Bisakan kalau mau ketemu aku setiap hari tetapi tidak menjadi pasienku??"
"Tidak menjadi pasien?? lalu apa?? aku juga ogah masuk rumah sakit lagi Mas..."
Kedua nya sama saja, Erva yang benar benar tidak tau apa yang dimaksud oleh Anjar, sedangkan Anjar ..ia yang tau dan paham apa maksud nya dan juga pasti itu adalah isi hatinya... tidak mau mengatakan kepada Erva dan hanya memancing mancing saja.
Emangnya dikira Erva ikan, pakai dipancing pancung segala??
Ah..dasar Dokter Anjar yang memang sedingin es batu...susah sekali bicaranya, tinggal ngomong saja ...kenapa enggak bisa.
"Masa' kamu tidak tau??"
Erva menggeleng, ia tidak bercanda dan memang tidak tau. Pengen denger langsung dari mulut Dokter Anjar, tetapi seperti nya laki laki itu enggan untuk memberitau.
"Aku bukan dukun yang harus tau apa apa yang terjadi..dan apa susah nya menjelaskan...."
Susah sangat susah bagi Dokter Anjar. Ia yang memang tidak pernah jatuh cinta apalagi jalan dengan perempuan lain, merasa bingung jika harus mengatakan sedetail nya apa yang ada di dalam hatinya saat ini.
Dan aku bukan laki laki yang mengobral cinta , Erva...tolonglah....masa' gitu saja enggak ngerti....jadi istri aku gitu maksud nya....
Yah, Anjar hanya berani mengatakan dalam hati saja. Bukan pengecut, tetapi..untuk memulai dari mana..ia sendiri bingung....dan lagi., mengingat Erva yang seperti nya masih belum bisa move on dari sang mantan.. membuat Anjar jadi ragu..ragu apakah ada kesempatan untuk nya atau tidak.
"Lupakan!! lanjut makan saja... intinya...jangan makan pedas.. lambungmu bermasalah dek...."
Tidak dapat menjelaskan... akhirnya Anjar mengalihkan pembicaraan lewat makanan, dan beruntung sekali...masih ada makanan yang belum di makan oleh Erva.
Aneh...dasar manusia es batu...malahan mengalihkan pembicaraan,...kalau cuma mengingatkan jangan makan pedes aja kenapa pakai kalimat seperti itu....gumam Erva lirih...
"Makan..jangan mikir yang aneh aneh...aku bisa tau apa yang kamu pikirkan..."
"Ih GeEr, siapa juga yang memikirkan Mas..."
__ADS_1
Anjar tersenyum..."Siapa juga yang minta dipikirin...."
"Eh......"
Ingin sekali Erva melempar wajah Anjar dengan sandal yang dipakai.. omongan nya bikin greget saja, tetapi sayang sekali....sayang tampang nya yang ganteng itu..kalau di lempar bisa bonyok deh wajahnya.
Erva yang kesal melanjutkan lagi makannya, meskipun tidak pedas... tetapi rasa makanan ini sangat lah enak..beda dengan olahan seafood yang sering ia makan.
Beberapa menit mereka saling diam, bukan karena ada aturan makan tidak boleh bicara.... tetapi... antara Erva dan Dokter Anjar yang bingung dengan dirinya masing masing... bingung mengatakan uneg-uneg yang ada di dalam hatinya.
Hingga....
Satu suapan terakhir dari Erva yang menandakan kalau makanan yang dipesan nya sudah habis dan tak tersisa lagi.
"Mau bungkus dek??"
Bukan mengejek atau bagaimana.. melihat Erva yang makan dengan sangat lahap membuat Anjar berpikir kalau gadis itu masih kurang dan belum puas makannya..mau nambah malu..
"Enggak usah Mas...kesini saja lagi...."
"Boleh ..kalau aku ada waktu ya...kapan kapan kesini lagi ..."
"Boleh banyak enggak Mas??"
Ada sesuatu yang mengganjal di benak Erva....dan itu bukan masalah pribadi...dari tadi Erva masih kepikiran tentang bagaimana caranya Dokter Anjar bisa mendapatkan tempat seperti ini...yang mana ini sangat spesial.
"Mas kok bisa pesan seperti ini??"
"Bisalah, memang kenapa?", jawab Anjar dengan sombong nya... melipat tangan di depan dengan mata yang memandang ke arah Erva.
"Kan ini tempat spesial banget...aku aja yang dari dulu pesan selalu enggak dapat...."
Anjar tersenyum..."Pesan sama siapa???"
Erva melongo, males juga rasanya menjawab pertanyaan dari Anjar....kalau bisa ia jawab kasar...pasti akan di jawab nya.
"Ya sama pegawai di sini lah...siapa lagi ..aku juga enggak tau siapa yang punya...katanya orang nya masih single dan misterius gitu....."
Memang sudah berkali kali Erva memesan tempat ini, bahkan dari harga yang paling mahal sampai yang murah saja selalu habis dan tidak kebagian...ia juga sudah beberapa kali sayang langsung ke sini... tetapi juga tidak dapat tempat..mau ketemu dengan pemilik nya langsung tetapi enggak bisa..ada ada saja alasannya
__ADS_1
"Misterius?? sudah pernah bertemu??"
Seperti nya semakin menarik saja pembicaraan dengan Erva kali ini... bagaimana ia bisa se tertarik ini dengan seorang perempuan...padahal kalau dilihat-lihat biasa saja....cantik dan menarik tetapi tidak wow.
"Belum lah...kalau sudah bertemu..aku pasti bisa makan di sini ...kalau tidak bisa..aku pasti akan rayu dia...aku pepet dan kalau bisa aku jadikan pacarku...kan masih single hahahaha....m", ucap Erva dengan polosnya..tanpa tau bagaimana ekspresi wajah dari Anjar saat ini.
"Oh ya... sampai seperti itu?? kalau misal jelek bagaimana??"
Erva menggeleng..."Tidak mungkin..jaman sekarang tidak ada yang jelek.. tekhnologi sudah canggih.. skincare di mana mana, apalagi...dia orang kaya...pastinya sudah melakukan banyak cara untuk membuat penampilan maksimal..dari wajah sampai ke yang lainnya."
Lagi lagi Anjar dibuat kagum dengan sosok Erva yang apa adanya.... meskipun banyak ngomong, tetapi itu murni dari dalam hatinya...dan tidak dibuat buat.
"Berarti...kalau ketemu..kamu akan merayunya, dan memaksa nya untuk menjadi pacarmu gitu??"
"Mungkin iya...Asal dia benar benar masih single ya gak masalah....bebas kan, yang penting bukan pacar orang apalagi suami orang...yah.. lumayan..bisa makan gratis di tempat yang nyaman dan juga masakan nya enak..."
Eh dasar bocil!! yang dipikirkan hanya makana saja.
Anjar tidak menjawab, hingga pembicaraan mereka terhenti karena ada salah seorang pelayan menghampiri Anjar.
"Maaf Bos, ada yang ingin bertemu...dan seperti nya beliau sudah ada janji dengan Bos...."
Bos??
Anjar belum menjawab, ia mengambil ponsel lalu membukanya... kemudian memasukkan kembali ke saku nya.
"Oke, antarkan ke ruangan saya...."
"Baik Bos...", kemudian meninggalkan Anjar yang seperti nya masih bersiap siap untuk menuju ke ruangan nya.
Anjar tersenyum menatap Erva, ia tau kalau Erva saat ini telah dilanda bingung...
"Aku tinggal sebentar...tunggu di sini atau kalau mau lihat lihat juga boleh...mau pesan apapun juga boleh..."
Erva tidak menjawab, ia masih bingung dengan apa yang baru saja di dengar nya.
Anjar lagi lagi tersenyum, ia berdiri untuk segera menuju ke ruangan nya .. tetapi sebelum nya...Anjar mendekati Erva dulu.
"Aku tunggu rayuan dari mu..dan kata yang terakhir itu.", bisik Anjar di telinga Erva.
__ADS_1
Deg