Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Takut Jatuh Cinta


__ADS_3

"Darimana Lo??", tanya Mona.


Mona sudah dari jam tujuh pagi berada di kelas, menunggu Erva yang tidak kunjung datang. Padahal sudah dari pagi Erva datang, tetapi..ngirim pesan kalau mau pergi sebentar.


"Ketemu sama Dokter Keenan."


Jawab Erva yang kini sudah duduk di samping Mona , di dalam kelas. Untung saja, dosen pagi ini berhalangan hadir....hanya memberikan tugas dan harus dikumpulkan hari ini juga, maka dari itu semua masih kumpul di kelas.


"Hah?? serius???"


Mona kaget, tidak percaya dengan ucapan Erva. Ia juga menempelkan tangan nya di kening Erva, mengecek.. apakah Erva panas atau tidak, atau jangan-jangan kerasukan yang membuat otaknya konslet.


"Hisss....gue enggak panas, enggak konslet...dan enggak gila!!"


Erva menepis tangan Mona, ia tau apa yang dipikirkan oleh sahabat nya itu...yang memang tidak salah.... mungkin hanya aneh saja dengan ucapannya kalau ia sudah bertemu dengan Keenan, laki laki yang sudah melukai hatinya.


"Lalu?? kalau enggak panas, enggak konslet dan enggak gila..kenapa kamu mau bertemu dengan Dokter Keenan, jangan jangan Lo??"


Mona menaruh pensil, tangan nya ia gunakan untuk menopang dagu dan melihat ke arah Erva...ingin tau lebih lanjut bagaimana ekspresi dari sahabat nya itu .


"Ngarang!! mana mungkin gue mau sama dia lagi ..yah.. meskipun saat ini dia duda."


"Upss!"


Erva menutup mulut dengan tangan nya sendiri , ia keceplosan mengatakan kalau Keenan sudah duda, tentu saja tidak ingin Mona berpikir yang macam macam.


"Lo sudah tau?? ngapain juga ditutupi..."


"Lo??"


"Ya, gue sudah tau kalau Dokter Keenan duda, beberapa hari yang lalu waktu Lo masih rumah sakit dan dia nemenin gue...awalnya hanya nanya tentang Lo, eh akhirnya malahan njelasin kalau dia sudah bercerai dengan istri nya.... tetapi gak tau penyebab nya apa.", ujar Mona menjelaskan sedikit yang ia tau.


"Ceritanya panjang....."


"Panjang?? ceritain lah... penasaran gue ...orang se perfek Dokter Keenan bisa cerai gitu, apalagi istri nya ..yang tidak jelek...UPS sorry..!!"

__ADS_1


Gantian Mona yang menutup mulut nya...takut kalau Erva tersinggung dengan ucapannya karena tidak sengaja memuji kecantikan istri Dokter Keenan, eh mangan istri.


"Santai...gue enggak apa apa. Lagian memang benar apa yang Lo katakan... tetapi sayang... pembohong dan pengkhianat besar..."


"Hah?? kok bisa gitu??"


Belum belum Mona ngeri melihat ekspresi wajah Erva, yang seperti nya sangat menghayati sekali...apalagi kalau mendengar cerita nya..mah jadi penasaran.


"Bisa lah ..."


Hingga akhir nya Erva menceritakan apa yang sebenarnya terjadi...walau itu adalah aib seseorang, tetapi.... tidak apalah ia menceritakan pada Mona sahabatnya sendiri.


"Gila!!!"


Mona menggelengkan kepala nya , ia juga tidak percaya sama seperti Erva. Tetapi nyatanya seperti itu... manusia tidak ada yang sempurna di dunia ini... termasuk Amira yang orangnya sangat perfek di mata Keenan.


"Bukan gila lagi, tapi sudah sintinggg!!", ujar Erva.


Entahlah, mengapa Erva terlihat sangat marah mendengar cerita yang sebenarnya dari Keenan, padahal tadi saja ia baik baik... tidak marah dan menjadi pendengar yang baik untuk Keenan.


"Enggak.. ngapain gue marah..."


Bohong lah..ga mungki Erva menceritakan apa yang sebenarnya ada dalam hatinya saat ini.


"Enggak marah, tapi jutek banget..hahaha....."


Mona tertawa... melihat ekspresi Erva sangatlah lucu. Memang tidak marah, tetapi terlihat sekali kalau lagi jutek, dan jengkel saja.


"Gak tau...gue nanya jengkel saja...bisa bisa nya dia bohongin Keenan. Padahal jelas jelas kalau Keenan lebih memilih dia daripada aku, tetapi mengapa akhirnya begitu."


"Ya sudah balikan lagi saja sama Dokter Keenan....kan dia jingle sekarang..."


Mona mencoba menawarkan sesuatu...yah iseng iseng dia ingin tau bagaimana hati Erva saat ini...Siapa tau mendengar kenyataan kalau Dokter Keenan sang mantan pacar tercinta sudah berpisah dengan istri nya, Erva mau lagi dengan dia...


"Ogah!! sampah yang sudah gue buang, tidak akan gue ambil...apalagi itu bukan hanya belas gue .. tapi bekas orang lain juga...." , ucap Erva menyombongkan diri.

__ADS_1


Bagus Er....gue setuju kalau jwaban Lo seperti itu ...


"Yakin??"


"Sangat yakin...gue bukan orang bodoh Mon, gue bahkan masih ingat bagaimana dia menghianati dan lebih memilih Amira..."


Bukannya tidak bisa move on atau sengaja mengingat apa yang sudah terjadi, tetapi...bayangan satu tahun yang lalu masih melekat jelas diingatan nya.


Jujur saja Erva senang mendengar cerita tentang kandasnya hubungan pernikahan Keenan dan Amira,. Bukan karena sumpah yang diberikan Erva...Erva sendiri tidak pernah menyumpahi dua orang itu...apalagi mendoakan tidak langgengnya hubungan mereka.


Mungkin saja, nasib baik ada di pihak Erva...tanpa sumpah.. pernikahan Amira dengan Keenan bubar...mungkin terkena karma.


"Syukurlah...gue senang denger nya Er..mata dan hati Lo sudah terbuka... meskipun gue tau...di dalam hati Lo masih tersimpan nama Keenan..yang entah sampai kapan akan Lo hapus...."


"Secepat nya...setelah gue punya yang lain yang lebih daru segalanya...Lo tau gue kan?? tidak mudah menerima seseorang dan juga tidak mudah melupakan."


Mona mengangguk. "Dokter Anjar maksudnya??", goda Mona.


Erva mengedikkan bahunya..."Entah...yang bisa nyantol hati gue ..dia lah pemenang nya ...."


Mau bilang iya kalau ada sedikit rasa dengan Dokter Anjar, tetapi.... Dokter Anjar nya sendiri yang begitu begitu saja.... tidak ada respon yang pasti atau terlihat bagaimana..sangat kaku dan dingin... bagaimana Erva juga tau perasaan Dokter itu kalau dia nya hanya cuek saja.


"Hahaha.... terserah Lo lah...gue ngikut saja, asal bukan Dokter Keenan...Jujur Er...gue takut dengan dia....takut kalau dia nyakitin Lo lagi....."


"Sama ..gue juga takut....", jawab Erva dengan tersenyum..entah apa yang membuat nya senyum.


"Takut apa??? takut jatuh cinta dengan Dokter Keenan lagi??"


Erva menggeleng, "Bukan....."


"Bukan?? terus apa???", Mona jadi bingung sendiri....Erva bilangnya takut... tetapi...kenapa ekspresi nya malahan senyum...kan aneh.


"Bukan takut jatuh cinta dengan Dokter Keenan, tetapi takut jatuh cinta dengan Dokter Anjar hahahaha......."


"Dokter Anjar?? astaga??"

__ADS_1


Mona menggeleng, sahabat nya sudah persis seperti orang gila...tapi Mona senang, itu tanda nya Erva sudah tidak memikirkan Dokter Keenan lagi dan perlahan lahan akan move on juga.


__ADS_2