Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Hanya Diam


__ADS_3

Brengssekkkk!!!


Anjar mengumpat kesal ketika ia baru saja menerima telepon dari anak buahnya yang mengabarkan bahwa istrinya saat ini bersama dengan Dokter Keenan.


Tentu saja anak buahnya itu juga mengatakan jika Erva tidak sengaja bertemu dengan Dokter Keenan dan mereka tidak janjian tetapi lebih tepatnya Dokter Keenan yang sengaja ingin menemui Erva.


Jadi Dokter Anjar sedikit lebih lega karena ternyata Erva buru-buru ingin ke depan itu bukan hanya sekedar untuk membeli siomay saja dan tetapi juga bukan untuk menemui Dokter Keenan karena Erva tidak sengaja bertemu dengan Dokter Keenan di depan hanya saja Dokter Keenan yang memang sengaja untuk menemui Erva.


Tidak bisa dibiarkan. Dokter Anjar yang cemburu mendengar informasi yang diberikannya langsung saja keluar dari kamar dan tentunya untuk menghampiri istrinya.


Meskipun sudah ada beberapa orang yang berjaga di sana takut saja jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, Anjar tetap saja khawatir jika memang Keenan berbuat nekat untuk menculik istrinya.


Laki-laki itu juga meminta kepada anak buahnya untuk tetap diam saja dan berada di jarak yang tidak terlalu jauh tetapi tidak juga mendekat tetapi tetap waspada berjaga-jaga supaya nanti jika Keenan macam-macam mereka langsung siap siaga untuk mengamankan Erva.


Dan memang benar dari kejauhan Anjar sudah melihat Keenan yang saat ini duduk di samping Erva tentu saja ia tahu kalau Keenan sedang merayu istrinya bahkan mungkin Keenan sudah mengatakan cintanya yang entah berulang kali dan katakan kepada istrinya itu.


Tetapi Anjar yakin jika istrinya tidak akan terpengaruh sedikitpun oleh Keenan, meskipun Anjar tahu jika awal menikah dengan Erva, Erva masih ada sedikit rasa dengan Dokter Keenan tetapi setelah ke sini ia yakin jika Erva sangat mencintai dirinya dan sudah melupakan perasaannya kepada Keenan.


"Sayank sudah?"


Dengan cepat Anjar menghampiri Erva dan tentu saja ia mengatakan kalimat yang romantis sehingga membuat Keenan kepanasan.


Erva yang kaget langsung saja menoleh, ia tahu jika suaminya yang tadi memanggilnya dan berada di belakang.

__ADS_1


Erva sendiri khawatir jika Anjar menuduhnya kalau ketemuan dengan Dokter Keenan dan ia was-was jika suaminya tidak percaya dengan apa yang dikatakannya.


"Sudah Mas, aku_."


"Aku tahu sayank. Oh ya ada Dokter Keenan juga di sini rupanya, sengaja datang ke sini atau kebetulan lewat saja Dok?"


Tentu saja Anjar memotong pembicaraan Erva, ia tahu apa yang akan dikatakan oleh istrinya itu, tentu saja Erva akan mengatakan kalau Erva tidak sengaja bertemu dengan Dokter Keenan.


Dan juga Anjar melihat ke arah Keenan dan sekedar basa-basi saja untuk bertanya kenapa laki-laki itu ada di sini dan pastinya sedikit menyindir karena jawabannya Anjar sudah tahu jika Keenan sengaja untuk menemui istrinya.


"Sengaja datang ke sini, Aku kangen dengan Erva."


Dokter Keenan masih berani mengatakan rasa kangennya kepada istri orang tentu saja ia tidak takut jika nanti mendapatkan pukulan dari dokter Anjar yang jelas ia mengatakan hal yang jujur karena bagaimanapun ia tutupi perasaan kepada Erva tentu saja tidak bisa meskipun nanti besok malam ia sudah berteman dengan perempuan lain tetapi tidak dengan hatinya yang masih sepenuhnya milik Erva.


Sebenarnya Anjar tidak suka dengan apa yang diucapkan oleh Keenan tetapi ia berusaha untuk tidak terpancang emosi dan berusaha tenang meskipun di dalam hatinya ia sangat ingin mengumpat Keenan dan memukul wajah laki-laki itu yang sok peduli dan sok mempunyai perasaan terhadap istrinya.


"Iya Mas. Dan sebaiknya Dokter Keenan pulang."


Erva juga tidak ingin berlama-lama di sana bukan karena ia ingin menghindar dari Keenan tetapi Erva juga tidak mau jika nanti terlalu lama di sana dan akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terlebih lagi ia sudah melihat suaminya yang cemburu dan juga Dokter Keenan yang pastinya saling menatap tajam sepertinya mereka mulai lagi menabuh genderang permusuhan.


Tidak mendapat tanggapan dari Dokter Keenan, Erva kemudian menggandeng tangan Anjar dan meninggalkan tempat itu tentu saja Anjar dengan senang menerima tangan Erva kemudian menggenggam erat, sepertinya Anjar ingin menunjukkan bagaimana dirinya mencintai Erva yang tidak pernah bisa ada orang lain yang akan memisahkannya.


Dan Dokter Anjar akan menunjukkan kepada Keenan bahwa perempuan yang sudah dikhianatinya dan ditinggalkannya itu sekarang sudah bahagia bersama dengan dirinya dan pastinya baik Erva maupun Dokter Anjar sudah sama-sama saling mencintai.

__ADS_1


"Brengsek!!"


Keenan mengepalkan tangannya ia tahu jika Dokter Anjar sengaja membuat hatinya panas dengan mengumbar kemesraan di depan matanya.


Tetapi karena tidak bisa melakukan apa-apa terlebih lagi ini adalah kawasan tempat tinggal Dokter Anjar dan pastinya jika ia berbuat macam-macam dirinya akan kalah terlebih juga yang ia temui tadi adalah istrinya orang dan ia tidak berhak terhadap Erva.


Ya jika pikiran Keenan sadar jika Erva tidak bisa lagi bersama dirinya dan ia tidak mempunyai hak atas diri Erva, Keenan seharusnya mundur tetapi laki-laki itu sudah gila bahkan ia masih berencana untuk mendapatkan Erva dan membuat yEva berpisah dari suaminya.


Keenan melihat kedua pasangan yang saling berpegangan tangan itu hatinya sangat sakit sekali terlebih ia mengingat satu tahun yang lalu dirinya yang berada di posisi itu menggenggam erat tangan Erva kemudian jalan-jalan sembari bercerita tentang kegiatan yang dilakukan sehari-hari ini.


Tetapi sayang sekali semuanya hanya tinggal kenangan dialah yang menorehkan luka di hati Erva, yang akhirnya membuat perempuan itu tidak mau kembali lagi padanya.


Anjar masih terus menggenggam tangan Erva, bukan hanya untuk memanasi hati Keenan tetapi ia juga melakukan itu karena ia sangat mencintai Erva dan takut kehilangan istrinya.


"Mas, Aku bisa jelaskan. Aku dan Dokter Keenan tidak janjian, kita tidak sengaja bertemu, dan Mas jangan marah padaku, benar deh yang aku katakan itu adalah benar, aku tidak sengaja bertemu tidak janjian juga jadi jangan diamin aku seperti itu Mas."


Sedari tadi Anjar tidak berbicara tetapi laki-laki itu masih terus menggenggam tangan Erva sangat erat bahkan ekspresinya terlihat dingin.


Itu yang membuat Erva jadi merasa bersalah dan ia ketakutan takut kalau suaminya marah padanya dan menyangka kalau dirinya memang janjian dengan Dokter Keenan.


"Mas jawab dong jangan diemin aku seperti ini. Aku minta maaf jika membuat Mas cemburu."


Masih saja Anjar terdiam padahal Erva sudah mengucapkan beberapa kalimat yang panjang dan lebar tetapi suaminya tidak menunjukkan ekspresi apapun.

__ADS_1


Hingga akhirnya Anjar yang masih menggenggam erat tangan Erva, membawa istrinya itu masuk ke dalam kamar tentu saja ia langsung merebahkan tubuh Erva di atas ranjang dan langsung mengungkung tubuh indah istrinya itu.


__ADS_2