Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Pertama Kali


__ADS_3

Ceklek.


Anjar membuka pintu ruangan nya dengan perlahan lahan, ia tidak mau mengagetkan Erva yang mungkin pikir nya sedang tidur.


Dan memang benar , setelah Anjar masuk ke dalam ruangan nya, ia melihat ke arah sofa dan ternyata benar apa yang dipikirkan Anjar tadi, kalau Erva saat ini tidur di sofa.


Tidak sampai disitu saja, Anjar menggelengkan kepala nya, manakala melihat banyaknya sampah yang berserakan di ruangan nya.


"Dasar bocil!!!"


Gemes sendiri, ingin marah tetapi tidak tega, apalagi melihat Erva yang tidur dengan posisi yang benar benar membuat darah Anjar berdesir seketika.


"Shitttt!!!", umpat Anjar kesal.


Entah mengapa tiba tiba sesuatu di bawah sana mengeras dan meminta untuk di keluar kan.


Anjar menggeleng lagi, selama ini tidak ada yang pernah bisa membangunkan senjata tajamnya, meskipun banyak yang menggoda bahkan telanjang didepan Anjar, tetapi...ini... sekarang ini ..hanya dengan melihat Erva tidur saja, yang posisi nya juga tidak se seksiie wanita wanita pada umumnya, tetapi..sudah bisa membuat Anjar ketar ketir.


"Ini gila!! aku sudah gila!! dia masih kecil Anjar, lagian umur kamu dan dia terpaut jauh!!"


Ketar ketir, sebenarnya ingin tetapi menolak untuk lanjut, karena perbedaan usia tentu nya. Andai saja Erva buka seorang gadis remaja dan baru lulus, pasti sudah ia kenalkan pada Mamahnya.


"Ehem....."


Suara deheman Anjar membangunkan Erva. Sengaja memang Anjar melakukan itu supaya Erva bangun dan ia juga tidak tersiksa.


"Eeuhhh....."


Erva terbangun karena mendengar suara deheman seseorang yang sangat keras, gadis cantik itu membuka matanya dan melihat ke sekeliling.


Dan pemandangan pertama yang dilihat nya adalah seorang laki laki tampan memakai jas putih yang saat ini memandang diri nya dengan tatapan yang sangat tajam.


"Sudah bangun?? setelah menghabiskan makanan dan membuangnya sembarangan...kamu pikir ini tempat sampah???"


Erva melihat lagi ke sekeliling, ia tersenyum mendapati banyaknya sampah yang berserakan, dan paham apa yang dikatakan oleh Anjar tadi.


"Kan sampah umum Om, luas lagi...,", jawab nya dengan tersenyum manis.


"Sampah umum apanya?? cepat bersihkan!!"

__ADS_1


Sebenarnya ia tidak ingin membuat Erva membersihkan ruangan nya, karena nanti pasti ada petugas yang membersihkan nya sendiri.


Dan Anjar hanya ingin melihat Erva lebih lama lagi, dan memastikan apa yang dirasakan nya benar adanya, atau memang hanya sesaat saja.


"What?? oh no Om!!"


Gila saja, tidak mungkin seorang Erva membersihkan ruangan sebesar ini, yah meskipun ia bukanlah tipe anak manja, tetapi. ... rasanya tidak mungkin melakukan hal itu.


"Oh yes donk!!"


Apa yang aku ucapkan!! bisa bisanya aku bilang seperti itu!!


"Oh yes?"


Erva mengulang kata-kata itu lagi, yang membuat Anjar menggeleng dan menutup mulut nya karena menyadari apa yang telah di ucapkan nya


"Tidak, lupakan. Dan segera bersihkan ruangan ku, atau KTP ini akan sampai ke kantor polisi."


Licik sekali memang Anjar, dan ia mengancam Erva dengan KTP nya yang baru saja dikeluarkan dari saku.


Tentu saja itu membuat Erva meradang setelah ia di bawa ke sini, dan di minta untuk menunggu Anjar, deh malahan sekarang menyuruh untuk membersihkan ruangan.


Oke, kali ini....Erva memang salah, dan ia juga seharusnya membersihkan ruangan itu, tetapi.. melihat wajah Anjar yang menyebalkan, membuat Erva mengurungkan niatnya.


Erva melirik sekilas ke arah Anjar yang saat ini sedang memainkan kunci mobil nya dan juga membaca kembali identitas nya.


Sungguh, demi apapun juga .. Erva tidak suka dengan tingkah dan sikap Anjar yang sok dingin dan cuek itu.


Dirasa Erva sudah mendapatkan cara untuk mengambil kunci dan KTP, gadis cantik itu pun lalu berdiri dari duduknya dan menghampiri Anjar...yang seperti nya sedang lengah.


"Ngapain kamu di sini??"


Anjar yang melihat Erva ada di depannya, tiba tiba saja gugup. Ia tidak menyangka akan dekat dengan seorang wanita seperti ini..


"Mau apa ya?? Om Dokter mau apa??"


Sumpah!! kalau ini bukanlah Erva. Demi apapun juga, Erva tidak pernah menggoda laki laki dengan cara apapun, dan ini....adalah pertama kalinya ia melakukan.


Karena tanpa digoda, Erva sendiri sudah menggoda dan membuat laki laki di luar sana ingin memiliki Erva.

__ADS_1


Gadis ini!!!


Tidak beda jauh dengan Erva, Anjar pun baru pertama kali ini merasa tergoda dengan wanita, dan lebih parahnya lagi ..adalah seorang abege.


Erva mendekat, ia tidak menjawab apa yang ditanyakan oleh Anjar, dan fokusnya hanya ke arah kedua tangan Anjar yang saat ini sedang memegang KTP dan juga kunci mobil nya.


"Mau apa kamu anak kecil?? jangan macam macam ya??"


Bukannya tidak tertarik, justru....Anjar takut kalau kamu akan melakukan sesuatu di luar kendali nya, yang tentu nya akan membuat dirinya dan juga Erva akan berada dalam kesulitan.


"Santai Om ..."


Dengan pedenya Erva mangatakan seperti itu, padahal ia sendiri gugup dan tidak tau lagi apa yang akan dilakukan selanjutnya.


Tidak mau lama lama, dengan cepat Erva mengambil KTP dan kunci dari tangan Anjar, tetapi.... bukannya mendapat nya...Erva malahan terjatuh pas di pelukan Anjar.


"Astaga....."


Tatapan mata keduanya bertemu, antara Erva dan Anjar saling memandang dan tanpa berkedip.


Ke-dua nya bahkan sama sama saling mengagumi dan juga semakin mendekatkan dirinya.


Kenapa jantung ku seperti ini?? apa aku sakit jantung???


Kenapa aku melihat dia dengan tatapan yang entah, ada rasa kagum dan juga ada rasa sesuatu yang tidak bisa diungkapkan..


Masih dengan posisi yang saling memeluk dan saking menatap, keduanya malahan lupa dengan tujuan awalnya apa, begitu juga dengan Erva yang terlena dengan apa yang dirasakan.


Nyaman, apalagi aroma tubuh Anjar yang menenangkan., lagi lagi... kenapa Erva harus merasakan sesuatu yang nyaman, setelah satu tahun mencoba untuk melupakan sang mantan.


"Anjar Indriawan!!!"


Mati aku!!!!


Dengan cepat Erva mengambil KTP dan juga kunci mobil nya, kemudian melepaskan pelukan Anjar.


Gadis itu langsung saja mengambil juga tas dan segera meninggalkan ruangan Anjar, yang tentu saja dengan malu yang tidak tertahankan, apalagi...yang masuk ke dalam ruangan Anjar adalah seorang wanita yang tidak muda lagi.


"Permisi Tante..."

__ADS_1


Hanya itu yang bisa diucapkan oleh Erva, ia yang sudah malu langsung saja meninggalkan ruangan Dokter Anjar.


Entahlah, apa yang ada di dalam otak Erva saat ini, yang jelas...ia hanya bisa berharap kalau dirinya tidak bertemu dengan laki laki itu lagi.


__ADS_2