
"Stop!! jangan mendekat Mas...."
Erva menahan tubuh Keenan yang ingin memeluk nya, maskipun ia ingin.... tetapi..... sakit hatinya lebih besar dari rasa ingin memeluk nya.
Keenan menghentikan langkah kakinya, baru kali ini ia menerima penolakan dari Erva. Yang biasa nya gadis cantik itu selalu menempel pada nya dan ingin dipeluk, tetapi...kali ini tidak. Bahkan tadi pagi pun, Erva dengan senang hati memeluk nya.
Tidak aneh memang, Erva punya alasan untuk menolak pelukan Keenan. Salah satunya karena Erva tidak mau berhubungan lagi dengan Keenan dan tidak ada kontak apapun juga meskipun hanya sekedar pelukan.
"Mas kangen kamu Beb...."
Erva tersenyum kecut, ia bahkan menggelengkan kepalanya. Sungguh....rasanya ia ingin tertawa sekeras mungkin, merasa lucu dengan semua nya yang terjadi.
Kangen???
Kangen seperti apa yang ada di dalam pikiran Keenan, dan apa masih pantas laki laki itu mengatakan kangen padanya?? rasanya sungguh aneh saja.
"Tidak salah?? apa aku yang memang salah dengar?? dan apa memang telinga ku bermasalah???"
"Tidak, kamu tidak salah dengar....telinga kamu bahkan masih norma dan sangat normal Beby....dan Mas memang jujur, kalau Mas kangen sama kamu....."
"Hahaha.....lucu ya Mas ...kangen?? ah.... seperti cerita dongeng saja....kangen tetapi tidak pulang, kangen tetapi tidak menghubungi...apa itu yang namanya kangen??? atau memang kangen versi dari seorang Dokter Keenan itu beda???"
Keenan diam, ia memandangi wajah cantik Erva yang sudah lama dirindukan nya, dan jujur saja ..satu Minggu tidak bertemu dengan Erva, ada yang beda....tambah cantik dan mempesona.
Bisakah Keenan egois??? yang ingin memiliki keduanya???
Rasanya, Keenan tidak ingin melepaskan Erva.... tetapi juga tidak mau kehilangan Amira....
"Maaf....."
Ucap Keenan lirih tetapi masih bisa di dengar oleh Erva. Ia tau kalau selama ini dirinya salah karena telah mengabaikan Erva, tentu nya setelah bertemu dengan Amira.
"Tidak perlu meminta maaf, kalau hanya di mulut saja....."
Entahlah, sejak kapan Erva mempunyai keberanian untuk mengatakan sesuatu yang tidak pernah ia ucapkan...bahkan kini Erva berani menatap tajam mata Keenan
"Dan apa yang mau Mas katakan....."
Lanjut Erva lagi, karena ia tidak mau berlama lama bersama dengan Keenan, yang mana akan membuat Erva semakin tidak bisa meninggalkan Keenan.
__ADS_1
"Maaf, Mas dan Amira......"
"Mas dan dia sudah kembali lagi, dan menjalin hubungan kembali??"
Potong Erva cepat, rasanya ia sudah tidak tahan lagi untuk meninggalkan tempat ini.
"Maaf, Er...Mas masih mencintai dia...."
Deg....
Bagai ditusuk ribuan jarum panjang dan besar...hati Erva kian sakit setelah mendengar ucapan dari Keenan. Tega sekali Keenan mengatakan seperti itu.....apa dia tidak memiliki perasaan???
"Tapi, Mas juga mencintai kamu...."
Gubrak
Omong kosong apa lagi ini, gila dan memang gila!! bisa bisanya Keenan mengatakan seperti itu, mencintai dua orang sekaligus, dan menempati dua nama di dalam hati nya.
"Lalu??"
Erva menahan diri nya, ia tidak boleh terlihat lemah ataupun menyedihkan di depan Keenan, padahal...air mata nya sedari tadi sudah ingin keluar tapi masih bisa ditahan nya.....
"Hmm....katakan saja...jangan berbelit belit Mas, aku tidak suka...", tegas Erva lagi yang masih melihat ke arah Keenan dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
"Mas tidak bisa melepaskan kamu, tetapi juga tidak bisa meninggalkan Amira....Mas mencintai kamu dan juga masih mencintai Amira, dan Mas juga sudah berjanji dengan Mamahnya Amira, untuk menikah dan membahagiakan dia....."
Tes
Satu bulir bening keluar dari mata indah Erva, gadis cantik itu tidak bisa menahan air mata nya, sakit...sesak dan kecewa campur jadi satu...
Entah lah drama apa lagi yang harus Erva hadapi saat ini, sungguh....rasanya ia ingin menghilang beberapa waktu saja .. ataupun malahan sekalian tidak pernah kembali.
"Turuti saja permintaan Mamah nya Kak Amira, toh juga Mas dan dia sudah bersama kan?? Sudah kembali lagi, dan bahkan sudah menjalin hubungan tanpa sepengetahuan aku, dan juga tanpa mengakhirinya hubungan kita??"
Erva memejamkan matanya lagi, ia harus tegas mengambil keputusan. Tidak yakin kalau hanya semata mata karena janji Keenan saja kepada Orangtuanya Amira, tetapi...memang karena dalam hati Keenan masih ada nama Amira, dan bahkan dari dulu tidak pernah hilang nama itu dari dalam hatinya.
"Tapi Beb, Mas tidak mau kehilangan kamu, dan Mas tidak bisa melepaskan kamu...."
Entah mengapa, setelah bertemu dengan Erva, hati Keenan jadi tidak karuan seperti ini. Keputusan nya untuk mengakhiri hubungan nya dengan Erva tiba tiba tiba menjadi goyah ..
__ADS_1
"Kalau Mas tidak muat melepaskan aku, aku yang akan melepaskan Mas. Aku tau, aku hanyalah sebagai pelarian, pelarian di saat kamu lagi butuh sesuatu untuk hiburan sesaat, dan kini setelah kamu menemuka apa yang ada di dalam hati mu kembali....aku sendiri yang akan pergi...."
Keenan menggeleng.....ia tidak membayangkan akan seperti ini, dan sama sekali tidak mempermainkan perasaan Erva.
"Tapi cintaku padamu tulus Beb, dan Mas juga tidak mempermainkan kamu dan menganggap kamu sebagai pelarian..tidak seperti itu Beb....."
Bukan hanya Erva yang menangis , tetapi... Keenan juga. Laki laki itu tidak kuat dan tidak bisa melepas Erva, tetapi....
"Tidak seperti itu?? lalu seperti apa?? apa memang Mas sengaja janjian untuk bertemu dengan dia di sana???"
"Tidak!! Mas tidak sengaja sayank.... arhhhhhh....kenapa seperti ini!!", teriak Keenan.
"Sudahlah Mas, semua sudah jelas sekarang...kamu dan dia sudah kembali lagi ...itu berarti aku juga tidak akan berada di tengah tengah kalian lagi...."
"No Beb, aku tidak bisa. Berikan aku satu hari lagi untuk kembali menerung dan mengambil keputusan...", pinta Keenan dengan memelas.
"Lucu sekali...jelas saja Mas sudah berkhianat padaku, dan berselingkuh di belakang ku, dan lagi...apa yang mau Mas renungi lagi, tidak ada kan???"
"Maaf, Mas memang salah...."
Erva melihat jam di tangannya, dan rupa nya ia sudah lama berada di sini bersama dengan Keenan.
"Oke, aku punya satu pertanyaan lagi ... mungkin kalau Mas menjawab apa yang seperti aku mau, aku akan mempertimbangkan lagi ...."
"Katakan sayank....."
"Aku hanya ingin bertanya....Mas pilih aku atau dia?? dan juga...Mas lebih cinta aku atau dia???"
Jlebbb....
Meskipun Keenan sudah memiliki jawaban nya, tetapi...rasanya ia tidak sanggup untuk mengatakan nya pada Erva.
"Hmm aku sudah tau jawabannya Mas .. dan mulai saat ini, aku yang mengambil keputusan....."
Dengan air mata yang menetes di pipi nya , Erva melepaskan cincin dan juga kalung pemberian Keenan, dan untuk barang barang lainnya....ia akan kirimkan besok.
"Aku memutuskan hubungan kita, dan berbahagialah..."
Erva memberikan cincin dan juga kalung kepada Keenan, kemudian gadis itu pergi meninggalkan Keenan yang masih mematung di tempatnya, dengan matanya masih memandang punggung Erva yang kian menjauh...
__ADS_1