
"Pasangan pada umumnya??"
Tiba-tiba pertanyaan itu lolos saja di bibir Erva, padahal sedari tadi ia hanya membatin saja tanpa ingin mengucapkan nya, tetapi entah kenapa bibir nya ini tidak bisa dikondisikan.
"Iya, mau kan Beb?"
Mau mau....apa Keenan tidak memperdulikan lagi bagaimana hati Erva, seenaknya saja bilang mau. Dan apa itu Keenan sudah move on dari mantan tunangan nya???
"Beb??, beo Erva.
Ah malahan mengingatkan pada Romi, dia kan sering manggil aku begitu, batin Erva yang agak sedikit dongkol.
Bukan nya membantu menghilangkan perasaan nya kepada sang mantan, Keenan malahan membuat nya mengingat kembali....
Keenan tersenyum, ia meraih tangan Erva dan memegang nya, "Bukan nya nama kamu Ervania Beby Gunawan?? jadi enggak salah donk kalau aku manggilnya Beby.....", jawab Bara dengan yakin, tentu saja sorot mata yang tajam, berusaha untuk meyakinkan Erva.
"Ah iya, aku lupa Kak....."
Erva menepuk keningnya, hampir saja ia geer dengan panggilan Keenan kepada nya, dan ternyata... itu adalah nama nya sendiri....
"Tidak masalah, jadi gimana??"
"Gimana apanya?? aku juga belum ngerti apa yang kakak omongkan...."
Bukan nya pura pura, tetapi ..Erva memang tidak tau. Ia memang sudah mengenal cinta, tetapi....kalau kata kata yang berlibet seperti ini, Erva mana tau.
Dokter Keenan menghela nafas nya kasar, memang harus sabar untuk menghadapi abege seperti Erva, apalagi gadis itu baru saja patah hati....
"Pasangan pada umumnya...yah kita pacaran Beb...kakak sayang sama kamu...."
Entah mengapa kata kata sayang lolos saja dari mulut Keenan, ia yang sudah lama merindukan sosok wanita di samping nya, mendadak langsung mengatakan rasa sayang nya, entah itu sayang yang bagaimana...hanya Keenan yang tau.
__ADS_1
Dan dengan gampang juga, Keenan mengatakan sayangnya kepada Erva, bukan nya ia masih belum bisa move dari mantan nya, kok bisa???
Mendengar ucapan dari Keenan, Erva hanya bisa mengerjap ngerjapkan matanya, dan itu sukses membuat Keenan semakin terpesona dengan kecantikan gadis yang ada di depannya saat ini.
Dan Erva, untuk jawaban nya sendiri...ia belum bisa memutuskan....di samping ia yang juga belum tau perasaan nya bagaimana termuda Dokter Keenan, ia juga masih patah hati dan trauma untuk menjalin cinta lagi, dan juga...Erva merasa kalau dirinya hanya sebagai pelampiasan Keenan saja, mengingat Keenan yang masih belum move on dari mantan nya.
"Aku tidak tau Kak, yang jelas...satu yang aku tau.. entah mengapa aku nyaman jika di samping Kakak...."
Yah, Jujur....Erva tidak pungkiri lagi kalau ia begitu nyaman berada di dekat Dokter Keenan, tetapi mengapa....ia belum berani mengambil keputusan untuk melangkah , meskipun hanya satu langkah.....
"Aku tau...maka dari itu, mari kita sama sama jalanin semuanya ini, aku tidak memaksa kamu....tapi aku akan langsung mengikatmu...."...
Mengikat Erva dalam sebuah ikatan yang suci, itu adalah keinginan Keenan saat ini. Ia juga merasakan nyaman berada di samping Erva, gadis cantik yang baru saja di kenal nya.
"Mengikat ku??"
Lagi lagi Erva seperti orang bodoh saja, apa benar ia yang kebengeten bodohnya atau Dokter Keenan yang terlalu pintar bermain kata kata, hingga membuat Erva lagi lagi harus bertanya....
Gila!! berhubungan dengan laki laki dewasa apa memang seperti ini, yang tidak ada basa basi, kalau tidak sakit hati ya gini.... langsung ngajak nikah...
Dan jujur saja, kalau urusan nikah ...Erva sendiri belum kepikiran ke arah sana, di samping masih sekolah....ia juga masih ingin menikmati masa mudanya dulu, bermain bersama teman teman nya.
"Kakak ada ada saja, mana mungkin Kakak yang seorang Dokter terkenal mau menikahi bocil seperti aku ...."
.
"Nyatanya, aku nyaman sama kamu.....", jawab Keenan cepat..
Erva mengangguk, ia akhir nya paham dengan apa yang oleh Keenan, tapi ia bingung...apa orang dewasa secepat itu menyatakan sayang nya dan juga nyaman....
Erva mesin diam, ia bingung harus menjawab apa... memang...kalau dilihat lihat, Keenan itu laki laki yang sempurna, ganteng, pintar dan seorang Dokter pula, dan jangan tanyakan lagi tentang kekayaan nya .... meskipun ia tidak mempunyai Rumah Sakit sendiri, tetapi....Dokter Keenan berasal dari keluarga yang kaya raya.
__ADS_1
"Bagaimana Beby??"
Pertanyaan Keenan membuat Erva tersadar dari lamunan nya, dan ia yang belum memutuskan apa apa... akhirnya mengambil jalan tengah saja.
"Emm....gimana kalau kita jalanin saja dulu Kak, maksud aku....bukan nya aku menolak niat baik Kakak, tapi kan kita baru kenal, aku belum tau banyak tentang Kakak, begitu juga dengan Kakak yang belum tau banyak tentang aku.", ucap Erva pada akhirnya...
"Aku sudah tau banyak tentang kamu ..."
Erva terhenyak kaget, ia pun menggeleng pelan... bagaimana bisa laki laki itu tau segala nya. Erva memang tidak berpikir sejauh apa kekuasaan Keenan, karena ia tidak akan menelisik lebih jauh lagi.
"Kakak hanya tau kebaikan aku saja pastinya, tetapi...tidak dengan sikap buruk ku...."
Dokter Keenan terkekeh geli, ia tau kalau gadis cantik di depannya ini hanya mengukur waktu saja, dan mencoba untuk menolak nya, tetapi....tidak semudah itu.... Ervania.
"Baik buruk nya seseorang itu tergantung siapa yang melihat dan dengan siapa ia bersama, insyaallah...aku akan menerima kamu apa adanya, mau itu sifat baik mu ataupun sifat buruk kamu, aku akan tetap menerima nya...."
Dan ucapan inilah yang membuat seorang Ervania tersenyum, ia memang lemah jika di hadapkan dengan rayuan gombal dan juga kata kata yang manis.
"Jadi gimana??"
Keenan masih saja mengejar, sifatnya yang pemaksa dan tidak mau adanya penolakan itu keluar.
"Kita jalanin dulu saja Kak, kalau cocok kita bisa lanjut...kalau enggak ya kita memang hanya di takdir kan sebagai Dokter dan pasien saja.", jawab Erva pada akhirnya.
Kali ini, Ia tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan, ia belum mengenal lebih jauh lagi siapa Dokter Keenan, apalagi dengan masa lalu sang Dokter yang membuat ia sulit untuk menerima laki laki tampan itu.
"Tidak masalah, aku akan membuat kamu jatuh cinta padaku.....", ucap Keenan pada akhirnya.
Bukan nya ia mau mempermainkan perasaan Erva, tetapi...memang saat ini gadis cantik di depannya itu sudah membuat darahnya berdesir tak karuan, dan jantung nya berdetak sangat kencang.
Namun, Keenan sendiri belum yakin kalau ia mencintai Erva, karena di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, masih ada nama Amira di sana.
__ADS_1