Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Siapa Sebenarnya??


__ADS_3

Tidak ada percakapannya lagi...Erva memilih untuk mengambil ponsel dan bermain games... sesekali ia melirik ke arah Dokter Anjar yang sama sekali tidak berekspresi... tidak juga menoleh ke samping, ke arahnya...yang hanya menghadap ke depan.. fokus ke jalanan.


Sebenarnya suasana seperti ini tidak nyaman untuk Erva...ia yang terbiasa cerewet.. banyak omong dan suka bercerita..kini hanya diam. Mau ngomong....takut kalau. Dokter Anjar tidak menanggapi.. yang akhirnya seperti siaran televisi saja tanpa ada yang menonton nya.


Beda dengan dulu pas bersama dengan Dokter Keenan, ada ada saja yang diceritakan...dari mulai Erva sekolah, di sekolah ngapain saja... sampai pulang, semua tak luput dari cerita Erva dan Keenan dengan senang hati mendengar cerita itu.


Bahkan, Keenan juga suka bertanya tentang kegiatan Erva.. sebelum gadis itu bercerita lebih lanjut lagi.


Ah...kenapa malahan jadi ingat dia!!!!


Erva menepuk keningnya sendiri, mengapa ia malahan mengingat Keenan, setelah pertemuan nya tadi pagi


Bodoh kalau kamu masih mengingat nya Er...sadar...dia sudah nyakitin kamu...bukan berarti kalau dia sekarang duda...kamu mau balikan lagi dengan dia?? sadar Erva!!!


"Kenapa keningnya? pusing??"


Tanpa diduga.. ternyata diam diam Dokter Anjar memperhatikan Erva, ia tau kalau Erva diam tapi juga melihat ke arah nya, dan sekarang ...malahan menepuk keningnya.


"Eh...enggak Mas....ada nyamuk..."


Tidak mungkin juga Erva jujur dengan Dokter Anjar, kalau sebenarnya ia sedang melamun dan mengingat kembali kenangan yang dulu bersama dengan Keenan.


"Nyamuk?? masa' ada??"


Erva mengangguk, tanpa berani melihat ke arah Anjar yang masih bingung, bahkan laki laki itu juga melihat ke samping kiri nya dan sesekali ke belakang juga untuk memastikan kalau memang benar ada nyamuk di mobil nya.


Erva hanya diam, sesekali ia tersenyum kecil saat melihat kebodohan dari Dokter Anjar, yang bisa bisa nya malahan mencari di mana nyamuk nya berada.


"Fokus saja Mas, lagian aku sudah tepuk nyamuk nya...mati deh!!!"


Pengen rasanya Erva tertawa sekeras kerasnya, mana ada nyamuk di mobil mewah ini...jangankan nyamuk .. kotoran saja tidak berani menempel saking takutnya dengan pemilik mobil.

__ADS_1


"Oh...."


Dengan cepat Anjar mengalihkan pandangan matanya, dan kini fokus kembali ke depan. Memang ekspresi laki laki itu seperti itu, susah ditebak dan gampangan mood nya berubah.


Beruntung sekali Erva, dia adalah satu satunya perempuan yang bisa duduk satu mobil dengan Dokter Anjar yang sudah terkenal dingin seantero penjuru dunia....


Apalagi bisa ngobrol lama dan panjang dengan Dokter itu, rasanya pengen langsung syukuran saja.


"Makan seafood mau??"


Tumben bertanya, biasanya Anjar langsung saja memutuskan apa yang mau di makan... lagian ini adalah pertama kalinya Anjar mengajak makan seorang perempuan, kecuali dengan Mamahnya.


"Mau mau..aku mau Mas.."


Erva menjawab dengan sangat cepat..bahkan ia sudah membayangkan bagaimana rasa seafood yang sangat pedas.


Dokter Anjar yang mendengar jawaban dari Erva, melirik sekilas...ia menggelengkan kepalanya, ekspresi wajah Erva sangat lucu dan menggemaskan di matanya..tentu itu yang membuat daya tarik sendiri..hingga membuat seorang Dokter Anjar takluk dan luluh jika bersama dengan Erva.


"Tapi jangan pedas ..no Chilli.."


Langsung saja raut wajah Erva berubah seketika....di mana ia yang sudah membayangkan dengan rasa seafood yang sangat pedas, kini musnahlah sudah. Bahkan..yang tadinya sangat sumringah sekali...kini berubah... wajahnya ditekuk seketika.


"Sama saja bohong Mas ...mana nikmat makan seafood tanpa cabe..yang benar saja....", protes Erva.


Belum belum ia sudah kesal, bahkan tidak selera makan seafood kalau tidak pedas sama sekali.


"Mau masuk Rumah Sakit lagi???"


"Tentu saj tidak!!! tapi ya pedes dikit boleh lah Mas...kan ada Mas Dokter.. pasti ada penawar nya dan bawa obatnya....."


"Hmm...."

__ADS_1


Kesal!! tidak direspon malahan hanya deheman saja....padahal Erva sudah ngomong panjang dan lebar... berharap ada jawaban atau minimal tanggapan lah ..


Bukan tidak mau menjawab... Dokter Anjar memang sengaja membuat Erva kesal. Samas seperti tadi yang sudah ditipu mentah mentah oleh Erva...memang ada nyamuk?? dan apa Dokter Anjar percaya?? tentu saja tidak..hanya saja Anjar ingin melihat sejauh mana Erva mempermainkan nya....dan sekarang impas...sama sama keselnya.


Tidak terasa, tanpa obrolan yang jelas ..mobil Dokter Anjar sudah sampai di parkiran sebuah restoran seafood yang terkenal dan mahal di kota ini. Tentu saja Erva melongo...ia yang memang anak orang kaya belum pernah ke tempat ini,. bukan nya enggak kuat bayar...atau pelit mengeluarkan uang ... tetapi.. selalu saja tidak kebagian tempat ketika mau ke sini. Sudah pesan jauh jauh hari saja tetap tidak dapat, hingga akhir nya jengkel dan malas kesini lagi.


"Mas ini kan??"


"Cepat keluar...atau tidak dapat tempat !!"


Erva segera membuka sabuk pengaman nya, ia tidak mau kalau gagal makan di tempat yang mewah ini...sudah sampai di sini pula..apalagi kalau harus pindah tempat...sudah enggak kuat perutnya menahan lapar.. cacing cacing berontak untuk minta makan.


Dan lagi, Erva ingin tau ..apa Dokter Anjar bisa mendapatkan tempat di sana.... mengingat banyak nya mobil yang parkir dan bisa di pastikan kalau sudah tidak ada tempat.


Erva keluar, Dokter Anjar pun juga ikut keluar. Mereka berjalan berdampingan tetapi tidak dengan gandengan tangan.


"Siang Dokter."


Dokter Anjar hanya mengangguk, tanpa ekspresi apalagi senyuman..datar dan dingin seperti es batu yang tidak bisa dicairkan meskipun sudah di panaskan.


Sedangkan Erva melongo, ia tidak menyangka kalau pelayan di restoran ini kenal dengan Dokter Anjar, bahkan seperti nya sangat akrab.


Tidak perlu ke kasir untuk memesan tempat atau memastikan di mana pesanannya berada, Dokter Anjar dengan berjalan lurus tanpa menoleh..langsung saja menuju ke tempat yang paling favorit, paling nyaman dan paling spesial...tentu saja juga paling mahal.


Erva menggeleng, ia tidak percaya dengan apa yang dilihat...ia berada di restoran yang terkenal dan berada di tempat yang istimewa...


"Sudah aku pesankan, tinggal menunggu saja beberapa menit lagi..."


Anjar seakan akan tau arah mata Erva memandang, sekali melihat keindahan sekitar...Erva juga mencari pelayan untuk memesan makanan dan minuman.


"Oh ...."

__ADS_1


Tidak bisa berkata kata lagi...Erva hanya mampir ber oh saja....dan pastinya bertanya tanya dalam hati, siapa sebenarnya Anjar?? bukan hanya seorang Dokter saja, tetapi....ada sesuatu yang membuat Anjar itu berbeda dan lebih dari sekedar Dokter saja.


Apalagi dengan segala kemudahan mendapatkan tempat ini, semakin penasaran saja... siapa Anjar...dan mengapa bisa begitu mudah memesan tempat ini padahal ia saja tidak pernah mendapatkan.


__ADS_2