Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Rencana Lamaran


__ADS_3

Keenan membawa Erva ke sebuah taman, di mana taman itu kebetulan sepi dari pengunjung. Tangan Keenan menggenggam tangan Erva dan membawa nya duduk di sebuah bangku.


"Sini Beb, duduk..."


Keenan menepuk tempat duduk di samping nya, meminta Erva untuk duduk di sana.


Erva mengangguk, tersenyum dan duduk di samping Keenan. Tentu saja, ia sangat penasaran dengan apa yang akan di bicarakan oleh Keenan.


"Sayank.... bagaimana perasaan kamu ke kakak??"


Sebagai laki laki dewasa, Keenan tidak mau basa basi, bukan juga ingin terburu-buru untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi yang halal, dan tidak membuat dosa, itu semua...karena Keenan trauma dengan kisah cinta nya yang dahulu.


"Nyaman...."


Jawaban Erva membuka Keenan gemas dan ingin mencium bibir Erva saat itu juga, ditanya perasaan nya bagaimana jawabannya apa..


"Hanya nyaman?? cinta enggak sama Kakak??"


Nyaman saja rasanya Keenan tidak puas dengan jawaban Erva, dan apakah memang hanya itu saja, tidak ada yang lainnya??


"Cinta, kalau enggak ngapain aku mau jalan sama Kakak, tiap hari dan juga mau dicium sama Kakak..."

__ADS_1


Lagi lagi, abege yang satu ini memang sangat menggemaskan, saking polosnya sampai sampai ciuman saja di bicarakan.


"Jadi....kamu sudah mencintai Kakak??", Erva mengangguk malu malu, tetapi memang nyatanya seperti itu.


"Alhamdulillah...I love U sayank, Kakak juga sangat mencintai kamu...."...


Tidak ada hari yang lebih indah dibandingkan dengan hari ini, hari di mana mereka sama sama menyatakan cintanya.


Keenan yang sangat bahagia, mengambil sesuatu dari saku nya, dan memberikan kotak berwarna pink itu untuk Erva.


"Kak....."


Dalam hal ini, Erva tidak bodoh.. Meskipun ia belum pernah mendapatkan hadiah seperti ini, tetapi...ia tau apa yang ada di dalam nya, karena seringnya nonton drama Korea romantis, dan Keenan juga tidak kalah romantis nya dengan aktor idola Erva.


Sengaja Keenan tidak membuka nya, dan meminta Erva untuk membuka dan melihat nya sendiri..


"Kak, ini....??"


Erva paham betul dengan apa yang dilihat nya dan memang tidak sembarang orang memberikan cincin.


"Iya, Kakak ingin melamar kamu dan meminta kamu untuk menjadi istri Kakak, kamu mau kan??"

__ADS_1


Melamar?? istri?? sungguh diusia yang belum genap tujuh belas tahun Erva sudah dilamar oleh laki laki tampan yang menjadi idola wanita wanita diluar sana., apalagi menikahi?? oh tidak!!! rasanya Erva masih tidak begitu percaya.


Erva tidak menjawab, bukan tidak mau tetapi bingung harus menjawab apa dan bagaimana. Oke, kalau tunangan saja, mungkin ia mau dan bisa, tetapi .. menikah?? apa ia bisa membina rumah tangga dengan umur yang masih sangat muda.


"Aku bingung Kak...."


.Hanya itu jawaban yang keluar dari bibir Erva, jujur saja. .ia ingin bilang mau, tetapi... bagaimana dengan kedua orang tua nya dan juga orang tua Keenan??


"Kenapa?? kamu meragukan cinta Kakak??"


"Bukan begitu, hanya saja... bagaimana dengan kedua orang tua Kakak?? apa mereka setuju??"


Keenan mengangguk, "Kamu sudah pernah bertemu dengan Papi dan Mami Kakak kan?? Dan Kakak sudah mengatakan semuanya, dan beliau setuju...."


Erva masih diam, kalau kedua orang tua Keenan setuju, bagaimana dengan orang tuanya???


"Tetapi???"


Shutttt


Keenan menempelkan jari telunjuk nya di bibir Erva, "Besok malam, kedua orang tua Kakak akan datang ke rumah kamu, dan secara resmi akan melamar dan membicarakan tentang pernikahan kita...."

__ADS_1


Deg


Erva hanya bisa melongo, mau tidak percaya tetapi.. nyatanya Keenan sudah membuat nya percaya, Apalagi laki laki itu sudah berencana ingin membawa kedua orang tuanya ke rumah besok.


__ADS_2