
Kedua laki laki itu saling pandang, antara Keenan dan Anjar tidak ada yang saling mengalah, bahkan mereka pun semakin dekat dengan tangan ke-dua nya yang terkepal.
Keenan, ia tidak percaya kalau Erva bisa secepat itu melupakan nya, hanya dalam waktu satu tahun saja. Rasanya tidak semudah itu....
Dan Keenan sangat yakin kalau di dalam hati Erva masih ada namanya, dan ia akan berusaha lebih keras lagi untuk bisa mendapatkan hati Erva kembali.
Sedangkan Anjar, entahlah...ia memang tidak ada hubungan apa apa dengan Erva, selain sebagai pasien dan Dokter.
Tetapi, rasanya ... tidak ingin dan dan tidak rela kalau Erva jatuh ditangan Dokter Keenan yang jelas jelas sudah mempunyai istri.
Bahkan sampai saat ini, Anjar tidak tau ada hubungan apa diantara Erva dan Keenan, dan kejadian ini membuat dirinya semakin penasaran saja.
"Biarkan Erva yang pilih, dia ingin dirawat di mana...", ucap Mona yang tiba tiba datang ke ruangan Erva, ia sudah menduga kalau akan terjadi seperti ini, dan. ternyata juga benar.
Akhirnya, daripada terjadi keributan di Rumah Sakit ini . Dengan cepat Mona mengatakan kalau diantar Anjar dan Keenan harus mengalah salah satu, dan ditentukan oleh Erva.
"Mon....."
Erva kaget, sahabat nya kenapa tiba tiba datang...dan juga lagi lagi ia terselamatkan karena kedatangan Mona.
"Tenang Er.... daripada mereka berdua pada rebutan Lo, mendingan Lo pilih saja salah satu, dan gue harap Lo enggak salah pilih...."
Yah, Mona berharap kalau Erva akan memilih Anjar, bukan memilih dalam artian sebenarnya, tetapi tentang perawatan Erva tentu nya, dan jika Erva pilih Anjar.....Mona juga sangat setuju.
"Aku di sini saja Kak,...maaf....", ucap Erva pada akhirnya.
Tidak ada keraguan dsn pikir pikir dulu, bahkan tutur kata Erva juga halus, supaya Keenan tidak tersinggung. Erva pun mengganti panggilan nya, rasanya sudah tidak pantas untuk dirinya memanggil Keenan dengan sebutan Mas, karena diantara ia dan Keenan sudah tidak ada hubungan lagi.
"Tapi Er, semua data data pribadi kamu...sudah Mas simpan, dan Mas lah yang tau riwayat penyakit kamu....."
Dokter Keenan tidak mau menyerah, ia akan membawa Erva dan merawat nya, ia akan menebus semua kesalahan yang sudah dilakukan pada Erva, dengan merawat dan memperhatikan kesehatan Erva dan juga akan mengembalikan kepercayaan dan cinta Erva pada nya.
"Saya sebagai Dokter juga bisa melakukannya, dan sebaiknya Anda keluar Dokter Keenan, Erva harus istirahat..."
Entah mengapa hati Dokter Anjar berbunga-bunga setelah mendapatkan jawaban dari Erva, yang masih bersedia tinggal di sini, padahal...ia dan Erva juga tidak ada hubungan yang spesial saat ini.
"Mas Anjar benar, sebaiknya Kakak pulang....kasihan Kak Amira menunggu di rumah...."
__ADS_1
Erva masih menyangka kalau hubungan Dokter Keenan dengan istrinya baik baik saja, tetapi kenyataannya....
"Tapi Er ...."
Erva menggeleng, ia tidak mau kalau Keenan ada di sini, dengan statusnya yang menjadi suami orang. Gadis itu langsung melihat ke arah Anjar, dan sekali lagi meminta bantuan untuk mengusir Keenan secara halus.
"Mas bantu selimuti kamu...."
Anjar paham dengan maksud Erva, ia pun segera mendekati Erva dan menarik selimut, menata banyak dan juga kasur supaya lebih nyaman tentunya.
Cup
"Selamat istirahat...."
Kenapa beda?? astaga....
Satu ciuman mandi mendarat di kening Erva, ini adalah kedua kalinya Anjar mencium nya, tetapi.. kenapa yang ini rasanya beda???
Erva kaget, mau mendorong Anjar yang sudah lancang mencium nya, tetapi.... ia ingat kalau ada Keenan dan ini adalah bagian dari rencana nya.
Gadis itu hanya tersenyum dan mengangguk, kemudian melirik sekilas ke arah Keenan yang sudah berubah ekspresi nya.
Dengan perasaan jengkel melihat pemandangan yang tidak mengenakkan di mata nya, Keenan akhirnya keluar dari ruangan Erva
Tidak tahan dengan kemesraan yang ditunjuk Anjar pada mantan kekasihnya, ia memilih untuk meninggalkan Erva dan akan kembali besok lagi.
...****...
"Ehem....orang nya sudah pergi, adegan romantis nya udahan deh...bikin baper saja..."
Mona seperti jadi obat nyamuk saja, sedari tadi ia melihat Anjar yang tidak berkedip melihat Erva, begitu juga dengan Erva yang masih betah melihat wajah tampan Anjar dengan jarak yang sangat dekat.
"Astaghfirullah....maaf Dokter...."
Sadar dengan apa yang dilakukan nya, Erva jadi salah tingkah sendiri.. gadis itu buru buru membuka selimut dan duduk kembali, karena sejatinya ia tidak ngantuk dan tidak ingin tidur.
"Tidak masalah, kenapa bangun?? bukannya ini waktunya istirahat??"
__ADS_1
Sesuatu yang wow sekali, tidak pernah Anjar melakukan ini pada pasien nya, jangan mana meminta untuk istirahat, perhatian yang berlebihan seperti ini juga tidak pernah ia lakukan.
"Aku tidak ingin tidur Dok, capek...."
"Harus banyak istirahat, katanya mau cepat pulang ...atau jangan jangan sengaja ingin lama lama di sini???"
Erva menggeleng, lama lama di sini?? ya enggak mau lah ..apalagi dengan Dokter Anjar yang dingin, cuek dan juga jutek ..eh tapi....
Kenapa hari ini manis sekali??? tidak cuek dan jutek....aduh ...kamu mikir apa Erva???
"Tidak mau lah, masa' mau sakit terus...."
Bukan sakit Erva, kamu di sini temenin aku...masa' enggak paham paham...
"Bukan begitu maksudnya..."
"Maaf ya Dok, yang tadi. ..tapi terimakasih kerjasama nya.."
Erva cepat cepat memotong ucapan Anjar, ia tidak enak dengan kejadian tadi yang meminta Anjar untuk membantu nya.
"Tidak masalah, kalau butuh apa apa...aku siap bantu kamu...."
Tatapan mata Anjar mengarah pada Erva yang membuat gadis itu langsung menunduk malu...
"Ya sudah kalau begitu....aku permisi ya.... istirahat saja..."
"Iya Dokter......", jawab Erva yang merasa canggung dengan apa yang dilakukan nya, apalagi dengan Dokter Anjar yang orangnya seperti itu.
"Jangan panggil Dokter... panggil seperti tadi saja, aku suka....", bisik Anjar.
Laki laki itu langsung meninggalkan Erva, setelah membisikkan kata kata yang membuat Erva menggeleng.
Suka?? maksud nya apa?? suka yang bagaimana????
Sepanjang jalan menuju ke ruangan pribadi nya, Anjar tersenyum.. bahkan sampai sampai membuat perawat dan beberapa Dokter yang berpapasan dengan nya kaget, tidak percaya kalau itu adalah Dokter Anjar, yang dingin dan tidak pernah senyum.
Ada apa dengan ku??? kenapa gadis itu namaku membuat hatiku porak poranda?? dan gelisah seperti ini?? padahal...dia hanya biasa bisa saja, aku bahkan tidak atau belum menemukan bagaimana istimewa nya gadis itu, tetapi... entahlah...dari sekian wanita yang mendekati ku, hanya dia yang paling spesial...dan hanya dia yang tidak tertarik padaku...
__ADS_1
Oh Tuhan ... apa memang dia jodohku???