Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Mau Di Bawa Ke Mana


__ADS_3

Di dalam kantin Keenan tersenyum penuh kemenangan ia tahu jika ancaman yang diberikan kepada Erva itu pasti akan mempan karena Keenan yakin Erva sangat menyayangi Maminya seperti Maminya yang begitu sayang dengan Erva.


Keenan terus saja melihat ke ponselnya tentunya menunggu balasan dari Erva tetapi saya sekali tidak ada balasan pun dari Erva namun Keenan yakin jika Erva sudah berjalan menuju ke sini.


Dan benar apa yang dipikirkan oleh Keenan tentu saja benar ia bisa melihat Erva dari jauh-jauh dan perempuan cantik itu menuju ke kantin tentunya untuk menemui dirinya yang saat ini memang berharap banyak dengan Erva.


"Kamu sudah gila menemui aku di sini?"


Erva langsung saja menghampiri Keenan,.ia dianggap tidak sopan tidak masalah yang penting ia memang jengkel dan emosi dengan laki-laki yang ada di depannya saat ini.


"Kalau iya kenapa? duduk beb jangan marah-marah.. kita sarapan bareng."


"Terima kasih, tetapi aku sudah sarapan kalau kamu mau sarapan sarapan saja."


Sama sekali Erva tidak perlu berbasa basi lagi atau berkata manis di depan Keenan karena Erva tahu pasti laki-laki di depannya saat ini itu modus saja dan ingin minta ditemani sarapan


"Galak banget, tapi aku suka."


"Mendingan kakak diem deh, kalau mau sarapan sarapan saja aku tidak banyak waktu lagi, lima belas menit aku harus masuk ke kelas."


Erva melihat jam yang melingkar di tangannya tentu saja untuk kali ini ia tidak berbohong karena sebentar lagi ia harus masuk kelas mengikuti mata kuliah di jam pertama.

__ADS_1


"Tidak masalah, lima belas menit cukup untuk aku ngobrol dengan kamu."


"Kamu mau ngobrol apa sih kak, bukannya tadi sore kita sudah ngobrol dan pastinya apapun yang kamu katakan jawabanku adalah tidak."


Seperti tahu saja apa yang akan dikatakan Keenan nanti hingga Erva sudah memutuskan jawaban yang akan diberikan meskipun pertanyaannya berulang-ulang bahkan 1 juta kali pertanyaan itu diucapkan oleh Keenan dan Erba tetap menjawab dengan satu kata, tidak ... jika itu menyangkut tentang dirinya dan juga Keenan maupun Anjar.


"Gimana ya beb, sebenarnya aku berat untuk bertunangan nanti malam, ingin rasanya aku tidak datang saja di acara itu."


"Jangan gila, bukannya kamu sudah menyetujuinya dan pastinya kalau kamu membatalkan pertunangan nanti malam ya kasihan adalah Tante Arin."


"Sepertinya kamu kasihan dengan Mami tetapi bagaimana dengan aku? apa kamu tidak kasihan dengan aku beb?"


"Demi kebaikan aku? kebaikan aku yang mana ... karena aku menjalani ini semua demi Mami bukan demi aku dan pastinya kamu tahu sendiri aku tidak mencintai gadis itu, jangankan mencintai ada sedikit rasa pun tidak bahkan aku tidak sudi untuk melihat wajahnya."


"Sekarang aja bilangnya tidak sudi, kakak tidak tahu ke depannya nanti bagaimana bisa jadi dari benci nanti jadi cinta."


"Tidak mungkin, aku tidak akan mungkin jatuh cinta dengan dia karena di hatiku hanya ada kamu."


Mulai dah mulai kalau sudah seperti ini Erva lebih baik diam karena obrolannya sudah kemana-mana nantinya.


Ia lebih tertarik dan lebih menanggapi jika Keenan cerita hal yang lainnya saja meskipun cerita Keenan itu seputar pertunangannya nanti malam tetapi tidak masalah yang penting tidak menyangkut dirinya dan juga suaminya.

__ADS_1


Dan pasti kalau sudah menyangkut dirinya dan juga Anjar ujung-ujungnya Keenan meminta untuk Erva meninggalkan Anjar dan kembali lagi padanya.


"Jangan mulai lagi deh, meskipun kenyataan begitu tetapi kamu harus sadar kak .. aku sekarang tidak menjadi milikmu lagi dan aku sudah mempunyai kehidupan baru dengan laki-laki lain tentu saja kamu pun tahu bagaimana sayang dan cintanya suamiku padaku dan aku pun juga begitu."


"Aku tidak percaya dan juga tidak yakin jika mau kamu mencintai Anjar karena aku yakin kamu masih mencintaiku."


Selalu begitu setiap mereka bertemu yang dibahas hanya Keenan dan juga Erva dan pastinya Keenan tidak mau tahu bagaimana besarnya rasa cinta Anjar ke ervya begitu juga sebaliknya yang Keenan tahu jika Erva hanya pura-pura mencintai Anjar saja dan di dalam hati Erva masih ada nama Keenan di sana.


"Aku rasa obrolan kita sudah selesai dan aku harus masuk ke dalam kelas dan jangan memalukan TanteĀ  Arin nanti malam, aku yakin pasti kakak masih punya hati. Satu lagi, berusaha untuk mencintai perempuan itu karena aku juga yakin bahwa dia adalah perempuan yang baik-baik dan jangan pernah mengharapkan aku, aku sudah katakan ini berulang kali kak kalau kakak masih begini terus aku tidak akan pernah mau bicara lagi dengan kamu dan aku pastikan akan menutup semua akses untuk kita bisa ngobrol lagi nantinya."


Erva langsung saja meninggalkan Keenan, sudah tidak ada gunanya lagi yang ngobrol dengan Keenan yang pastinya sampai kapanpun jika kalian tetap membahas tentang masa lalunya itu tidak akan pernah akan berhenti.


"Tapi beb, asal kamu tahu di dalam hatiku masih ada nama kamu meskipun nanti malam aku bertunangan dengan dia tetapi hanya nama kamu saja yang ada di sini bahkan jika sampai aku menikah, aku tidak akan pernah bahagia jika tidak dengan kamu." teriak Keenan kencang dan tentu saja itu membuat Erva menghentikan langkahnya tetapi perempuan cantik itu hanya berhenti saja dan tidak menoleh apalagi menghampiri Keenan.


Untung saja keadaan kantin masih sepi yang ada hanya Erva, Keenan dan juga pemilik kantin itu jika tidak maka habislah Erva pagi ini pastinya semua orang akan membicarakan tentang dirinya meskipun mereka sudah pada tahu jika Erva adalah mantan tunangan dari Dokter Keenan tetapi statusnya saat ini adalah Erva itu sudah menjadi istri dari Dokter Anjar dan juga Dokter Keenan yang akan bertunangan nanti malam, semuanya sudah tersebar di mana-mana.


Tidak mendapatkan tanggapan dari Erva karena hanya melihat Erva menjauhinya kemudian ia menghilangkan kepalanya.


Haruskah aku menerima kenyataan saat ini jika aku sudah tidak punya harapan lagi untuk bersama dengan Erva? Tetapi aku pun juga tidak bisa untuk menolak apa keinginan Mami terlebih lagi jika aku harus membatalkan acara pertunangan itu.


Setelah Erva tidak terlihat lagi Keenan langsung saja meninggalkan kantin itu entahlah pikiran Keenan saat ini kacau, sama kacaunya dengan melihat Erva menikah dengan Dokter Anjar beberapa waktu yang lalu dan pastinya ia sendiri tidak yakin mau dibawa ke mana pertunangan dengan Kinara nantinya yang pasti ia dan Kinara sudah sepakat kalau ini hanya pertunangan saja, kalau untuk menikah masih ada banyak seribu satu macam cara untuk menolaknya.

__ADS_1


__ADS_2