Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Diam


__ADS_3

Masih dengan rasa penasaran nya, Keenan siang ini makan dengan gelisah, biasanya ia tidak seperti itu.... tetapi... entah kenapa ada perasaan yang aneh yang menyelimuti hati Keenan saat ini, tentu nya setelah bertemu dengan Amira, sang mantan terindah nya.


"Makan Keen, satu jam lagi sudah mulai lagi, dan kemungkinan nanti sampai sore."


Asisten yang berkedok sahabat itu melihat Keenan yang saat ini sedang memikirkan sesuatu, tetapi Dimas saat tidak tau apa yang sedang dipikirkannya Keenan, atau membuat Keenan seperti ini.


"Iya, gue masih ingat jadwal nya...", ucap Keenan datar.


Dan ia mulai kembali menyendokkan makanannya, agar Dimas tidak curiga dengan apa yang dipikirkan nya .


"Oh ya Keen, nanti malam gue mau ke club, ikut???"


Dimas memang bukan lah laki laki baik baik, dia memang kerap pergi ke club malam dan menghabiskan waktunya di sana, bukan hanya itu saja...laki laki itu juga tak segan segan bermalam dengan wanita malam yang sudah di bayar untuk menghangatkan ranjang nya.


Yah, Dimas memang brengseekkk...tetapi ia melakukan itu atas dasar saling menguntungkan, just have fun...bukan karena saling cinta, dan setelah dipakai... ditinggalkan begitu saja, dan itu tidak masalah....


Keenan menggeleng, bukan nya ia sok suci .. tetapi sudah menjadi kebiasaan Dimas setelah dari club langsung ngamar dan itu yang tidak di sukai dari Dimas selama ini.


"No, pergilah...tapi jangan lupa besok pagi tidak boleh telat...."


Hanya itu yang bisa Keenan ucapkan, bukan baru kali ini saja.... tetapi sudah berkali kali saat Keenan tidak membutuhkan bantuan Dimas lagi...


"Beres Keen, Lo tau gue kan??"


Keenan mengangguk lagi, memang Dimas bisa membagi waktu antara pribadi dan pekerjaan nya, dan itu sukses ia lakoni selama ini


Apa nanti malam aku balik ke sini untuk menyelidiki kalau yang aku lihat tadi memang Amira???


Terbesit di pikiran Keenan saat ini, untuk kembali ke Rumah Sakit di mana ia tadi melihat Amir, tujuan adalah memastikan kalau yang dilihat nya adalah benar, bukan hanya angan angan saja.


Tidak ada yang dibicarakan lagi, meskipun Dimas melihat gelagat yang aneh dari Keenan, tetapi..ia belum bisa memastikan itu apa.

__ADS_1


...****...


Acara seminar hari ini selesai, dan Dokter Keenan beserta Dimas dan lainnya meninggalkan ruangan.


Sembari berjalan, mata Keenan terus memperhatikan sekitar...di mana ia bisa melihat lagi Amira, tetapi sayang sekali...tidak ia temui dan malah membuat Dimas semakin curiga saja.


"Lo lihat apa Keen??", tanya Dimas memastikan.


Untuk kali ini, ia sudah tidak tahan lagi dengan gelagat aneh dari sahabat nya yang sejak tadi membuat nya berpikir ulang.


"Gue tadi siang seperti lihat Amira di sini."


Mau tidak mau Keenan menceritakan tentang Amira pada Dimas, karena cepat atau lambat... sahabat nya itu pasti akan mengetahui nya


"What??? Amira??"


Dimas menggelengkan kepala nya, ia tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Keenan barusan, apalagi melihat nya di Rumah Sakit, sementara Amira tidak mengambil jurusan uang berhubungan dengan kesehatan.


Tetapi, Dimas tidak pungkiri kalau akan menemukan bahkan melihat Amira di sini, karena dari informasi terakhir...Amira memang berada di negara ini, tetapi... Jerman kan luas...apa benar Amira ada di sini?? dan yang dilihat Keenan tadi adalah Amira???


Padahal jelas jelas sekali, tadi Keenan melihat Amira masuk ke sebuah ruang inap... tetapi..ia tidak mungkin mengatakan itu kepada Dimas, selama belum jelas kebenarannya.


"Mungkin dia bukan Amira bro!!", ucap Dimas dengan menepuk pundak Keenan, berusaha menyadarkan sahabatnya yang masih saja melihat ke segala arah.


"Yah, mungkin saja gue salah melihat nya..."


Merasa sudah lelah, kedua laki-laki itu akhirnya meninggalkan Rumah Sakit dan masuk ke dalam mobil, dengan pikirannya masing masing, yang entahlah .. antara Keenan dan Dimas saat ini sama sama berpikir.


Hingga mobil mereka sudah sampai di depan hotel tempat nya menginap selama berada di Jerman.


"Gue langsung cabut ya bro!! sudah di tungguin...", ucap Dimas yang melihat ponsel ditangannya, rupanya kenalan nya sudah menunggu ditempat yang sudah di janjikan.

__ADS_1


"Oke, tapi jangan lupa, besok pagi jangan telat.",


Keenan mengingatkan lagi , ia tidak mau gara gara kelakuan Dimas yang bermain wanita, semua pekerjaan jadi berantakan.


"Sip lah, gue profesional...", jawab Dimas yakin, karena memang selama ini ia tidak pernah kacau meskipun malam nya mabuk dan bermalam dengan wanita pilihan nya.


"Baguslah!!!"


Keenan meraih gagang pintu mobil, tetapi dengan cepat Dimas memanggil nya.


"Keen, kalau seandainya yang Lo lihat tadi adalah Amira, apa yang akan Lo lakukan???"


Pertanyaan yang sedari tadi ingin Dimas tanyakan, tetapi....belum sempat ia ucapkan. Dan entah kenapa saat ini ia mempunyai keberanian untuk bertanya pada Keenan.


Keenan menutup kembali pintu yang sempat di buka nya sedikit, kemudian menarik nafas nya dalam dalam.


"Gue tidak tau!!", ucap Keenan tanpa melihat ke arah Dimas, ia juga menyandarkan punggungnya di kursi mobil.


"Tidak tau?? jangan bilang lo mau balikan lagi dengan dia??? lalu gimana dengan Erva???"


Dimas sedikit kaget, sama sekali ia tidak menyangka kalau Keenan akan mengatakan seperti itu, tidak tau...yah...itu sama saja saat ini masih ada Amira di dalam hati Keenan, dan siap menggoyahkan apa yang sudah ada sebelum, termasuk kedatangan Erva yang kini berstatus sebagai tunangan Keenan.


Keenan diam saja, ia tidak bisa menjawab apapun juga. Memang ia akui... sejak melihat wanita yang ia yakini sebagai Amira, hati Keenan mendadaknya oleng, bahkan sama sekali tidak memikirkan tentang Erva... entahlah...tidak di pungkiri juga kalau di dalam lubuk hati Keenan yang paling dalam, ia masih memendam cinta untuk Amira.


Melihat ekspresi Keenan yang hanya diam saja, itu sudah membuka Dinas tau kalau sebentar lagi akan ada drama yang cukup panjang, bahkan ada adegan pembohongan dan saling menyakiti...


"Gue tau, Lo adalah laki laki yang pintar dan cerdas, dan bisa berpikir jernih tanpa menyakiti hati seseorang .."


"Dan ingatlah!! Lo saat ini adalah tunangan Erva, dan kisah cinta Lo dengan Amira sudah selesai, sudah usai..."


Lanjut Dimas lagi, ia sudah tidak bisa berkata kata apa apa lagi, meski tidak yakin juga kalau Keenan akan meninggalkan Erva.

__ADS_1


"Gue keluar ya, have fun...."


Tidak ada kata kata yang keluar dari Keenan, dari tadi hingga ia keluar dari mobil...dan Dimas, hanya menatap kepergian Keenan dengan menggelengkan kepalanya, ia yang akan menghajar Keenan kalau berani menyakiti hati wanita.


__ADS_2