
Meskipun Erva sendiri juga takut tetapi ia berusaha untuk berpikir positif supaya dirinya tidak begitu ketakutan jika menghadapi Dokter Keenan.
Awalnya meminta Mona untuk menghubungi suaminya tetapi akhirnya ia urungkan kalau dirinya sendiri yang menghubungi Anjar, dan mengabarkan kalau sudah selesai kuliah dan juga mengabarkan kalau saat ini dokter Keenan berada di kampusnya.
Bukan membuat suaminya panik tetapi sepertinya memang Erva perlu kedatangan suaminya di sini. Erva juga tidak mau membuat Anjar khawatir ataupun nanti membuat Anjar berpikiran yang tidak tidak dengan dirinya yang masih bertemu dengan dokter Keenan.
"Bagaimana kamu sudah menghubungi Dokter Anjar?"
Sepertinya yang terlalu ketakutan di sini adalah Mona tentu saja ia takut jika terjadi sesuatu kepada sahabatnya itu dan pastinya sebelum mendapat jawaban dari suami Erva, Mona tidak berani untuk melangkahkan kakinya menuju ke mobil, biarlah dokter Keenan melihat Erva dari jarak jauh karena sepertinya memang aman seperti itu.
"Sudah OTW ke sini, yuk ke sana aku tahu dokter Keenan pasti ingin mengucapkan sesuatu padaku dan juga pastinya dia juga sudah tahu berita kehamilanku."
Mau tidak mau Mona mengikuti kemana langkah kaki Erva yang saat ini sudah berjalan lebih dulu untuk menuju ke mobilnya yang pastinya di sana masih ada dokter Keenan yang tersenyum manis ke arah Erva.
"Kakak sedang menunggu seseorang?"
Tanya Erva basa-basi sepertinya memang begitu karena Erva tidak mau GR jika dokter Keenan ke sini bukan untuk menunggunya tetapi mungkin ada kepentingan lain lagi di kampus ini.
"Iya nungguin kamu, beb."
__ADS_1
"Nungguin aku?ada apa masalah dengan Kinara? aku belum bertemu lagi dengan calon istrinya Kak Ken dan pastinya jangan khawatir soal Kinara, aku pasti akan membujuknya supaya mau menikah dengan kak Ken, Kakak tenang saja."
Meskipun Erva paham kedatangan Keenan kali ini ke sini untuk menemuinya dan pastinya bukan membahas soal Kinara tetapi membahas tentang dirinya dan juga Keenan, dan sampai Erva bosan karena itu itu saja yang dibicarakan oleh Keenan yang membuat Erva hafal tetapi Erva sengaja mengalihkan pembicaraan dan menyangkut pautkan nama Kinara di sini.
"Bukan,nbahkan aku tidak peduli dengan gadis itu mau dia mau menikah denganku atau tidak, aku tidak peduli bahkan lebih baik jika kami tidak jadi menikah dan pastinya itu tidak akan terjadi karena kalau itu sampai terjadi aku akan membatalkan pernikahan itu dan akan kabur di hari pernikahan itu."
Ya kalau rencananya untuk menggagalkan pernikahannya nanti gagal pastinya dokter Keenan akan membuat rencana baru dan ia akan kabur pas hari H pernikahannya dengan Kinara jika itu sampai terjadi.
Erva hanya menggelengkan kepalanya, kali ini ia tidak boleh emosi karena ada janin yang ada di dalam kandungannya dan pastinya harus ia jaga.
"Ya sudah kalau begitu aku mau pulang Kak dan mau nebeng Mona, bisa kakak pergi dari situ?"
Dirasa memang sudah tidak ada yang dibicarakan lagi dan kalau mungkin ada, pastinya dokter Keenan juga akan membicarakan tentang hubungannya dengan dokter Keenan lagi dan pastinya itu akan membuang waktu yang sangat sia sia.
"Maaf Kak kali ini aku tidak bisa aku harus banyak-banyak istirahat karena aku capek."
"Kenapa, karena kamu hamil?. Aku tidak tahu apakah aku harus memberikan ucapan selamat itu kepada kamu atau tidak yang pastinya Aku sedih mendengar berita kehamilan itu."
Aneh sekali di mana-mana orang ketika mendengar berita kehamilan untuk bahagia tetapi tidak dengan Dokter Keenan karena dokter Keenan berpikir jika Erva hamil pastinya untuk sulit sekali memisahkan Erva dengan suaminya terlebih lagi ada anak yang saat ini menjadi pengikat hubungannya Erva dengan dokter Anjar.
__ADS_1
Dan memang benar jika berita kehamilan Erva itu sudah menjadi trending topik di kota ini termasuk sudah didengar oleh dokter Keenan yang membuat laki-laki itu beberapa hari ini uring-uringan tidak bisa berbuat apa-apa lagi, dan jika Erva sudah hamil... kemungkinan untuk merebut Erva dari suaminya itu sangat kecil sekali.
"Maaf,.aku tidak ada urusan dengan Kak Ken, mau Kakak bahagia atau tidak itu bukan urusan aku lagi. Yang pastinya suamiku sangat senang dengan kehamilan ini. Dan sekali lagi aku tegaskan kepada kakak berhentilah untuk mengejarku berhentilah untuk tetap mencintaiku karena ada perempuan lain lagi yang pantas untuk kakak cintai dan ada perempuan lain yang sudah dipilihkan untuk kakak dan pastinya Aku percaya jika lambat laun Kakak akan mencintai Kinara. Kinara itu bukan perempuan yang tidak baik bahkan aku tahu jika Kinara itu perempuan yang baik hanya saja kakak tidak membuka mata dan hati kakak untuk perempuan lain."
"Lebih baik aku mati daripada aku tidak bisa bersama kamu lagi dan pastinya sampai kapanpun aku tidak akan mencintai perempuan lain kecuali sama kamu dan tentu saja aku akan menunggu hingga kamu bisa menjadi milikku."
"Dan itu tidak akan pernah terjadi karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskan Erva."
Baik Keenan maupun Erva menoleh ketika mendengar suara itu tentu saja di sini Erva lega jika suaminya dengan cepat menemuinya dan pastinya membuat Mona juga bisa bernafas dengan lega.
"Dan sekali lagi aku tekankan, berhenti mengganggu istriku, aku dan Erva sudah berbahagia dan kami akan segera punya anak. Aku masih menganggap kamu sebagai temanku jika memang kamu tidak menghancurkan rumah tanggaku dan merusak kebahagiaanku dengan Erva, dan pastilah aku yakin jika suatu saat kamu akan menemukan kebahagiaan kamu sendiri tetapi tidak dengan istriku. Ayo sayank pulang, kamu harus banyak istirahat dan minum vitamin."
Anjar mengajak istrinya pergi dari parkiran itu dan ia tidak membiarkan Erva berlama-lama di sana terlebih lagi Keenan yang masih saja ingin mendapatkan perhatian dan mengejar cinta Erva lagi.
"Dan Kak Keen maaf, aku harus segera pulang."
Begitu juga dengan Mona gadis cantik itu dengan terang-terangan mengusir Keenan yang masih saja berdiri di samping mobilnya dan pastinya Mona juga tidak ada urusan lagi dengan mantan pacar dari sahabatnya itu.
"Arghhhh....."
__ADS_1
Keenan mengacak rambutnya sendiri, ia benar-benar sudah tidak punya cara lagi untuk memisahkan Erva dengan Anjar yang pastinya dengan hadirnya anak di tengah-tengah hubungan antara Erva dan Anjar membuat hubungan rumah tangga dari sang mantan pacarnya itu semakin harmonis dan tidak mungkin akan terpisahkan lagi.
Dokter Keenan segera meninggalkan parkiran kampus Erva, yang mana saat ini dirinya dalam keadaan kacau.. entahlah sangat sulit untuk melupakan Erva, apakah memang benar Dokter Keenan itu sangat mencintai Erva hingga cinta yang begitu dalam kepada Erva atau semuanya ini dilakukan karena ia ingin membalas semua rasa sakit yang pernah ia lakukan kepada Erva dulunya, tetapi sayang sekali Erva tidak mau berbalikan lagi dengan dirinya bahkan saat ini Erva sudah tidak ada rasa cinta lagi kepada dokter Keenan.