Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Menceritakan Semua nya


__ADS_3

Malu bertanya sesat di jalan, tetapi kalau bertanya takut akan menyinggung perasaan Erva. Itulah yang dialami Anjar saat ini.


Penasaran, jelas saja. Ia masih penasaran dengan ada apa antara Dokter Keenan dengan Erva, setahunya....Erva adalah seorang fans Dokter Keenan yang saat pesta pernikahan Dokter Keenan satu tahun yang lalu menangis setelah keluar dari tempat acara.


Yah, Anjar masih mengingat kejadian itu. Bahkan itu bukanlah pertemuan pertama nya, karena sebelumnya ia dan Erva sudah pernah bertemu di Jepang.


Bukan masalah pertemuan nya, tetapi....yang jadi masalah sampai saat ini adalah siapa sebenarnya Dokter Keenan untuk Erva itu?? ada hubungan apa diantara mereka??


"Kamu dan Dokter Keenan ada sesuatu dek??"


Akhirnya, pertanyaan itu lolos juga dari mulut Anjar, dan itu saja ia harus menggunakan kalimat yang dirasa tidak menyinggung perasaan Erva, dan juga perlu keberanian khusus untuk mengucapkan nya.


Erva tersenyum, menoleh ke arah Dokter Anjar sekilas lalu kembali mengarahkan pandangan nya ke depan. Ia tau kalau Dokter disebelahnya itu pasti akan menanyakan hal ini, apalagi dengan kejadian tadi pagi yang jelas jelas ucapan Dokter Keenan pasti nya membuat orang yang mendengar nya penasaran.


Erva juga tidak marah, orang lain berhak bertanya dan ia pun juga akan menjawab. Karena, secara tidak langsung Dokter Anjar sudah terlibat di dalamnya, dan mungkin akan terus berlanjut nanti nya jika Keenan terus mengganggu nya


"Maaf dek, bukan maksud aku bertanya masalah pribadi mu, jika kamu keberatan dan tidak ingin menjawab, tidak perlu di jawab...abaikan saja dan anggap aku tidak pernah bertanya.", ucap Anjar tiba tiba.


Erva belum menjawab pertanyaan nya, dan itu membuat Anjar menarik meskipun bahwa gadis itu tidak ingin bercerita tentang masalah pribadi nya, dan itu sah sah saja.


"Tidak Mas....lagian bukan hal yang perlu di rahasiakan...aku dan Dokter Keenan sudah tidak mempunyai hubungan apa apa lagi..", jawab Erva langsung, ia tau kalau Dokter Anjar merasa bersalah dengan pertanyaan.


Tidak ada hubungan apa apa lagi?? maksud nya??


"Maksudnya???"


Tidak ingin setengah setengah mengetahui apa yang sebenernya terjadi, Anjar memberanikan diri untuk bertanya lagi, sungguh....ia dibuat kepo dengan hubungan Erva dengan Dokter Keenan, dan ini adalah pertama kalinya Anjar melakukan hal yang dari dulu menurutnya sia sia, karena mengurusi urusan orang lain.

__ADS_1


"Dia adalah mantan tunangan ku, kami sempat menjalin hubungan selama kurang lebih enam bulan , sebelum akhirnya dia bertemu dengan mantan tunangan dulu dan kembali dengan wanita itu.", jelas Erva panjang lebar, ia tidak akan menutupi semuanya.


"Mantan Tunangan??", beo Anjar.


Tidak percaya atau lebih tepatnya takut kalau salah dengar dengan apa yang baru saja di ceritakan oleh Erva.


"Iya, aku dan Dokter Keenan pernah menjalin hubungan, yah .. walaupun itu tidak lama, dan dia memutuskan untuk melamar dan kita akan melakukan pernikahan satu Minggu setelah ia pulang dari tugas nya, tetapi... kenyataan tidak seperti yang di rencanakan...di sana...dia bertemu dengan mantan tunangan yang akhirnya menjadi istri nya sekarang, hingga... hubungan kami putus...karena Dokter Keenan lebih memilih dia daripada aku ...", ucap Erva.


Dan pada akhirnya, Erva menceritakan semua nya... tidak ada air mata yang keluar, hanya ia harus menggali lagi kenangan masa lalu nya bersama Dokter Keenan.


Tragis sekali perjalanan cinta mu Er, umur mu yang masih muda harus melewati kejadian seperti ini....


"Jadi, kamu bukan fans nya Dokter Keenan???"


"Fans???", tanya Erva lagi. Kenapa laki laki itu mengatakan kalau Erva adalah fans dari Dokter Keenan...apa kelihatan seperti itu, terapi....


Erva melihat kembali ke arah Dokter Anjar, ia menelisik lebih lanjut wajah tampan yang saat ini berada di depannya, yang mana semakin dilihat semakin bertambah ketampanan nya ...


"Jadi, Mas Anjar adalah laki laki yang dulu pernah menemuinya di depan hotel itu dan memberikannya sapu tangan??", Anjar mengangguk.


Erva baru ingat sekarang, setelah kalimat fans terlontar dari mulut Anjar dan juga melihat wajah Dokter Anjar yang tidak asing lagi setelah diamati.


"Dan juga kita pernah bertemu di Jepang...di dalam taxi dan...di bandara....ingat???"


Anjar mengingatkan, ia memutar kembali pas bertemu dengan Erva pertama kalinya di Jepang, dengan ekspresi wajah yang sudah dibayangkan karena senyum senyum sendiri seperti orang gila.


"Astaga.. dunia sempit sekali ternyata....ya....ya..aku ingat, dan maaf atas kejadian itu....", sesal Erva setelah mengingat dengan jelas, dan diirinya merasa bersalah dengan kejadian dulu..

__ADS_1


"Tidak masalah, aku paham sekarang... jadi...kamu buru buru ke Bandara hanya untuk menyaksikan sang mantan menikah???", tebak Anjar.


"Iya....aku hanya ingin memastikan saja, kalau dia bukan milikku lagi....bukan untuk merusak acaranya...."


Anjar tersenyum dan mengangguk, "Tetapi, setelah menyaksikan....kamu sendiri malahan menangis???", ejek Anjar dengan ekspresi yang berbeda lagi.


"Jangan mengejek ku Mas....itu hanya pelampiasan emosi ku saja, dan setelah itu aku tidak menangisi dia....dan malahan bertemu Mas yang mengira aku fans nya Dokter Keenan, tidak tau saja kalau dia nya yang nge fans sama aku hahahaha...."


"Habisnya setahuku memang Dokter Keenan punya fans yang banyak, dan juga selama aku tau dia... tidak pernah dengar berita kalau Dokter Keenan menjalin hubungan dengan seorang wanita . .. termasuk kamu, jadi maaf ya dek..."


"Dimaafkan Mas... Lagipula tidak penting lagi ..dan semua sudah berlalu."


Jawab Erva dengan tenang, tidak ada satupun air mata yang lolos dari mata nya.


Anjar mengangguk, diam sesaat dan berpikir sesuatu. Ia yang baru saja mengenal perempuan dan mungkin menaruh rasa pada seorang perempuan, harus benar benar bekerja ekstra untuk mendapatkan hati perempuan itu ... apalagi dengan masa lalu Erva yang seperti nya membuat luka mendalam di dalam hati Erva, yang pastinya... tidak akan mudah untuk mengambil hati gadis itu


"Boleh aku tanya lagi??dan aku ingin jawaban yang jujur dari kamu.".


Seperti nya masih ada yang mengganjal di pikiran Anjar, hingga membuat laki laki itu ingin mengetahui sesuatu yang lebih detail.


"Bukan nya Mas tadi sudah tanya tanya terus, dan kenapa minta ijin lagi . .. mau tanya apa?? aku orang nya jujur loh, kalau tidak kepepet....".


"Auuu......"...


Reflek Anjar mencubit gemas hidung mancung Erva yah membuat gadis itu melongo dengan sentuhan yang baru saja diberikannya oleh Anjar.


"Maaf, reflek..gemes dek.", ucapnya jujur.

__ADS_1


Gemes?? Anjar memang aneh aneh, belum apa apa sudah main cubit anak orang...apa karena tidak pernah dekat dengan wanita lain dan sekali dekat seperti ini.


__ADS_2