
"Aku tidak mau Mama, Mama tahu sendiri kan aku sudah punya pacar, lagian laki-laki itu sudah tua ... Om om lagi. Apa kata orang jika aku berjalan dengan om-om?"
Kinara menggerutu kesal pasalnya sejak kejadian makan siang dengan Dokter Keenan ia sudah meminta kepada orang tuanya untuk membatalkan perjodohan itu tetapi sampai saat ini orang tuanya tidak menggubris bahkan sudah merencanakan tentang tanggal pertunangan untuk mereka.
Dan tentu saja Kinara tidak mau, selain ia tidak suka dengan tampang om om yang menurutnya sombong dan tidak punya hati, Kinara juga sudah mempunyai kekasih meskipun usianya masih belia dan masih sekolah tapi itu tidak masalah Kinara dan kekasihnya sama-sama mencintai dan mereka sama-sama menjaga.
"Tidak bisa, kamu harus nurut sama Mama lagi pula pacarmu masih sekolah, kamu juga masih sekolah, mau dikasih makan apa nanti anak-anak kamu?"
Bukan karena Mama Nita tidak menyukai pacar dari Kinara tetapi kalau dipikir-pikir mereka hanya sekedar cinta monyet saja dan bahkan nanti setelah bosan akan ditinggalkan dan tentu saja masa depan dari pacar itu belum jelas meskipun dia dari orang kaya dan orang tuanya pengusaha sukses tetapi apalah artinya jika semua kekayaan berasal dari orang tuanya bukan dari dirinya sendiri.
Berbeda dengan Dokter Keenan yang memang dari dulu itu sudah dari keluarga yang kaya raya dan terpandang tetapi dengan prestasi yang dimiliki oleh Dokter Keenan dan sekarang sudah menjadi Dokter yang pintar dengan segala kemampuan dan juga prestasinya membuat Mama Nita menyetujui tentang rencana perjodohan putrinya dengan Dokter Keenan itu, terlebih lagi Mama Nita juga mengenal betul siapa keluarga dari Dokter Keenan itu.
Mami Nita tidak masalah dengan masa lalu nya Keenan, meskipun perjodohannya dilakukan oleh Mami Arin itu supaya Keenan bisa terlepas dari sang mantan pacarnya tetapi bagi Mama Nita, hal itu tidak apa-apa toh juga Mama Nita yakin kalau Kinara bisa menemukan hati Dokter Keenan.
"Aku tidak mau menikah muda Ma, siapa juga yang mau nikah sekarang kita kan pacaran dulu nanti nikahnya setelah kuliah dan setelah mendapatkan pekerjaan, apa Mama tidak ingat atau Mama sudah lupa bagaimana keluarganya Dika itu? Mereka juga berasal dari orang kaya dan pastinya setelah kuliah nanti dia akan memegang perusahaan Papahnya."
Sebisa mungkin Kinara akan mempertahankan hubungannya dengan Dika dan menolak muntah-muntah perjodohan dengan Dokter Keenan itu.
"Tidak bisa, kamu harus nurut sama Mama, putuskan Dika dan bertunangan dengan Dokter Keenan."
__ADS_1
"Aku tidak mau Mah, lagi pula aku juga tidak ingin menikah muda apa Mama lupa juga aku masih sekolah? nanti setelah lulus Aku mau kuliah di London bagaimana nasibku jika aku harus menikah muda dan harus mengubur semua impianku itu?"
Mama Nita tersenyum, rupanya ini yang menjadi kendala Nara tidak menyetujui perjodohan bukan karena ia sudah mempunyai pacar tetapi karena ia ingin melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi, itu yang ada dipikiran Mama Nita seperti itu.
"Itu gampang, kalian tunangan saja dulu nanti setelah kamu lulus kuliah baru pernikahan itu dilakukan atau menikah sekarang juga tidak apa apa, Mama setuju-setuju saja dan calon mertua kamu juga pastinya senang."
"Hah itu tidak mungkin Ma, aku tidak mau!"
Mama Nita bingung bagaimana caranya supaya Kinara bisa menyetujui perjodohan itu, ya meskipun hanya pertunangan saja dulu dan nikahnya bisa dibicarakan lagi.
"Sudah ah, aku mau jalan-jalan pusing debat terus dengan Mama."
Daripada ia harus berdebat dengan Mamahnya Nara memutuskan untuk pergi saja dari rumah entahlah padahal siang ini dia tidak ada jadwal ke mana-mana, bahkan pacarnya pun juga tidak menghubunginya untuk sekedar menemaninya jalan-jalan tetapi tidak apa-apa daripada ia di rumah sendiri dan pastinya Mamahnya selalu membicarakan lagi perjodohan, lebih baik jalan-jalan... tidak apalah jika sendirian.
"Ckkk.... Kenapa nggak sekalian mati aja tuh om om?"
Sangat disayangkan sekali kenapa Dokter Keenan tidak mati saja, kalau seperti itu perjodohan yang dilakukan itu akan batal dan pastinya Kinara akan terbebas dari semuanya ini dan bisa merajut impian-nya dengan sang pacar.
"Tidak boleh seperti itu Nay, kamu tahu sendiri Dokter Keenan kecelakaan setelah mengantarkan kamu pulang, apa kamu tidak mempunyai rasa kasihan sedikitpun dengan dia?"
__ADS_1
"Enggak, salah Om itu sendiri menyetir sambil memikirkan mantan.. jadinya gitulah nubruk!!"
Ucapan Kinara memang tidak salah karena itu salah Dokter Keenan sendiri yang masih memikirkan tentang mantan pacarnya dan tentu saja Kinara tahu semua kisah yang terjadi dengan Dokter Keenan sebelumnya.
"Oke kalau begitu kamu memang tidak ada rasa kasihan, tetapi temanin Mama untuk menjenguk Dokter Keenan , , Mama tidak enak. Kamu tahu sendiri kan Mama itu berteman baik dengan Mamanya dokter Keenan dan tadi Tante Arin menelpon Mama dan memberitahukan kabar ini, tidak lucu juga jika Mama tidak pergi ke sana."
"Mendingan Mama pergi sendiri deh ngapain ngajak-ngajak aku, Aku kan sudah bilang aku tidak mau apalagi bertemu dengan Dokter Keenan yang sombong itu."
Mama Nita menggelengkan kepalanya memang susah sekali untuk mengajak Kinara saat ini apalagi bertemu dengan Dokter Keenan dan sepertinya putrinya itu memang tidak suka dengan laki-laki yang akan dijodohkan dengan Kinara.
"Ayolah Nay, tolongin Mama. Kamu tidak kasihan melihat Mama menyetir sendiri , apa kamu lupa jika semua sopir di rumah ini mendadak pulang kampung dan Papa kamu juga sibuk tidak bisa mengantarkan Mama."
Dengan wajah memelas, Mama Nita mendekati putrinya tentu saja kalau sudah seperti itu beliau tahu nanti Kinara akan luluh juga karena tidak tega melihat mamanya memohon dan dengan ekspresi wajah yang dibuat memelas mungkin.
Di Rumah Sakit
Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit Keenan sudah diperbolehkan pulang dan tentu saja tidak ada masalah serius di dalam kepalanya ataupun di dalam tubuhnya karena memang lukanya Keenan itu tidak parah.
Mami Arin sehari-hari menemui Keenan hari ini juga membantu putra satu-satunya untuk kembali ke rumah dan tentu saja beliau berharap jika kejadian seperti ini itu hanya satu kali saja dan ini yang terakhir kalinya.
__ADS_1
Setelah ini Mama Arin juga berencana untuk segera melanjutkan perjodohan antara Keenan dengan gadis yang usianya masih remaja itu . Tidak masalah dan sepertinya gadis itu cocok dengan Keenan yang keras kepala dan tentu saja ia ingin membuat Keenan bisa melupakan Erva perempuan yang tidak boleh ada di dalam hati dengan saat ini karena Erva sudah menikah dan pastinya Mami Arin tidak mau jika anaknya menjadi perusak rumah tangga orang.
Dan hari ini Mami Arin sudah merencanakan untuk mempertemukan kembali Keenan dengan gadis cantik itu, yang pastinya semua ini dilakukan demi Keenan.