Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Melihat Keenan


__ADS_3

Beberapa hari kemudian


Setelah dipastikan kondisi Erva benar-benar pulih dan Erva benar-benar sudah sehat, Anjar mengizinkan istrinya itu untuk kembali lagi ke kampus dan tentu saja ia juga membatasi segala gerak gerik Erva.


Membatasi di sini bukan berarti Erva tidak boleh kemana-mana tetapi Anjar harus selalu mengingatkan dan memantau istrinya supaya istrinya itu tidak kelelahan dan pesan yang telah istrinya dan meminum vitamin dan makanan yang bergizi.


Seperti yang sudah-sudah dilakukan oleh Anjar,.laki-laki itu juga masih meminta orang kesuruhannya itu untuk menjaga apa dari jarak jauh tentu saja bukan karena ia tidak percaya dengan Erva tetapi ini semua demi keselamatan dan doa terlebih lagi karena kondisi Erva yang saat ini sedang mengandung yang pastinya perlu penjagaan yang ketat.


Dan juga Anjar masih belum percaya sepenuhnya kepada dokter Keenan meskipun dokter Keenan sudah bertunangan dengan Kinara tetapi tetap saja agar yakin jika dokter Keenan itu masih saja mengejar istrinya bahkan Anjar juga yakin jika dokter pinan suatu saat akan merebut Erva kembali.


"Hati-hati, kalau bisa nanti tidak usah sampai sore izin saja setengah hari."


Sepertinya yang di depannya ini bukan suaminya tetapi orang lain yang benar saja dokter Anjar terkenal disiplin dan tidak suka membolos malah meminta kepada istrinya untuk boleh kuliah meskipun itu hanya setengah hari saja.


Dan pastinya menurut Erva, ini suaminya terlalu lebay padahal ia sendiri tidak apa-apa bahkan kondisinya yang hamil muda ini tidak membuat langkah Erva untuk menjadi malas bahkan Erva juga tidak mual atau pusing setelah mendapatkan perawatan selama 3 hari kemarin.


Benar-benar Erva tidak mengalami mual-mual dan muntah apalagi pusing yang ada malah ia semakin bersemangat tetapi sekarang malahan erva tambah manja dengan Anjar, kalau tidur tanpa dipeluk oleh suaminya, Erva tidak bisa tidur.


"Tidak bisa mas, bahkan aku sampai sore .. jangan khawatir nanti aku makan siang dengan teratur dan juga minum obatnya."

__ADS_1


Anjar tidak menjawab ia malah melirik ke atas meja, tentu saja laki-laki itu langsung menggelengkan kepalanya manakala melihat obat yang belum ditaruh di tas yang membuat Anjar langsung mengambil obat itu dan memasukkannya ke dalam tas Erva.


"Bagaimana aku tidak khawatir, obatnya saja kamu lupa tidak membawa."


Cup


Tahu kalau dirinya salah Erva memberikan ciuman manis di bibir suaminya dan tentu saja itu sebagai bentuk ungkapan rasa salahnya dan supaya suaminya tidak marah lagi padanya.


"Terima kasih, pintar sekali sekarang ya jika dimarahin langsung memberikan ciuman, tahu saja kalau aku paling luluh dengan ciuman kamu, dek."


"Dasar mesum!! yuk Mas aku telat nanti."


Dan mulai saat ini Erva tidak diperbolehkan untuk mengemudikan mobilnya sendiri, Anjar yang akan mengantar dan menjemput Erva, jika tidak bisa maka semua tugas akan dilimpahkan kepada Aris dan tentu saja bukan orang lain banyak orang-orang kepercayaan dari Anjar lah yang bisa mengantar dan menjemput istrinya.


"Ingat pesan aku, tidak boleh kelelahan dan jika capek atau pusing segera hubungi aku dan jangan dipaksakan untuk menerima mata kuliah dan tentu saja nanti setelah istirahat kamu harus makan makan makanan yang bergizi dan jangan lupa vitaminnya. Atau mau aku pesenin makanan nanti biar Aris yang mengantarkan ke sini atau biar kurir restoran yang mengantarkan ke sini gimana dek, supaya kamu lebih terjaga makanannya dan supaya aku tidak khawatir dengan asupan makanan untuk calon anak aku?"


"Tidak perlu mas tidak usah terlalu berlebihan seperti itu, Aku tahu kok mana yang baik dan yang mana yang tidak baik untuk anak aku, lagian ini juga bukan anak kamu saja tetapi juga anak aku juga dan pastinya mulai sekarang aku juga akan menghindari makanan yang pedas-pedas seperti apa yang kamu minta karena aku tidak mau nanti terjadi sesuatu kepada anak kita."


Ya setelah Erva mendengar tentang berita kehamilannya, perempuan cantik itu sadar jika dirinya tidak boleh mengkonsumsi makanan yang terlalu pedas,. Dan pastinya sebisa mungkin erva juga tidak akan melanggar pantangan itu karena itu semua bukan hanya untuk dirinya tetapi untuk calon anak yang masih ada di dalam perut Erva.

__ADS_1


"Aku percaya sama kamu, kalau begitu aku ke rumah sakit dulu hati-hati ya dek . Dan jaga kesehatan, jangan nakal."


"Siap Papa, Mas juga sama jangan melirik perempuan lain dan hati-hati di jalan."


Erva turun dari mobil Anjar tentu saja bukan hanya ciuman di kening yang diberikan oleh Anjar tapi Anjar juga mencium bibir Erva dan ********** sebentar, tentunya bibir Erva selalu menjadi candu, membuat Anjar ingin menciumnya lagi dan lagi.


Erva melambaikan tangannya ketika mobil Anjar sudah beranjak dari parkiran tentu saja sebenarnya Anjar ingin mengantarkan Erva untuk sampai ke kelas tetapi Erva yang tidak mau,.terlebih lagi karena sudah melihat adanya Mona yang sudah datang pastinya Anjar juga merasa lega jika Erva sudah ada temennya.


Beberapa jam kemudian 


Saatnya Erva pulang ke rumah, karena mata kuliah hari ini sudah selesai dan tentu saja ini maju dari jadwal yang direncanakan, jika awalnya kuliah Erva sampai jam tiga sore tetapi karena dosen mata kuliah terakhir benar-benar hadir maka jam satu, Erva sudah pulang dan pastinya tidak mau merepotkan suaminya ataupun Aris dan ia akan pulang bersama dengan Mona.


"Tunggu bentar bukankah itu dokter Keenan?"


Baru saja kedua gadis cantik itu ingin menuju ke parkiran tetapi Mona sudah melihat pergerakan dokter Keenan yang saat ini berada di samping mobil  mobil Mona yang pastinya sudah tidak bisa diragukan lagi jika memang benar laki-laki yang dilihat Mona itu dokter Keenan dan pastinya dokter Keenan sengaja berada di samping mobilnya hanya karena ingin bertemu dengan Erva.


Erva menghentikan langkah kakinya, ia melihat ke arah telunjuk Mona yang mana memang benar jika Erva juga melihat dokter Keenan yang berada di samping mobil Mona tentunya dokter tampan itu saat ini melihat ke arah Erva dan tersenyum manis.


"Apa nggak sebaiknya kamu telepon dokter Anjar saja atau telepon mas Aris?"

__ADS_1


Iya saking takutnya Mona jika terjadi sesuatu kepada Erva, pasalnya dokter Anjar juga sudah mewanti wanti supaya ikut menjaga Erva dari dokter Keenan dan saat ini ketika Mona melihat dokter Keenan, ia langsung mengatakan kepada Erva kalau sebaiknya menelpon suaminya supaya nanti tidak terjadi apa-apa.


"Sepertinya tidak masalah tetapi kalau kamu mau menelpon Mas Anjar juga tidak apa-apa namun jangan buat dia panik, aku tahu dokter Keenan berada di sana hanya ingin menemuiku."


__ADS_2