Belenggu Cinta Doker Tampan

Belenggu Cinta Doker Tampan
Temani Aku


__ADS_3

"Mas aku ke toilet sebentar ya."


Dirasa Erva yang ingin buang air kecil, perempuan cantik itu meminta izin kepada suaminya tentu saja ia tahu di mana letak toilet di tempat ini yang jaraknya memang tidak begitu jauh dari tempat berdirinya Erva saat ini.


"Mau aku temenin nggak dek?"


Sepertinya anjarmasin saja parno dan berpikir yang tidak tidak mengenai keselamatan Erva hingga ia juga menawarkan diri untuk mengantarkan Erva ke dalam toilet.


"Tidak perlu mas, lagi pula toiletnya juga dekat .. aku bisa sendiri, Mas tunggu aja di sini ya."


Tentu saja Erva menolak, lagi pula hanya pipis sebentar masak ia harus ditemani oleh suaminya, apa-apaan nanti jika orang-orang pada tahu bagai mana bucinnya seorang Dokter Anjar itu kepada istrinya.


Anjar menganggu, ia membiarkan istrinya itu melangkah menuju ke toilet tetapi pandangan matanya sedari tadi tidak pernah lepas dari memandang pergerakan tubuh Erva yang mana ia masih merasa takut jika nanti ada sesuatu yang terjadi kepada istrinya itu.


Erva melangkahkan kakinya untuk menuju ke toilet, ia sudah tidak tahan lagi untuk mengeluarkan pipis yang sedari tadi mengganggunya.


Sedangkan Keenan, ia yang sadari tadi ngobrol dengan beberapa teman-teman dan juga rekan bisnis dari Papinya langsung saja menghentikan obrolannya ketika ia melihat Erva yang sudah menuju ke toilet.


Ini adalah kesempatan bagi Keenan, laki-laki itu ingin memandang wajah cantik Erva dengan puas tanpa adanya Anjar di samping Erva.


Keenan melihat ke arah Anjar, yang pastinya ia tahu jika suami dari Erva itu tidak akan melepaskan pandangan matanya dari istrinya tetapi saat ini keberuntungan sedang berpihak kepada Keenan karena Anjar sedang asyik ngobrol dengan teman-teman yang lainnya dan tentu saja kesempatan itu dilakukan oleh Keenan untuk segera menghampiri erpan di toilet

__ADS_1


Rasanya Keenan tidak mungkin macam macam, terhadap Erva yang membuat ia melupakan segalanya melupakan juga dirinya saat ini adalah tunangan dari seorang gadis cantik yang baru saja kena sematkan cincin di jari manisnya.


Dan juga Keenan melupakan tentang hubungannya dengan Erva yang sudah lama berakhir dan pastinya dengan Erva yang saat ini sudah menjadi istri dari seorang Dokter Anjar.


Keenan menunggu di luar toilet, tentu saja ia tidak akan masuk ke dalam bukan karena ia tidak berani atau takut ketahuan dengan orang lain tetapi kali ini ia memang tidak bisa berbuat apapun juga karena Keenan yakin jika di luar tempat ini sudah ada banyak anak buah Anjar yang memang diperintahkan untuk mengawasi di sekitar tempat ini dan pastinya Keenan juga tidak bisa berubah dengan apa yang akan dilakukan tanpa perlu adanya perencanaan yang begitu matang.


Tanpa curiga sedikitpun, Erva yang sudah selesai buang air kecil dan juga merapikan tatanan rambut juga pakaiannya, langsung saja keluar tetapi baru saja ia keluar dari toilet itu ia dikejutkan dengan adanya sosok penampakan laki-laki tampan yang berada di depannya kemudian tersenyum.


"Astaga Kak Ken, ngagetin aja."


Hampir saja Erva menabrak Keenan jika ia tidak mengerem secara mendadak dan pastinya ia tidak mau jika benar-benar menabrak tubuh Keenan dan Keenan akan memanfaatkan situasi ini.


"Tapi juga ngangenin kan, bisa kita bicara sebentar aku kangen sama kamu."


"Maaf Kak aku tidak bisa lagi pula kakak sudah ditunggu oleh yang lainnya di sana apa kakak tidak ingin ngobrol-ngobrol dengan teman-teman kakak atau dengan keluarga dari Kinara? Lagi boleh juga kita tidak pantas untuk ngobrol berdua sementara aku sudah menjadi istri orang lain dan kakak sudah bertunangan dengan perempuan lain. Dan apa yang ingin kakak bicarakan kalau mengenai kangen aku sudah bosan mendengarnya terlebih lagi jika kakak ingin meminta jika aku harus mengakhiri pernikahanku dengan dokter Anjar jangan harap itu akan aku lakukan."


Sepertinya Erva sudah hafal betul dengan apa yang akan diucapkan oleh Keenan, bagaimana tidak setiap kali mereka bertemu yang dibahas hanya itu-itu saja dan itu membuat telinga Erva panas.


Untung saja Erva sebagai seorang perempuan, ia juga menjaga hati dan dirinya terlebih lagi untuk Dokter Anjar ia berusaha untuk tidak pernah menyakiti hati dari suaminya itu dan juga tidak akan mengecewakan kepercayaan yang diberikan oleh Anjar.


"Tapi aku masih kangen sama kamu beb, dan aku ingin cerita banyak hal tentang dengan kamu."

__ADS_1


Erva menghela nafasnya panjang, ini yang tidak disukai dari Keenan laki-laki itu selalu memaksa dan selalu mencari alasan supaya dirinya mau berbincang-bincang dengan Anjar meskipun itu dilakukan Erva dengan sangat terpaksa.


"Tentang Kinara, kalau tentang gadis itu aku kasih sedikit saran untuk Kak Ken. Dan aku yakin jika Kinara itu memang perempuan yang baik kak berusahalah untuk mencintai Kinara karena cepat tak terlambat kalian berdua pasti akan mau nikah dan tinggal satu atap yang sama tidak mungkin jika kalian terus membenci satu sama lain terlebih lagi jika kakak sudah berniat untuk membatalkan acara pernikahan itu.


"Tapi aku tidak bisa mencintai Kinara, hatiku masih terdapat pada kamu dan aku masih berharap jika kamu akan meninggalkan Anjar dan kembali lagi padaku."


"Jangan gila Kak, Aku hanya ingin menikah sekali dalam seumur hidup aku, dan pastinya aku juga tahu jika suamiku itu adalah orang yang setia dia juga tidak akan berkhianat padaku."


Rasanya Erva sudah malas sekali menanggapi apa yang diucapkan oleh dan hanya itu-itu saja yang dibicarakan kalau ia bertemu dengan Keenan.


"Tapi itu beda, cintaku pada kamu tulus dan tidak main-main bukan hanya cinta sesaat karena pertemuan yang secara tiba-tiba dan terjadi begitu saja."


"Entahlah aku sendiri bingung dengan apa yang diucapkan oleh kakak dan lebih baik kakak merenungi diri kakak sendiri berusaha untuk menerima pernikahan kakak dengan Kinara dan berusaha untuk mencintai Kinara dengan sepenuh hatinya jika kakak yakin pasti semuanya akan dipermudah. Permisi aku harus kembali ke depan."


Srekk


Keenan yang masih kangen tiba-tiba langsung saja menarik tangan Erva lalu mendekatkan tubuhnya ke tubuh Erva.


Erva yang kaget langsung saja melepaskan genggaman tangan dari tangan Keenan tapi sayang sekali ia tidak mampu untuk melakukannya karena tenaga Keenan jauh lebih besar daripada darinya.


"Lepaskan Kak, kita sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan dan aku harus segera kembali ke depan.'

__ADS_1


"Temani aku makan malam dulu baru kamu akan aku lepaskan dan tentu saja kita makan siang di dalam ruangan yang tertutup supaya tidak ada orang yang mengganggu kita."


__ADS_2